Fakta Tentang Kucing

Gambar

Ternyata selama ini kita sudah di bodohi oleh mitos kedokteran tentang kucing.. Dunia kesehatan mengatakan bahwa kucing itu berbahaya, mulai dari bulunya hingga air liurnya..

Hal ini dibarengi dengan politik XXI untuk mengangkat citra Anjing.. Dan sehingga, orang yang menonton XXI akan berpandangan bahwa Anjing itu binatang yang sehat dan bersahabat..

Namun, bagaimanakah fakta sebenarnya??

Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak tiga kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti

– Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
– Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
– Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
– Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
– Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
– Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
– Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
– Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan :
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [eramuslim/islampos/berbagaisumber]

5 Karakter Ikonik Nintendo

Gambar

Sejak pertama kali terjun ke dunia game, Nintendo telah banyak mengeluarkan judul-judul game berkualitas. Dan itu telah berlangsung sejak zaman mesin pertamanya NES hingga mesin terbarunya Wii U. Dalam masa itu, telah banyak karakter game lahir dari perusahaan yang kini dipimpin Satoru Iwata. Di antara beragam karekater tersebut, ada beberapa karakter yang kemudian menjadi populer di antara lainnya. Bahkan kemudian dikenal sebagai karakter-karakter khas atau ikonik Nintendo. Siapa saja mereka?

1.Mario

Gambar

Dikenal pertama kali dengan nama Jumpman, tukang ledeng ini menjadi populer berkat game Super Mario Bros di NES. Hampir dalam setiap penampilannya di game, kakak Luigi ini selalu berusaha menyelamatkan Princess Peach dari Kerajaan Toadstool yang diculik King Bowser. Bisa dibilang, karakter ini adalah karakter game paling terkenal di dunia mengalahkan karakter-karakter lainnya. Keberadaannya sudah begitu lekat dengan Nintendo, menjadikannya maskot bagi perusahaan tersebut. Saking terkenalnya, Mario dikenal sebagai ikon industri game dunia.

2.Link

Gambar

Gamer awam mungkin tidak mengenal nama karakter berkostum hijau ini. Mungkin, banyak yang mengenalnya dengan nama Zelda. Wajar saja, mengingat Link tampil dalam salah satu serial game terbaik sepanjang masa, The Legend of Zelda. Dalam banyak penampilannya di dunia game, ksatria bertangan kidal ini mesti menolong Princess Zelda menyelamatkan Kerajaan Hyrule dari ancaman penyihir jahat, Ganon. Karakternya yang sederhana dengan jalinan cerita luar biasa membuatnya dikenal luas di kalangan gamer dunia.

3.Pikachu

Gambar

Siapa tak kenal monster kuning lucu dengan ekor petir ini. Yup, apabila bicara Pokemon, pasti akan teringat pada Pikachu. Padahal, Pikachu hanyalah satu dari 600-an jenis monster di dunia Pokemon. Bentuknya yang lucu, imut, dan menggemaskan memang membuatnya paling dikenal di antara Pokemon lainnya. Selain tentunya karena dia tampil sebagai karakter utama dalam serial animasi Pokemon. Ditambah suara uniknya yang benar-benar membuat siapapun jatuh hati kepadanya.

4.Donkey Kong

Gambar

Muncul pertama kali sebagai musuh Mario dalam game berjudul namanya, Donkey Kong. Kera besar yang sering disingkat DK ini lantas tampil dalam petualangannya sendiri bersama keluarga kera lainnya dalam genre action platform.Tak mau kalah dari Mario, DK juga tampil dalam serial animasi 3 dimensi yang ikut mempopulerkan namanya. Perseteruannya dengan Mario kemudian berlanjut dalam serial Mario Vs Donkey Kong.

5.Samus Aran

Gambar

Semua gamer pasti terkejut saat mengetahui bounty hunter luar angkasa ini adalah seorang perempuan. Wajar saja bila melihat kostum yang digunakannya saat beraksi. Samus adalah karakter utama dalam serial Metroid. Menjadi heroine pertama membuatnya mendapat tempat di hati para gamer. Apalagi, semakin cepat gamer menyelesaikan permainan, ada kejutan menarik dari Samus yang menunjukkan bahwa dia seorang perempuan.

 Gambar

Desain yang unik ditambah karakteristik yang khas membuat karakter-karakter ini begitu dikenal di komunitas gamer. Sebenarnya masih ada lagi karakter-karakter ikonik Nintendo seperti Fox McCloud dalam serial StarFox, Captain Falcon dalam serial F-Zero, atau Kirby. Karakter-karakter ini sendiri bisa ditemukan dalam game bergenre fighting, Super Smash Bros. (luk)

Korupsi itu Dekat

Gambar

Korupsi itu dekat? Yeah, ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Korupsi adalah kata yang lekat kita dengar di Negara tercinta kita ini, Indonesia. Kata ini sangat-sangat populer di negeri ini, hampir setiap hari bisa kita baca atau kita saksikan di media massa. Sebuah kata yang begitu berbahaya namun mendarah daging di Indonesia, sampai-sampai ada lembaga yang oleh ketua DPR disebut “Super Body”, yaitu KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Tidak bisa dipungkiri bahwa korupsi telah menjadi episode utama dalam drama kehidupan di Indonesia, yang karena kepopulerannya itu saya pikir saya tidak perlu menjelaskan lagi definisi dari kata tersebut. Korupsi memang tidak sebatas materi, namun yang akan saya bahas pada tulisan saya ini berkaitan dengan korupsi materi yang seolah sudah menjadi budaya bangsa dan menyapa kehidupan kita sehari-hari.
Kadang saya tidak habis pikir kenapa banyak pejabat kita yang tergoda untuk melakukan korupsi, yang kemudian membawa mereka ke meja hijau. Seharusnya sebagai aparat pemerintah yang bekerja untuk rakyat, mereka bisa berpikir bahwa korupsi membuat rakyat menderita, sehingga apabila kondisi ini terjadi akan terjadi pergolakan yang membahayakan negeri. Itu efek secara luas, belum lagi efek-efek lainnya yang saling berhubungan. Dalam segi agama, korupsi sama saja dengan mencuri, mengambil sesuatu baik sedikit ataupun banyak yang bukan merupakan bagian milik dari pelaku korupsi. Mencuri adalah dosa, sudah semestinya para pejabat yang katanya pandai dan beragama itu menyadarinya. Dengan nalar dan logika mereka pun seharusnya sudah bisa menahbiskan bahwa korupsi adalah kejahatan. Apakah mereka sudah begitu pandainya hingga berani menentang Tuhan dengan jelas-jelas melanggar perintah-Nya? Terlebih lagi jabatan adalah amanah, yang sudah semestinya tidak disalahgunakan dengan cara korupsi. Tidak menjalankan amanah adalah dosa, artinya pelaku korupsi memiliki dosa lainnya selain mencuri itu sendiri yaitu khianat, yang justru lebih menyedihkan dari korupsi. Lucunya, mereka yang lantang bicara anti-korupsi rupa-rupanya justru terjerat kasus korupsi, seperti salah seorang mantan menteri yang pernah menuliskan pembukaan untuk buku anti korupsi yang ditulis oleh tante saya, hingga yang terbaru dan begitu populer beberapa waktu ini, mantan Putri Indonesia yang terjerat korupsi wisma atlet.
Tapi sebenarnya bila bicara korupsi, itu tidak melulu terjadi di kalangan birokrasi pemerintahan, karena korupsi itu dekat dengan kehidupan masyarakat bahkan hingga tingkatan paling bawah seperti keluarga sekalipun. Korupsi bisa terjadi hampir di seluruh lembaga yang ada di Indonesia tanpa terkecuali. Tidak harus intansi pemerintah namun berlaku pula bagi perusahaan-perusahaan swasta. Bahkan lembaga pendidikan dan agama yang mestinya terpercaya dengan intelijensia mereka juga bisa terjerat kasus korupsi. Contoh termutakhir adalah korupsi di departemen agama mengenai pengadaan Al-Qur’an. Padahal sebagai sebuah departemen yang menangani perihal agama, mereka adalah orang-orang yang lebih faham mengenai dosa bila dibandingkan masyarakat awam pada umumnya.
Pada akhirnya saya mengerti dan memahami kenapa orang Indonesia bisa tergoda untuk melakukan korupsi setelah mengalaminya sendiri secara langsung. Sabtu kemarin saya diminta untuk datang ke Samarinda, menghadiri acara perusahaan. Perusahaan saya mengatakan akan menanggung semua biaya perjalanan dan penginapan selama saya mengikuti acara tersebut, namun saya harus melampirkan pula bukti-bukti pembayarannya. Maka hari Jum’at malam saya berangkat dari Bontang ke Samarinda dengan menumpang bus tujuan Balikpapan. Tempat duduk telah habis terjual dan tempat telah penuh, namun kondektur bus mengizinkan saya naik dengan membayar setengah harga saja (umm… ini korupsi bukan ya? Hehehe… #PLAK!). Karena bus tersebut adalah bus terakhir malam itu, saya tidak punya pilihan selain menumpang pada bus tersebut. Praktis saya tidak mendapatkan tiket perjalanan untuk saya tunjukkan sebagai reimburse pada perusahaan saya. Tapi tidak apa-apa, anggap saja jalan-jalan biasa, toh sudah lama juga saya tidak pergi ke Samarinda, tidak memusingkan apakah nantinya biaya yang saya keluarkan akan diganti perusahaan saya atau tidak.
Setelah menempuh perjalanan yang memuakkan karena berkali-kali ingin muntah (dan akhirnya muntah juga saat busnya berhenti untuk istirahat sejenak di Perangat), saya pun tiba juga di Samarinda. Dari sana saya berjalan kaki menuju kantor perusahaan saya, mengupayakan bisa menginap disana malam itu untuk menghemat biaya. Akan tetapi kantor saya tertutup, terkunci rapat, membuat saya berpikir untuk mencari hotel terdekat untuk menginap malam itu. Pihak perusahaan sendiri sebelumnya telah mencarikan tempat penginapan di sekitar kantor perusahaan, namun rupanya hari itu semuanya penuh sehingga saya pun disuruh untuk mencarinya sendiri dengan syarat tarifnya tidak terlalu mahal dan tidak macam-macam. Biaya penginapannya sendiri nantinya akan digantikan oleh perusahaan saya sesuai bukti pembayaran. Awalnya saya berpikir untuk tidak menginap di hotel demi mengurangi pengeluaran perusahaan. Alternatifnya, saya merencanakan menginap di masjid terdekat. Namun karena tidak enak pada penduduk setempat serta demi kemudahan juga bagi saya nantinya, maka saya kemudian mulai berjalan menyusuri jalanan Samarinda mencari hotel atau penginapan dengan tarif murah di sekitar kantor perusahaan. Lagipula saya kan pegawai bank, tidak elit dong kalau tidak menginap di hotel! (PLAK!)
Saya beberapa kali masuk ke dalam hotel-hotel yang ada disana, namun kebanyakan kamarnya telah terisi penuh dan kamar yang tersisa memiliki tarif yang mahal sehingga membuat saya kembali berjalan mencari hotel yang sesuai. Saat beristirahat di sebuah langgar, saya bertemu dengan seorang warga yang memberikan informasi hotel bertarif murah. Maka saya pun berjalan kembali ke tempat yang dimaksud. Setibanya disana memang ada yang bertarif murah, namun fasilitasnya tidak mendukung ditambah penjaganya malah asyik tertidur, membuat saya meragukan kualitas hotel tersebut. Saya kembali lagi berjalan, bertanya pada pedagang jalanan di tengah malam buta, dimana waktu telah menunjukkan pukul dua pagi. Sang pedagang memberitahukan lokasi beberapa hotel murah di sekitar Pasar Pagi, yang langsung saja saya datangi. Namun sayang setibanya saya di hotel-hotel yang disarankan tersebut, pintu hotel-hotel itu telah terkunci, menandakan bahwa mereka tidak lagi menerima tamu. Saya mulai putus asa dan kembali memikirkan untuk menginap di masjid saja hingga kemudian saya melihat hotel lain di samping hotel-hotel tersebut. Berharap keberuntungan, saya pun masuk kesana. Rupanya penjaganya dan resepsionistnya tengah tertidur, namun mereka langsung terbangun saat saya masuk. Lagi-lagi kamar yang murah telah habis terisi, menyisakan kamar-kamar dengan tarif yang mahal. Saya pun putus asa dan mengatakan saya akan mencari hotel lain dengan getir pada penjaga hotel tersebut. Namun sang penjaga lalu menawarkan tarif murah sebagai pengecualian, mengenakan potongan dua puluh lima persen namun waktu check-out saya jadi lebih pendek, pukul enam pagi. Karena tidak punya pilihan dan menganggapnya sesuai, saya pun menerima tawaran itu dan menginap di hotel tersebut, langsung membayarnya di muka sesuai tarif yang ditawarkan. Saat saya menanyakan tentang bukti pembayaran, resepsionist menawarkan bon kosong, namun saya menolaknya dan meminta bukti pembayaran yang sesuai dengan tarif. Resepsionist mengatakan akan memberikannya saat check-out dan saya lalu diantarkan ke kamar. Praktis saya hanya beristirahat selama tiga jam saja di hotel tersebut, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Saya tidur begitu nyenyak dan terbangun dengan menyegarkan, merasakan tenaga saya kembali pulih terutama setelah mandi. Pukul enam lebih sedikit saya keluar dari kamar hotel untuk check-out sekaligus meminta bukti pembayaran. Sang resepsionist pun mengetikkan bukti pembayarannya dan memberikan kepada saya. Akan tetapi saya tercengang saat saya melihat nominal yang tertera pada bukti pembayaran itu tertulis sesuai dengan tarif asli, meskipun saya sudah membayarnya di muka dengan tarif yang mendapatkan potongan harga. Artinya, bila saya memberikan tanda bukti pembayaran tersebut kepada perusahaan, maka perusahaan akan menggantinya sesuai dengan tarif normal yang dikenakan atas kamar tersebut, bukan sesuai dengan tarif yang telah saya bayar, yang lebih murah dari tarif normalnya. Langsung saja saya tergiur jumlah yang akan saya terima bila saya memberikan bukti pembayaran tersebut. Saya akan bisa mendapat keuntungan senilai seperempat persen dari tarif normal!
Saya terdiam memandangi kertas bukti pembayaran itu. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk mengembalikan kertas itu dan meminta bukti pembayaran baru yang sesuai dengan tarif yang telah saya bayar. Sebagai seorang muslim yang dilatih dan terlatih untuk berbuat jujur, saya merasa tidak berhak menerima uang tersebut walaupun ada kesempatan besar di depan mata. Seperempat bagian itu mungkin jumlah yang kecil, namun sesungguhnya artinya sama besarnya dengan jumlah yang telah dikorupsi oleh para pejabat di negeri ini. Kecil atau besar, korupsi tetaplah korupsi, tidak pernah bisa dibenarkan sekalipun itu dilakukan secara berjamaah. Kalau sholat berjamaah memang sangat dianjurkan, tapi korupsi berjamaah jelas sangat salah. Ada-ada saja memang orang Indonesia, sukanya kok berjamaah untuk hal-hal yang jelek. Weleh-weleh…
Jadi kesimpulannya sama persis seperti yang diucapkan oleh Bang Napi bahwa kejahatan bisa terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! (PLAK!). Ya, kesempatan itulah yang membuat orang menjadi gelap mata dan tergoda untuk melakukan korupsi. Saat melihat sebuah celah yang bisa dimanfaatkan sebagai ladang untuk mengeruk materi, mata akan menjadi hijau oleh kilau dunia. Saat itu setan akan dengan senang membisikkan kata-kata manis demi menggoda manusia melakukan kesalahan, sebagaimana yang dilakukannya pada Adam dan Hawa. Disinilah pentingnya iman, sebagai penyaring atau gatekeeper untuk bisikan-bisikan sesat yang mampu membahayakan kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat kelak. Itulah kenapa ilmu dan kepandaian saja tidak cukup bila tidak dibekali oleh iman dan ketaqwaan kepada Sang Maha Hidup.
Itulah pengalaman pertama saya menemukan sebuah kesempatan emas untuk melakukan korupsi yang nyata tidak dapat dilacak kebenarannya. Pengalaman seperti ini sebelumnya hanya saya saksikan saja di media massa, dimana disana diberitakan mengenai para pejabat atau PNS nakal yang suka memalsukan laporan perjalanan dinas mereka, menjadikan korupsi semakin tumbuh subur di negeri nan kaya ini. Di hari yang sama pula saya menemukan sebuah fakta menarik mengenai korupsi, yang kemungkinan telah terjadi di perusahaan negara dimana saya ditempatkan bekerja saat ini. Hal ini saya ketahui berdasar perbincangan saya dengan rekan saya di perusahaan yang bekerja di bagian teknologi informasi. Sebelumnya perusahaan kami menawarkan semacam program pengelolaan keuangan yang cepat dan transparan kepada perusahaan rekanan dimana saya ditempatkan. Aplikasi tersebut awalnya ditolak oleh pemegang kekuasaan di perusahaan rekanan tersebut, yang kemudian terpaksa mengiyakannya karena perintah dari tingkatan perusahaan yang lebih tinggi. Padahal bila dipikirkan dengan baik, teknologi yang kami tawarkan adalah teknologi terstruktur yang akan memudahkan pengelolaan keuangan dan meningkatkan transparansi, mencegah korupsi. Dari situ tersirat bahwa masyarakat Indonesia sendiri belum siap untuk menerima dunia anti korupsi, masih suka dengan cara-cara lama yang sebenarnya merugikan bangsa, membuka celah korupsi. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Negara dan bangsa dirugikan karena korupsi, tapi sang pelakulah yang sebenarnya paling dirugikan bila kita bisa memahaminya secara baik. Jadi bila kita tidak mau merugi, janganlah sekali-kali melakukan korupsi. Say NO to KORUPSI, say YES to SEDEKAH!