Typercat18 Berhenti Terbit

Gambar

Saya Lukman Maulana, penulis blog Typercat18 ini dengan sangat menyesal menyatakan, blog yang telah berdiri sejak 2008 ini akan berhenti terbit terhitung sejak artikel ini terbit. Hal ini dikarenakan sistem wordpress yang kurang bersahabat dan menjadi berat. Penutupan ini sekaligus mengikuti ditutupnya blog induk Typercat18 yaitu Navilink47 yang terpaksa ditutup karena Multiply berubah haluan (dan kemudian bangkrut).

Memang awalnya setelah hilangnya Navilink47, saya merencanakan untuk memindahkan aktivitas blogging saya pada blog Typercat18 ini. Sayangnya, entah kenapa saya tidak lagi menemukan feel atau mood menulis blog pada akun wordpress. Sementara, saya menemukan perasaan enjoy ketika membuat weblog baru yang berbasis di Weebly. So, artikel ini menjadi artikel terakhir dari blog Typercat18. Untuk berikutnya, setiap aktivitas blogging saya, dan juga setiap kisah-kisah saya, dipindahkan pada weblog saya di weebly yang beralamat di http://elmaulana.weebly.com. Jadi bagi yang ingin membaca kelanjutan perjalanan hidup saya yang saya tuangkan di dunia maya, bisa mengunjungi weblog terbaru saya tersebut. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf apabila selama penerbitan blog di Typercat18, saya pernah menulis atau menyatakan sesuatu yang menyinggung perasaan pembaca sekalian. Sekian riwayat Typercat 18, sampai berjumpa kembali pada alamat baru, di Elmaulana.

 

Salam, Lukman Maulana, Sang Kucing Pengetik.

Fakta Tentang Kucing

Gambar

Ternyata selama ini kita sudah di bodohi oleh mitos kedokteran tentang kucing.. Dunia kesehatan mengatakan bahwa kucing itu berbahaya, mulai dari bulunya hingga air liurnya..

Hal ini dibarengi dengan politik XXI untuk mengangkat citra Anjing.. Dan sehingga, orang yang menonton XXI akan berpandangan bahwa Anjing itu binatang yang sehat dan bersahabat..

Namun, bagaimanakah fakta sebenarnya??

Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak tiga kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti

– Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
– Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
– Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
– Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
– Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
– Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
– Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
– Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan :
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [eramuslim/islampos/berbagaisumber]

5 Karakter Ikonik Nintendo

Gambar

Sejak pertama kali terjun ke dunia game, Nintendo telah banyak mengeluarkan judul-judul game berkualitas. Dan itu telah berlangsung sejak zaman mesin pertamanya NES hingga mesin terbarunya Wii U. Dalam masa itu, telah banyak karakter game lahir dari perusahaan yang kini dipimpin Satoru Iwata. Di antara beragam karekater tersebut, ada beberapa karakter yang kemudian menjadi populer di antara lainnya. Bahkan kemudian dikenal sebagai karakter-karakter khas atau ikonik Nintendo. Siapa saja mereka?

1.Mario

Gambar

Dikenal pertama kali dengan nama Jumpman, tukang ledeng ini menjadi populer berkat game Super Mario Bros di NES. Hampir dalam setiap penampilannya di game, kakak Luigi ini selalu berusaha menyelamatkan Princess Peach dari Kerajaan Toadstool yang diculik King Bowser. Bisa dibilang, karakter ini adalah karakter game paling terkenal di dunia mengalahkan karakter-karakter lainnya. Keberadaannya sudah begitu lekat dengan Nintendo, menjadikannya maskot bagi perusahaan tersebut. Saking terkenalnya, Mario dikenal sebagai ikon industri game dunia.

2.Link

Gambar

Gamer awam mungkin tidak mengenal nama karakter berkostum hijau ini. Mungkin, banyak yang mengenalnya dengan nama Zelda. Wajar saja, mengingat Link tampil dalam salah satu serial game terbaik sepanjang masa, The Legend of Zelda. Dalam banyak penampilannya di dunia game, ksatria bertangan kidal ini mesti menolong Princess Zelda menyelamatkan Kerajaan Hyrule dari ancaman penyihir jahat, Ganon. Karakternya yang sederhana dengan jalinan cerita luar biasa membuatnya dikenal luas di kalangan gamer dunia.

3.Pikachu

Gambar

Siapa tak kenal monster kuning lucu dengan ekor petir ini. Yup, apabila bicara Pokemon, pasti akan teringat pada Pikachu. Padahal, Pikachu hanyalah satu dari 600-an jenis monster di dunia Pokemon. Bentuknya yang lucu, imut, dan menggemaskan memang membuatnya paling dikenal di antara Pokemon lainnya. Selain tentunya karena dia tampil sebagai karakter utama dalam serial animasi Pokemon. Ditambah suara uniknya yang benar-benar membuat siapapun jatuh hati kepadanya.

4.Donkey Kong

Gambar

Muncul pertama kali sebagai musuh Mario dalam game berjudul namanya, Donkey Kong. Kera besar yang sering disingkat DK ini lantas tampil dalam petualangannya sendiri bersama keluarga kera lainnya dalam genre action platform.Tak mau kalah dari Mario, DK juga tampil dalam serial animasi 3 dimensi yang ikut mempopulerkan namanya. Perseteruannya dengan Mario kemudian berlanjut dalam serial Mario Vs Donkey Kong.

5.Samus Aran

Gambar

Semua gamer pasti terkejut saat mengetahui bounty hunter luar angkasa ini adalah seorang perempuan. Wajar saja bila melihat kostum yang digunakannya saat beraksi. Samus adalah karakter utama dalam serial Metroid. Menjadi heroine pertama membuatnya mendapat tempat di hati para gamer. Apalagi, semakin cepat gamer menyelesaikan permainan, ada kejutan menarik dari Samus yang menunjukkan bahwa dia seorang perempuan.

 Gambar

Desain yang unik ditambah karakteristik yang khas membuat karakter-karakter ini begitu dikenal di komunitas gamer. Sebenarnya masih ada lagi karakter-karakter ikonik Nintendo seperti Fox McCloud dalam serial StarFox, Captain Falcon dalam serial F-Zero, atau Kirby. Karakter-karakter ini sendiri bisa ditemukan dalam game bergenre fighting, Super Smash Bros. (luk)

Korupsi itu Dekat

Gambar

Korupsi itu dekat? Yeah, ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Korupsi adalah kata yang lekat kita dengar di Negara tercinta kita ini, Indonesia. Kata ini sangat-sangat populer di negeri ini, hampir setiap hari bisa kita baca atau kita saksikan di media massa. Sebuah kata yang begitu berbahaya namun mendarah daging di Indonesia, sampai-sampai ada lembaga yang oleh ketua DPR disebut “Super Body”, yaitu KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Tidak bisa dipungkiri bahwa korupsi telah menjadi episode utama dalam drama kehidupan di Indonesia, yang karena kepopulerannya itu saya pikir saya tidak perlu menjelaskan lagi definisi dari kata tersebut. Korupsi memang tidak sebatas materi, namun yang akan saya bahas pada tulisan saya ini berkaitan dengan korupsi materi yang seolah sudah menjadi budaya bangsa dan menyapa kehidupan kita sehari-hari.
Kadang saya tidak habis pikir kenapa banyak pejabat kita yang tergoda untuk melakukan korupsi, yang kemudian membawa mereka ke meja hijau. Seharusnya sebagai aparat pemerintah yang bekerja untuk rakyat, mereka bisa berpikir bahwa korupsi membuat rakyat menderita, sehingga apabila kondisi ini terjadi akan terjadi pergolakan yang membahayakan negeri. Itu efek secara luas, belum lagi efek-efek lainnya yang saling berhubungan. Dalam segi agama, korupsi sama saja dengan mencuri, mengambil sesuatu baik sedikit ataupun banyak yang bukan merupakan bagian milik dari pelaku korupsi. Mencuri adalah dosa, sudah semestinya para pejabat yang katanya pandai dan beragama itu menyadarinya. Dengan nalar dan logika mereka pun seharusnya sudah bisa menahbiskan bahwa korupsi adalah kejahatan. Apakah mereka sudah begitu pandainya hingga berani menentang Tuhan dengan jelas-jelas melanggar perintah-Nya? Terlebih lagi jabatan adalah amanah, yang sudah semestinya tidak disalahgunakan dengan cara korupsi. Tidak menjalankan amanah adalah dosa, artinya pelaku korupsi memiliki dosa lainnya selain mencuri itu sendiri yaitu khianat, yang justru lebih menyedihkan dari korupsi. Lucunya, mereka yang lantang bicara anti-korupsi rupa-rupanya justru terjerat kasus korupsi, seperti salah seorang mantan menteri yang pernah menuliskan pembukaan untuk buku anti korupsi yang ditulis oleh tante saya, hingga yang terbaru dan begitu populer beberapa waktu ini, mantan Putri Indonesia yang terjerat korupsi wisma atlet.
Tapi sebenarnya bila bicara korupsi, itu tidak melulu terjadi di kalangan birokrasi pemerintahan, karena korupsi itu dekat dengan kehidupan masyarakat bahkan hingga tingkatan paling bawah seperti keluarga sekalipun. Korupsi bisa terjadi hampir di seluruh lembaga yang ada di Indonesia tanpa terkecuali. Tidak harus intansi pemerintah namun berlaku pula bagi perusahaan-perusahaan swasta. Bahkan lembaga pendidikan dan agama yang mestinya terpercaya dengan intelijensia mereka juga bisa terjerat kasus korupsi. Contoh termutakhir adalah korupsi di departemen agama mengenai pengadaan Al-Qur’an. Padahal sebagai sebuah departemen yang menangani perihal agama, mereka adalah orang-orang yang lebih faham mengenai dosa bila dibandingkan masyarakat awam pada umumnya.
Pada akhirnya saya mengerti dan memahami kenapa orang Indonesia bisa tergoda untuk melakukan korupsi setelah mengalaminya sendiri secara langsung. Sabtu kemarin saya diminta untuk datang ke Samarinda, menghadiri acara perusahaan. Perusahaan saya mengatakan akan menanggung semua biaya perjalanan dan penginapan selama saya mengikuti acara tersebut, namun saya harus melampirkan pula bukti-bukti pembayarannya. Maka hari Jum’at malam saya berangkat dari Bontang ke Samarinda dengan menumpang bus tujuan Balikpapan. Tempat duduk telah habis terjual dan tempat telah penuh, namun kondektur bus mengizinkan saya naik dengan membayar setengah harga saja (umm… ini korupsi bukan ya? Hehehe… #PLAK!). Karena bus tersebut adalah bus terakhir malam itu, saya tidak punya pilihan selain menumpang pada bus tersebut. Praktis saya tidak mendapatkan tiket perjalanan untuk saya tunjukkan sebagai reimburse pada perusahaan saya. Tapi tidak apa-apa, anggap saja jalan-jalan biasa, toh sudah lama juga saya tidak pergi ke Samarinda, tidak memusingkan apakah nantinya biaya yang saya keluarkan akan diganti perusahaan saya atau tidak.
Setelah menempuh perjalanan yang memuakkan karena berkali-kali ingin muntah (dan akhirnya muntah juga saat busnya berhenti untuk istirahat sejenak di Perangat), saya pun tiba juga di Samarinda. Dari sana saya berjalan kaki menuju kantor perusahaan saya, mengupayakan bisa menginap disana malam itu untuk menghemat biaya. Akan tetapi kantor saya tertutup, terkunci rapat, membuat saya berpikir untuk mencari hotel terdekat untuk menginap malam itu. Pihak perusahaan sendiri sebelumnya telah mencarikan tempat penginapan di sekitar kantor perusahaan, namun rupanya hari itu semuanya penuh sehingga saya pun disuruh untuk mencarinya sendiri dengan syarat tarifnya tidak terlalu mahal dan tidak macam-macam. Biaya penginapannya sendiri nantinya akan digantikan oleh perusahaan saya sesuai bukti pembayaran. Awalnya saya berpikir untuk tidak menginap di hotel demi mengurangi pengeluaran perusahaan. Alternatifnya, saya merencanakan menginap di masjid terdekat. Namun karena tidak enak pada penduduk setempat serta demi kemudahan juga bagi saya nantinya, maka saya kemudian mulai berjalan menyusuri jalanan Samarinda mencari hotel atau penginapan dengan tarif murah di sekitar kantor perusahaan. Lagipula saya kan pegawai bank, tidak elit dong kalau tidak menginap di hotel! (PLAK!)
Saya beberapa kali masuk ke dalam hotel-hotel yang ada disana, namun kebanyakan kamarnya telah terisi penuh dan kamar yang tersisa memiliki tarif yang mahal sehingga membuat saya kembali berjalan mencari hotel yang sesuai. Saat beristirahat di sebuah langgar, saya bertemu dengan seorang warga yang memberikan informasi hotel bertarif murah. Maka saya pun berjalan kembali ke tempat yang dimaksud. Setibanya disana memang ada yang bertarif murah, namun fasilitasnya tidak mendukung ditambah penjaganya malah asyik tertidur, membuat saya meragukan kualitas hotel tersebut. Saya kembali lagi berjalan, bertanya pada pedagang jalanan di tengah malam buta, dimana waktu telah menunjukkan pukul dua pagi. Sang pedagang memberitahukan lokasi beberapa hotel murah di sekitar Pasar Pagi, yang langsung saja saya datangi. Namun sayang setibanya saya di hotel-hotel yang disarankan tersebut, pintu hotel-hotel itu telah terkunci, menandakan bahwa mereka tidak lagi menerima tamu. Saya mulai putus asa dan kembali memikirkan untuk menginap di masjid saja hingga kemudian saya melihat hotel lain di samping hotel-hotel tersebut. Berharap keberuntungan, saya pun masuk kesana. Rupanya penjaganya dan resepsionistnya tengah tertidur, namun mereka langsung terbangun saat saya masuk. Lagi-lagi kamar yang murah telah habis terisi, menyisakan kamar-kamar dengan tarif yang mahal. Saya pun putus asa dan mengatakan saya akan mencari hotel lain dengan getir pada penjaga hotel tersebut. Namun sang penjaga lalu menawarkan tarif murah sebagai pengecualian, mengenakan potongan dua puluh lima persen namun waktu check-out saya jadi lebih pendek, pukul enam pagi. Karena tidak punya pilihan dan menganggapnya sesuai, saya pun menerima tawaran itu dan menginap di hotel tersebut, langsung membayarnya di muka sesuai tarif yang ditawarkan. Saat saya menanyakan tentang bukti pembayaran, resepsionist menawarkan bon kosong, namun saya menolaknya dan meminta bukti pembayaran yang sesuai dengan tarif. Resepsionist mengatakan akan memberikannya saat check-out dan saya lalu diantarkan ke kamar. Praktis saya hanya beristirahat selama tiga jam saja di hotel tersebut, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Saya tidur begitu nyenyak dan terbangun dengan menyegarkan, merasakan tenaga saya kembali pulih terutama setelah mandi. Pukul enam lebih sedikit saya keluar dari kamar hotel untuk check-out sekaligus meminta bukti pembayaran. Sang resepsionist pun mengetikkan bukti pembayarannya dan memberikan kepada saya. Akan tetapi saya tercengang saat saya melihat nominal yang tertera pada bukti pembayaran itu tertulis sesuai dengan tarif asli, meskipun saya sudah membayarnya di muka dengan tarif yang mendapatkan potongan harga. Artinya, bila saya memberikan tanda bukti pembayaran tersebut kepada perusahaan, maka perusahaan akan menggantinya sesuai dengan tarif normal yang dikenakan atas kamar tersebut, bukan sesuai dengan tarif yang telah saya bayar, yang lebih murah dari tarif normalnya. Langsung saja saya tergiur jumlah yang akan saya terima bila saya memberikan bukti pembayaran tersebut. Saya akan bisa mendapat keuntungan senilai seperempat persen dari tarif normal!
Saya terdiam memandangi kertas bukti pembayaran itu. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk mengembalikan kertas itu dan meminta bukti pembayaran baru yang sesuai dengan tarif yang telah saya bayar. Sebagai seorang muslim yang dilatih dan terlatih untuk berbuat jujur, saya merasa tidak berhak menerima uang tersebut walaupun ada kesempatan besar di depan mata. Seperempat bagian itu mungkin jumlah yang kecil, namun sesungguhnya artinya sama besarnya dengan jumlah yang telah dikorupsi oleh para pejabat di negeri ini. Kecil atau besar, korupsi tetaplah korupsi, tidak pernah bisa dibenarkan sekalipun itu dilakukan secara berjamaah. Kalau sholat berjamaah memang sangat dianjurkan, tapi korupsi berjamaah jelas sangat salah. Ada-ada saja memang orang Indonesia, sukanya kok berjamaah untuk hal-hal yang jelek. Weleh-weleh…
Jadi kesimpulannya sama persis seperti yang diucapkan oleh Bang Napi bahwa kejahatan bisa terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! (PLAK!). Ya, kesempatan itulah yang membuat orang menjadi gelap mata dan tergoda untuk melakukan korupsi. Saat melihat sebuah celah yang bisa dimanfaatkan sebagai ladang untuk mengeruk materi, mata akan menjadi hijau oleh kilau dunia. Saat itu setan akan dengan senang membisikkan kata-kata manis demi menggoda manusia melakukan kesalahan, sebagaimana yang dilakukannya pada Adam dan Hawa. Disinilah pentingnya iman, sebagai penyaring atau gatekeeper untuk bisikan-bisikan sesat yang mampu membahayakan kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat kelak. Itulah kenapa ilmu dan kepandaian saja tidak cukup bila tidak dibekali oleh iman dan ketaqwaan kepada Sang Maha Hidup.
Itulah pengalaman pertama saya menemukan sebuah kesempatan emas untuk melakukan korupsi yang nyata tidak dapat dilacak kebenarannya. Pengalaman seperti ini sebelumnya hanya saya saksikan saja di media massa, dimana disana diberitakan mengenai para pejabat atau PNS nakal yang suka memalsukan laporan perjalanan dinas mereka, menjadikan korupsi semakin tumbuh subur di negeri nan kaya ini. Di hari yang sama pula saya menemukan sebuah fakta menarik mengenai korupsi, yang kemungkinan telah terjadi di perusahaan negara dimana saya ditempatkan bekerja saat ini. Hal ini saya ketahui berdasar perbincangan saya dengan rekan saya di perusahaan yang bekerja di bagian teknologi informasi. Sebelumnya perusahaan kami menawarkan semacam program pengelolaan keuangan yang cepat dan transparan kepada perusahaan rekanan dimana saya ditempatkan. Aplikasi tersebut awalnya ditolak oleh pemegang kekuasaan di perusahaan rekanan tersebut, yang kemudian terpaksa mengiyakannya karena perintah dari tingkatan perusahaan yang lebih tinggi. Padahal bila dipikirkan dengan baik, teknologi yang kami tawarkan adalah teknologi terstruktur yang akan memudahkan pengelolaan keuangan dan meningkatkan transparansi, mencegah korupsi. Dari situ tersirat bahwa masyarakat Indonesia sendiri belum siap untuk menerima dunia anti korupsi, masih suka dengan cara-cara lama yang sebenarnya merugikan bangsa, membuka celah korupsi. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Negara dan bangsa dirugikan karena korupsi, tapi sang pelakulah yang sebenarnya paling dirugikan bila kita bisa memahaminya secara baik. Jadi bila kita tidak mau merugi, janganlah sekali-kali melakukan korupsi. Say NO to KORUPSI, say YES to SEDEKAH!

Perpisahan dan Kenangan…

Gambar

Foto perpisahan dengan Mas Adi (nomor dua dari kiri/di sampingku)

Awal bulan lalu adalah awal bulan yang cukup sedih. Aku mesti berpisah dengan dua pegawai di kantor PLN area Bontang, pejabat SDM Mas Debby dan driver Mas Adi. Mas Debby dipindahtugaskan ke PLN Wilayah Kalimantan Timur di Balikpapan sementara Mas Adi mengundurkan diri untuk mencoba peruntungan lain di kota Samarinda. Kedua orang ini adalah pegawai yang baik yang disukai oleh rekan-rekan lainnya. Tak ayal bila kemudian perpisahan dengan mereka berdua bisa begitu emosional. Tapi setiap pertemuan memang selalu berakhir dengan perpisahan…
Pada tulisanku kali ini aku akan sedikit bercerita tentang Mas Adi, driver PLN. Aku sedang asyik mengetik di komputerku saat Mas Adi datang mengucapkan perpisahan pada rekan-rekan lainnya. Aku sendiri terkejut saat mendengar Mas Adi mengundurkan diri dan akan pindah ke Samarinda. Rasanya begitu sedih harus berpisah dengan Mas Adi yang sudah begitu baik padaku. Aku ingat waktu itu aku pernah merasa sakit, tidak enak badan, panas dan pusing. Kebetulan Mas Adi lewat di depanku dan aku iseng bertanya mengenai obat yang tepat untuk sakitku. Mas Adi menyarankan sebuah nama obat untuk kubeli di apotek. Tak lama kemudian dia kembali datang ke mejaku untuk memberikan dua tablet obat yang dimaksud, yang ternyata dia masih memilikinya. Aku berterima kasih padanya dan langsung meminumnya. Obat tersebut memang manjur karena tak lama setelah aku meminumnya, kondisi kesehatanku mulai membaik.
Hubunganku dengan Mas Adi bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan hubunganku dengan Mas Debby, namun bukan berarti hubunganku dengan Mas Debby tidak baik. Sebagai petugas bank yang numpang ngantor di PLN, posisiku tidak terlalu bagus sehingga acapkali mendapat pergantian tempat dikarenakan kebutuhan PLN. Aku pun sempat ditempatkan di satu ruangan bersama pegawai Naga Mas, perusahaan outsourcing dimana Mas Adi bekerja. Selain Naga Mas, di dalam ruangan itu juga terdapat koperasi PLN dan cleaning service. Bila sedang tidak nyetir, Mas Adi biasanya nongkrong di ruangan itu bersama teman-teman lainnya, termasuk dengan Mas Susilo, driver yang super kocak. Karena itulah kami pun sering ngobrol dan bercanda bersama sehingga menjadi akrab. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama ketika kemudian tempatku kembali dipindah dikarenaka ruangan tersebut akan digunakan menjadi ruangan asisten manajer pelayanan, Bapak Purwoko. Sebelumnya ruangan Pak Purwoko berada di lantai atas, namun sejak penyakit yang dideritanya menjadi parah, PLN memutuskan memindahkannya di lantai bawah demi alasan kesehatan. Para pegawai yang sebelumnya berada di ruangan itu pun posisinya menjadi terpecah. Aku dan pegawai koperasi PLN dipindahkan kembali di ruangan bagian Keuangan, sementara Naga Mas dipindahkan ke lantai atas. Sejak saat itu aku dan Mas Adi sudah jarang mengobrol. Paling-paling kalau ketemu saja kami saling menyapa singkat. Di luar kantor sendiri kami sempat beberapa kali tidak sengaja bertemu saat aku sedang berjalan-jalan cari makan.
Aku mungkin tidak terlalu mengenal Mas Adi, tapi aku tahu dan yakin betul bahwa dia orang yang baik. Karena itulah saat hari itu Mas Adi datang untuk berpamitan, entah kenapa rasanya begitu sedih. Tidak hanya diriku, tapi semua pegawai yang pernah mengenal Mas Adi pastilah mengakui kebaikan Mas Adi. Bu Cucu, asisten manajer keuangan sampai menangis tatkala Mas Adi berpamitan pada beliau. Aku yang melihatnya jadi ikut sedih. Ingin ikut menangis tapi tidak bisa, hanya saja dadaku sesak hingga beberapa kali terbatuk. Aku tak menyangka bila Mas Adi akan mengundurkan diri, membuatku harus menemui kembali sebuah perpisahan setelah sebelumnya di tahun lalu berpisah dengan Mbak Ratna, pegawai koperasi yang mengundurkan diri karena harus merawat putranya. Aku tak mau berprasangka buruk, kupikir Mas Adi pastilah punya alasan terbaik kenapa dia memilih resign dan memutuskan mencari pekerjaan lain di Samarinda. Apapun alasannya, aku selalu berharap yang terbaik untuknya. Pertemuan terakhirku dengan Mas Adi adalah malam itu, saat aku datang ke kantor untuk sekedar menghabiskan waktu. Aku menghampirinya yang sedang duduk-duduk di pos satpam. Kujabat tangannya dan entah kenapa aku hanya bisa mengucapkan, “Sampai Jumpa.”
Perpisahan memang berat, tapi itu adalah kenyataan yang harus diterima. Selama bekerja di kantor PLN ini sendiri aku telah bertemu dengan empat perpisahan. Perpisahan pertama di awal-awal masa kerjaku yaitu dengan Mas Erdi, supervisor akuntansi yang begitu vocal mengkritisi kinerja perusahaanku; perpisahan kedua dengan Mbak Ratna, manajer koperasi PLN yang ternyata bertetangga denganku; perpisahan ketiga dengan Mas Adi, driver PLN yang sudah kuceritakan di atas; dan perpisahan keempat atau yang terakhir untuk saat ini yaitu dengan Mas Debby, pegawai personalia PLN yang begitu polos dan baik hati. Keempat-empatnya adalah orang baik yang telah meninggalkan kenangan-kenangan indah selama bekerja di PLN area Bontang. Itulah kenapa perpisahan dengan mereka semua bisa begitu emosional dan tidak bisa dipercaya. Well, orang baik memang akan selalu dikenang dan perpisahan dengan mereka akan selalu diingat. Akan selalu ada kesedihan tatkala kita berpisah dengan mereka, dan kita seakan tidak rela saat menyadari hal itu. Kita tidak rela berpisah dengan mereka, kita akan berusaha menahan mereka agar tetap bersama kita, itulah yang dirindukan dari orang-orang berhati baik. Akan selalu ada air mata karena selalu ada kenangan yang telah tercipta. Tapi satu hal yang harus selalu diingat adalah kebaikan mereka, kebaikan mereka untuk dikenang dan diteladani… karena orang yang kita sayangi, akan hidup selamanya di hati kita…
Hmm… setelah melihat perpisahan yang mengharu biru dengan orang-orang tersebut, aku jadi berpikir dan bertanya…. Apakah kepergianku kelak akan ditangisi? Akankah mereka merindukanku? Apakah mereka akan berat melepasku? Entahlah, kupikir aku terlalu jauh dari itu….

***

Aku berjalan pelan menuju mushola…
Kudapati Mas Debby tengah duduk di ambang pintunya sembari melihat suatu tempat…
Saat aku menghampirinya, dia berkata…
“Mas Lukman, lihatlah burung-burung itu,”
Dengan gerakan kepalanya Mas Debby menunjuk satu arah…
Aku menoleh dan melihat ke tanah yang ditunjuknya,
Beberapa ekor burung tampak berebut minum air yang ada di kubangan…
“Mereka minum dengan senangnya, baru kali ini aku melihat pemandangan indah seperti ini…
Tadi mereka sempat pergi karena ada mobil yang datang, tapi kini mereka kembali lagi untuk minum. Pemandangan yang indah bukan?”
Aku hanya tersenyum mendengarnya. Ya, pemandangan yang indah…

Nabi Muhammad, Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Astronomer Michael H. Hart membuat daftar seratus tokoh paling berpengaruh di dunia dan secara mengejutkan Hart memasukkan Nabi Muhammad dalam urutan pertama. Apa yang menjadi landasan berpikir Hart? Inilah penjelasan Hart, dikutip dari buku ”Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” karangannya …

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.
Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.
Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.
Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.
Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.
Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.
Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.
Tapi, penaklukan besar-besaran –di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab– itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.
Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.
Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.
Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.
Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia “pencatat” Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.
Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.
Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan
Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 – 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.
Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Diambil dari:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

A Child Called It, An Epilogue

Aku merasa sangat beruntung. Masa laluku yang hitam sudah kutinggalkan. Seburuk apa pun masa laluku itu, aku jadi tahu bahwa hidupku sepenuhnya terserah padaku. Dulu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa bila aku bisa keluar hidup-hidup dari situasi yang menimpaku, aku harus berhasil melakukan sesuatu. Aku harus menjadi yang terbaik sesuai kemampuanku. Begitulah aku hari ini. Aku memastikan bahwa masa laluku sudah kulepaskan, dengan menerima fakta bahwa bagian dari kehidupan itu hanyalah sebagian kecil saja dari seluruh kehidupanku. Aku sadar bahwa lubang hitam itu ada disana, senantiasa menunggu untuk menghisap aku dan mengendalikan nasibku selamanya, tetapi itu kalau aku membiarkannya. Aku melakukan kendali positif atas hidupku.

Dave Pelzer, A Child Called It Epilogue