Serial Anak Jepang Paling Berkesan

 3Jepang merupakan negara yang kaya dengan ide-ide kreatif. Hal ini tergambar dari serial anak-anak yang berasal dari Jepang. Yang terbagi dalam beberapa kelompok yaitu anime, tokusatsu, super sentai, metal heroes, dan kamen rider. Ceritanya yang seru dan kualitasnya yang bagus membuat banyak anak terkesima dibuatnya. Termasuk aku ketika masih kecil dulu. Dari sekian banyak serial anak yang hadir di era 90-an yang sempat kunikmati, ada beberapa serial yang begitu meninggalkan kesan dan selalu kuikuti hingga episode terakhir. Nah, ini dia daftar 10 serial anak Jepang yang paling berkesan bagiku. Kita mulai hitungan mundurnya:

10. Cardcaptor Sakura

4

Waktu itu, Cardcaptor Sakura ditayangkan setiap hari Minggu di TPI (sekarang MNC TV). Awal aku mendengar judulnya, kupikir serial ini mengisahkan tentang dinosaurus (captor=raptor?). Ternyata anime ini bercerita tentang gadis SD bernama Sakura yang tidak sengaja membuka buku sihir Clow Reed yang berisi kartu-kartu ajaib! Maka dimulailah petualangan Sakura bersama Keroberos dan teman-teman lainnya, Tomoyo dan Shaoran untuk mengumpulkan kembali kartu-kartu ajaib tersebut sebelum mereka membuat kekacauan!
Kenapa aku suka? Di setiap episodenya, Sakura bertemu dan berhadapan dengan kartu yang berbeda yang berusaha dia tangkap. Sehingga selalu ada yang baru di setiap episodenya dengan menampilkan kartu-kartu yang memiliki kekuatan berbeda-beda.
Bagian paling berkesan? Adalah ketika Sakura berhasil mengumpulkan semua kartunya. Yang ternyata itu belum berakhir! Keroberos yang tengil itu berubah menjadi wujud aslinya singa bersayap dan teman kakaknya Sakura ternyata adalah…
Kalimat favorit? “Angin, datang dan bantu aku!” –Li Sahoran—

9. Ninja Olympiad

2

Merupakan salah satu dari serial Metal Heroes Toei, Ninja Olympiad atau judul aslinya Sekai Ninja Sen Jiraiya berkisah tentang ninja muda Toha Yamaji, yang harus berhadapan dengan berbagai jenis ninja dari belahan dunia demi melindungi peta wasiat keluarga dari klan Sorcerers. Untuk itu, Toha kemudian berubah menjadi ninja berpakaian besi, Jiraiya. Jiraiya disini bukan anggota Sannin Konoha dalam serial Naruto, melainkan sosok ninja pembela kebenaran dengan kostum yang keren! Serial ini dulunya ditayangkan setiap sore (harinya lupa) di Indosiar.
Kenapa aku suka? Ya namanya juga anak kecil, pasti suka aksi heroik ninja. Apalagi kostumnya keren-keren dan memiliki kekuatan-kekuatan yang berbeda satu sama lain. Sama seperti Cardcaptor Sakura, di setiap episodenya serial ini selalu menampilkan ninja-ninja baru dengan karakter yang unik dan pertarungan yang seru abis! Serial ini membuatku selalu ingin menjadi ninja!
Bagian paling berkesan? Ketika Jiraiya kalah. Waktu itu bener-bener gak percaya Jiraiya bisa kalah. Terus kedatangan ninja salib, semacam ksatria templar.
Kalimat favorit? “Jiraiya, menjadi angin. Jiraiya, menjadi cahaya.” –Lagu Opening Indonesianya—

8. Wedding Peach

4

Kala itu serial bishoujo (gadis super) sedang tenar di Indosiar. Setelah Sailor Moon, Indosiar menayangkan Wdding Peach. Kelompok gadis remaja yang terdiri dari Momoko, Yuri, dan Hinagiku yang memiliki kekuatan bidadari cinta untuk mengalahkan ambisi ratu iblis Raindevilla. Masing-masing angel, memiliki nama bunga. Uniknya, mereka menggunakan gaun pengantin saat mengeluarkan jurus pamungkasnya. Ceritanya mirip Sailor Moon, tapi jauh lebih sederhana karena anggotanya sedikit. Meski begitu ceritanya tidak kalah mengharukannya dengan Sailor Moon.
Kenapa aku suka? Ceritanya bagus dan tokoh-tokohnya keren. Masing-masing personil Wedding Peach memiliki karakter yang berbeda-beda. Meskipun serial pembela kebenaran, tapi ada juga cerita cinta mengharukan yang sampai saat ini selalu terngiang-ngiang di benakku.
Bagian paling berkesan? Yaitu ketika Yousuke, pemuda yang disukai oleh Momoko menjadi jahat, yang kemudian memunculkan dilema bagi Momoko tersebut.
Kalimat favorit? “Wedding Peach, Ganti warna!” –ucapan Wedding Peach ketika berubah—

7. Birdman Squadron Jetman

5

Ada banyak serial super sentai (pasukan super) yang pernah aku saksikan. Tapi, Jetman adalah yang terbaik dari kesemuanya. Dulu ditayangkan setiap hari Minggu pagi di Indosiar, Jetman mengisahkan lima prajurit pembela kebenaran yang berjuang bersama untuk menghentikan niat jahat Vyram, organisasi jahat yang berniat menguasai dunia.
Kenapa aku suka? Aku suka kostum Jetman yang menyerupai burung dan memiliki sayap. Pesawatnya juga keren.
Bagian paling berkesan? Adalah episode pertamanya. Ketika sepasang Rie, kekasih Ryu terbunuh saat serangan Vyram. Ryu menjadi Jetman merah, sementara Rie yang dikira meninggal kemudian diketahui menjadi Maria, salah satu pemimpin kelompok jahat tersebut. Kisah Jetman merah merebut kembali sang kekasih yang telah menjadi jahat, merupakan konflik super sentai terbaik yang pernah kusaksikan.
Kalimat favorit? Tidak ada. Aku lupa.

6. Ultraman Tiga

6

Aku mengenal serial Ultraman sejak Ultraman Taro dan Ultraman Leo yang waktu itu ditayangkan di SCTV. Tapi, serial Ultraman terbaik bagiku adalah Ultraman Tiga yang merupakan serial Ultraman pertama yang ditayangkan di Indosiar. Juga, serial pembuka setelah serial Ultraman hiatus selama 15 tahun. Mengisahkan tentang Daigo, pilot armada khusus GUTS. Setelah terkena cahaya, Daigo berubah menjadi Ultraman Tiga dan membantu GUTS melawan monster-monster jahat yang berniat menghancurkan bumi.
Kenapa aku suka? Karakter Daigo yang tenang dan lemah lembut (terkesan culun) adalah karakter Ultraman terbaik di antara yang lainnya yang begitu kentara sifat pemberaninya. Apalagi, cerita cinta Daigo dan Rena, serta kisah-kisah personil GUTS lainnya yang ditampilkan dengan apa adanya, memperlihatkan sisi manusia yang begitu terasa.
Bagian paling berkesan? Saat Ultraman Tiga berhasil mengalahkan monster dan Daigo kembali berkumpul bersama pasukan GUTS. Daigo yang terkesan selalu datang terlambat dan pasukan GUTS bertanya, “Hei, darimana saja kamu?”
Kalimat Favorit? “Daigo!” –Rena memanggil Daigo—

5. Kamen Rider Black/RX

7

Serial Kamen Rider pertama yang kutonton dan begitu berkesan. Di Indonesia ditayangkan di RCTI dengan judulnya diubah menjadi Kstaria Baja Hitam. Mengisahkan pemuda bernama Kotaro Minami, hanya manusia biasa hingga dia menjadi bahan percobaan Gorgom, kelompok jahat yang berniat menguasai bumi. Berhasil selamat, Kotaro kemudian berubah menjadi Kamen Rider Black, bersama belalang tempur (Battle Hopper) berusaha menghentikan niat jahat Gorgom menguasai bumi. Serial ini kemudian bersambung ke serial Kamen Rider Black RX dengan lawan baru, Crisis Empire pimpinan Jenderal Jark.
Kenapa aku suka? Hei, semua anak di masa itu suka dengan serial ini! Dan semuanya selalu ingin jadi Ksatria Baja Hitam! Saat itu semua anak memiliki baju bergambar Ksatria Baja Hitam, membuatku iri dan selalu merengek pada ayahku untuk membelikannya. Aku ingat, kaos Ksatria Baja Hitam pertama yang dibelikan ayahku adalah yang bergambar RX Robo.
Bagian paling berkesan? Saat aku yang mengendarai sepeda roda tigaku jatuh dari turunan dan menangis hanya untuk segera pulang ke rumah untuk menonton serial ini. Huh, kejadian itu selalu teringat sampai sekarang. Well, kalau bagian dari ceritanya, aku suka ketika Black melawan Shadow Moon. Atau ketika Kamen Rider mengendarai belalang tempur menyusuri jalanan. Untuk versi RX, yaitu ketika RX Robo masuk ke dalam kobaran api. Cool!
Kalimat favorit? “Pukulan Maut!” –Jurus pamungkas Kamen Rider Black—

4. Pokemon

8

Jauh sebelum ditayangkan di SCTV, aku sudah menyaksikan serial Pikachu dan kawan-kawan ini di VCD original. Dan, betapa bahagianya aku ketika SCTV menayangkannya setiap Sabtu dan Minggu malam kala itu. Pokemon berkisah tentang Ash Ketchum (dalam tayangan SCTV diganti jadi Ali) yang ingin menjadi Pokemon Master, pelatih Pokemon terhebat di dunia! Dia pun melakukan petualangan bersama Pikachu mengumpulkan delapan lencana menuju liga Pokemon.
Kenapa aku suka? Jujur, awalnya aku suka menyaksikan serial ini karena suara Pikachu yang lucu. Tapi tidak itu saja sih. Serial Pokemon menampilkan sebuah petualangan yang selalu diimpikan oleh anak-anak. Melakukan perjalanan bersama monster yang memiliki kekuatan yang bisa dibawa di saku. Dan, aku selalu ingin punya Pokemon. Aku bahkan mengumpulkan koleksi tazos bergambar Pokemon!
Bagian yang berkesan? Episode ketika Ash pertama kali bertemu Pikachu. Dan kekalahannya di liga Pokemon Indigo saat melawan Richie. Semua itu sangat mengharukan!
Kalimat favorit? “Ayo-ayo si Gary!” –sorakan pendukung Gary—

3. Jiban

1
Indosiar waktu itu suka sekali menayangkan serial metal hero genre polisi super. Mulai dari Winspector, Jiban, Solbrain, hingga Janperson. Tapi, di antara serial-serial tersebut, Jiban yang menurutku terbaik. Mengisahkan tentang Naoto Tamura, seorang polisi yang dibunuh oleh sindikat Biolon pimpinan Dokter Giba. Dia kemudian dihidupkan kembali sebagai robot detektif Jiban untuk mengalahkan sindikat Biolon yang jahat.

Kenapa aku suka? Dengan kostum yang gelap dan misterius, serta gayanya yang khas ketika turun dari mobil. Apalagi, dia selalu menunjukkan lencana dan membacakan pasal-pasal ketika akan menangkap penjahat, mirip seperti RoboCop. Bisa dibilang Jiban ini RoboCopnya Jepang. Jiban yang menurutku paling keren di antara polisi super lainnya.
Bagian paling berkesan? Jiban adalah alasanku bangun pagi di hari Minggu. Karena saat itu jam tayangnya begitu pagi, kalau tidak salah pukul 06.00 WIB. Serial Jiban ini sangat berkesan bagiku karena aku dan teman-teman sekolahku waktu itu suka sekali bermain “Jiban-Jibanan” dengan membuat topeng ala Jiban dari kertas dan kemudin dikenakan di kepala. Topeng itu dulu terkenal sekali!
Kalimat favorit? “Jiban! Jiban!!!” –lagu openingnya—

2. Digimon Adventure

9

Ini adalah serial favoritku di setiap Minggu. Rasanya hari Minggu belum pas bila belum menonton Digimon yang ditayangkan di Indosiar. Bercerita tentang tujuh anak terpilih yang terhisap ke dunia digital saat liburan musim panas. Masing-masing kemudian didampingi Digimon, monster yang bisa berubah menjadi lebih kuat. Sembari mencari jalan keluar dari dunia digital, ketujuh anak yang dipimpin oleh Taichi ini kemudian bersama-sama berusaha mengalahkan Digimon-Digimon yang jahat di bawah kekuasaan Devimon.
Kenapa aku suka? Ceritanya seru dan penuh drama. Anak-anak terpilih ditampilkan apa adanya dengan sifat mereka masing-masing. Mungkin ini serial dengan karakter anak-anak yang sangat masuk akal, dengan berbagai latar belakang yang ada. Dimana sifat anak-anak mereka begitu terlihat alami dan tidak mengada-ada, sesuai dengan umur mereka. Ketakutan dan ketidakberdayaan mereka berhasil ditampilkan dengan baik. Sehingga, aku yang saat itu masih kecil bisa memahami perasaan mereka dan merasakan emosi yang sama dengan mereka. Tidak seperti serial-serial lainnya yang menampilkan karakter anak kecil tapi terlihat begitu hebat dan bijaksana, jauh melebihi umurnya.
Bagian paling berkesan? Perseteruan antara Taichi dengan Yamato akibat hasutan Digimon pohon jahat. Juga, lagu openingnya yang bahasa Indonesia yang terus teringat sampai sekarang. “Hal yang bukan urusanmu, lebih baik lupakan saja! Tidak ada waktu, untuk bermain-main!”
Kalimat favorit? “Agumon berubah menjadi… Greymon!” –Ucapan Agumon saat berubah—

1.Samurai X

475672

Di Indonesia, Rurouni Kenshin pertama kali ditayangkan di SCTV setiap Senin sampai Jumat dalam program Animax pukul 15.00 WIB (sampai hapal!) dengan judul Samurai X. Ceritanya tentang mantan samurai pembunuh, Kenshin Himura yang dikenal dengan julukan batosai sang pembantai pada pertempuran Bakumatsu. Berjanji untuk tidak membunuh lagi, di masa damai Kenshin membalik mata pedangnya, dengan bagian tajam berada di belakang. Namun, orang-orang jahat dan musuh-musuh dari masa lalunya seolah tidak merelakan dirinya pensiun sebagai pembantai. Dengan teknik pedang yang hebat, Kenshin berusaha melindungi orang-orang tak berdosa dan juga teman-temannya yang ditemui di sepanjang perjalanan.
Kenapa aku suka? Sekali lagi karena ceritanya. Cerita Samurai X sangat seru. Serta, menampilkan pertarungan-pertarungan pedang yang keren. Apalagi, selalu ada lawan-lawan baru di setiap episodenya. Dengan cerita yang sulit untuk ditebak. Penuh drama. Membuatku selalu penasaran dengan kelanjutan serial ini. Setiap pulang sekolah, Samurai X adalah serial yang paling kunanti.
Bagian paling berkesan? Adalah perjalanan Kenshin dalam mengalahkan Shishio, setelah sebelumnya harus terlebih dulu menghadapi anak buah Shishio yang kuat dan kejam. Benar-benar menegangkan dan emosional!
Kalimat favorit? “Aku tidak akan membunuh lagi.” –Kenshin Himura—

——————————

Ah, kalau diingat-ingat saat-saat itu sangat menyenangkan. Andai aku bisa kembali lagi ke masa lalu dan menyaksikan kembali serial-serial itu. Walaupun kebanyakan ceritanya klasik. Tapi gak tahu kenapa ya hal-hal yang seperti itu rupanya disukai oleh anak-anak zaman dulu.
Anak zaman dulu, mesti nunggu hari Minggu baru bisa nonton anime dan serial anak Jepang lainnya yang aman di televisi karena sudah melalui lembaga sensor.
Kalau Anak zaman sekarang, gak mesti nunggu hari Minggu, bisa download berbagai judul dan jenis anime di internet ngabisin paketan yang ada. Soal keamanan dan sensor, saya tidak tahu.

Iklan

Cerita Wartawan Kikuk

WartawanRasanya sudah lama sekali gak menulis di blog. Mungkin ini tulisan pertamaku sejak Agustus lalu.Well, menjadi wartawan memang membuatku sangat sibuk sampai tidak sempat menulis blog.
Terakhir kali aku menulis tentang keluar dari pekerjaanku di bank dan mencoba tantangan baru dengan menjadi wartawan media cetak harian lokal populer di Kota Bontang. Sebuah harian lokal yang merupakan anak perusahaan Jawa Pos. Awalnya, aku berjudi dengan nasib. Tapi tanpa terasa, kini enam bulan sudah aku menjalani profesiku sebagai kuli tinta. Sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan bisa bertawan dalam sebuah pekerjaan yang begitu keras.Ada banyak kisah yang telah terjadi selama berjalan enam bulan di satu-satunya harian dengan konten lokal di Kota Bontang ini. Aku mendapatkan banyak pengalaman baru dan juga bertemu dengan orang-orang baru. Serta para pejabat di pemerintahan mulai dari Lurah, Camat, Wali Kota, hingga orang kementerian pernah kutemui. Orang-orang dengan berbagai karakter dan drama yang terbentuk dari itu. Bergama konferensi pers pun pernah kuikuti. Yeah, merasakan sekali bagaimana suka duka menjadi wartawan. Mulai dari sulitnya bertemu narasumber, menghadapi narasumber yang menyebalkan, hingga difitnah dengan keji. Tapi, menjadi wartawan juga membuatku begitu dihargai oleh orang lain. Walaupun sesekali juga dibenci. Memang kuakui hal tersebut hanya karena pekerjaanku sebagai wartawan. Yeah, pekerjaan memang terkadang membedakan kita.

IMG_7759Berbagai pengalaman itu kudapati baik saat mencari berita atau pun saat menulisnya. Padahal, awalnya aku hanya iseng mencoba. Rupanya aku mampu bertahan hingga sekarang. Bahkan aku dianggap berprestasi sehingga banyak sekali pencapaian yang kuraih di umurku yang masih muda sebagai wartawan. Beritaku nyaris tanpa edit, aku dikirim ke luar kota sebelum 3 bulan, dipercaya meliput di DPRD, dipercaya menangani halaman 1, dipercaya menangani advetorial jutaan rupiah, diangkat menjadi asisten redaktur sebelum 6 bulan dan yang membuatku sangat bahagia, yaitu kehilangan bintang pada inisialku pada awal pekan ini. Yeah, bagi seorang wartawan, kehilangan bintang pada inisial adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan! Artinya, tulisan wartawan tersebut sudah benar-benar baik dan dapat terbit tanpa melalui proses editing lagi. Itu membuatku sangat terharu karena aku berhasil mencapainya dalam waktu singkat di bawah targetku.

Meski begitu prestasi-prestasi tersebut masih jauh bagiku untuk berpuas diri. Meskipun sang pimred menyebutku seorang wartawan hebat, namun bagiku aku belum pantas dengan sebutan itu. Bagiku aku masih seorang wartawan kikuk. Yang masih kesulitan berbicara, yang masih suka seenaknya saja datang meliput, yang masih tidak menguasai masalah, yang masih malas bergerak liputan, yang masih bisa dikendalikan narasumber, yang masih sering gagal mendapat berita, dan yang masih lamban dalam menulis berita. Yeah, aku memang harus terus berusaha untuk semakin memperbaiki diri.

Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana nasibku sebagai wartawan ke depan. Apakah aku akan tetap bertahan di media ini, atau aku akan keluar. Mengingat begitu kerasnya kehidupan wartawan yang penuh pasang surut semangat. Penuh ketidakpastian. Aku tidak tahu. Yang pasti saat ini aku akan berusaha sebisa mungkin untuk bertahan menjadi wartawan di mediaku sekarang minimal dalam waktu satu tahun. Setelah itu, barulah kuputuskan untuk bertahan atau berhenti. Aku tidak tahu, tapi yang pasti aku akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik. Apapun yang terjadi nanti, bagaimanapun aku pernah merasakan menjadi seorang wartawan. Sekaligus, membuktikan bahwa kemampuan menulisku telah diakui secara profesional.

Bagaimanapun, aku tidak akan pernah menyesal menjadi seorang wartawan…