Beranda » kisahku » Cerita Wartawan Kikuk

Cerita Wartawan Kikuk

WartawanRasanya sudah lama sekali gak menulis di blog. Mungkin ini tulisan pertamaku sejak Agustus lalu.Well, menjadi wartawan memang membuatku sangat sibuk sampai tidak sempat menulis blog.
Terakhir kali aku menulis tentang keluar dari pekerjaanku di bank dan mencoba tantangan baru dengan menjadi wartawan media cetak harian lokal populer di Kota Bontang. Sebuah harian lokal yang merupakan anak perusahaan Jawa Pos. Awalnya, aku berjudi dengan nasib. Tapi tanpa terasa, kini enam bulan sudah aku menjalani profesiku sebagai kuli tinta. Sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan bisa bertawan dalam sebuah pekerjaan yang begitu keras.Ada banyak kisah yang telah terjadi selama berjalan enam bulan di satu-satunya harian dengan konten lokal di Kota Bontang ini. Aku mendapatkan banyak pengalaman baru dan juga bertemu dengan orang-orang baru. Serta para pejabat di pemerintahan mulai dari Lurah, Camat, Wali Kota, hingga orang kementerian pernah kutemui. Orang-orang dengan berbagai karakter dan drama yang terbentuk dari itu. Bergama konferensi pers pun pernah kuikuti. Yeah, merasakan sekali bagaimana suka duka menjadi wartawan. Mulai dari sulitnya bertemu narasumber, menghadapi narasumber yang menyebalkan, hingga difitnah dengan keji. Tapi, menjadi wartawan juga membuatku begitu dihargai oleh orang lain. Walaupun sesekali juga dibenci. Memang kuakui hal tersebut hanya karena pekerjaanku sebagai wartawan. Yeah, pekerjaan memang terkadang membedakan kita.

IMG_7759Berbagai pengalaman itu kudapati baik saat mencari berita atau pun saat menulisnya. Padahal, awalnya aku hanya iseng mencoba. Rupanya aku mampu bertahan hingga sekarang. Bahkan aku dianggap berprestasi sehingga banyak sekali pencapaian yang kuraih di umurku yang masih muda sebagai wartawan. Beritaku nyaris tanpa edit, aku dikirim ke luar kota sebelum 3 bulan, dipercaya meliput di DPRD, dipercaya menangani halaman 1, dipercaya menangani advetorial jutaan rupiah, diangkat menjadi asisten redaktur sebelum 6 bulan dan yang membuatku sangat bahagia, yaitu kehilangan bintang pada inisialku pada awal pekan ini. Yeah, bagi seorang wartawan, kehilangan bintang pada inisial adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan! Artinya, tulisan wartawan tersebut sudah benar-benar baik dan dapat terbit tanpa melalui proses editing lagi. Itu membuatku sangat terharu karena aku berhasil mencapainya dalam waktu singkat di bawah targetku.

Meski begitu prestasi-prestasi tersebut masih jauh bagiku untuk berpuas diri. Meskipun sang pimred menyebutku seorang wartawan hebat, namun bagiku aku belum pantas dengan sebutan itu. Bagiku aku masih seorang wartawan kikuk. Yang masih kesulitan berbicara, yang masih suka seenaknya saja datang meliput, yang masih tidak menguasai masalah, yang masih malas bergerak liputan, yang masih bisa dikendalikan narasumber, yang masih sering gagal mendapat berita, dan yang masih lamban dalam menulis berita. Yeah, aku memang harus terus berusaha untuk semakin memperbaiki diri.

Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana nasibku sebagai wartawan ke depan. Apakah aku akan tetap bertahan di media ini, atau aku akan keluar. Mengingat begitu kerasnya kehidupan wartawan yang penuh pasang surut semangat. Penuh ketidakpastian. Aku tidak tahu. Yang pasti saat ini aku akan berusaha sebisa mungkin untuk bertahan menjadi wartawan di mediaku sekarang minimal dalam waktu satu tahun. Setelah itu, barulah kuputuskan untuk bertahan atau berhenti. Aku tidak tahu, tapi yang pasti aku akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik. Apapun yang terjadi nanti, bagaimanapun aku pernah merasakan menjadi seorang wartawan. Sekaligus, membuktikan bahwa kemampuan menulisku telah diakui secara profesional.

Bagaimanapun, aku tidak akan pernah menyesal menjadi seorang wartawan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s