Beranda » kisahku » Tabligh Akbar Opick is Epic!

Tabligh Akbar Opick is Epic!

Opick tampil memukau…
 

Jum’at malam kemarin tanggal 24 Februari 2012 aku bersama teman-teman PLN Bontang datang menghadiri acara Halal Fair yang diselenggarakan oleh Koperasi Jasa Keuangan syariah (KJKS) Halal (dulu Halal Bank). Acara ini diselenggarakan sebagai peringatan ulang tahun KJKS Halal sekaligus pemberangkatan jamaah umroh KJKS Halal. Bertempat di komplek Halal Square, pada malam itu penyanyi religi Opick akan hadir untuk memeriahkan acara disana dalam Tabligh Akbar. Itulah kenapa kami datang menghadiri acara itu yang tak lain tak bukan untuk menyaksikanTabligh Akbar yang menampilkan Opick. Malam itu Mas Nirwan menawariku untuk ikut bersama-sama datang kesana. Daripada suntuk di rumah, aku pun mengiyakannya. Kami berangkat berenam, empat orang laki-laki yaitu aku, Mas Nirwan, Mas Catur, dan Syarif; dan dua orang wanita yaitu Mbak Umi dan Mbak Wulan. Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Mas Umar, cuma Mas Umar mengurungkan niatnya dan memilih untuk berkaraoke di gedung PLN. Padahal dia sudah berdandan rapi dengan pakaian muslim saat berkumpul di gedung PLN Bontang. Aku sendiri memakai baju batik yang siang sebelumnya kugunakan untuk bekerja karena aku tidak punya pakaian muslim. Satu-satunya pakaian muslim yang aku bawa dari Jawa entah mengapa tidak ada di lemari pakaianku. Aku tidak punya pilihan selain tetap menggunakan pakaian batik itu sementara mereka yang datang kesana kebanyakan mengenakan pakaian serba putih.

opick 1
Teman-teman PLN yang gokil abis…

Kami berenam berangkat setelah Isya dengan menggunakan sepeda motor. Awalnya kami merencanakan berjalan kaki menuju ke tempat acara yang sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi kemudian salah seorang teman Mbak Umi menyarankan untuk mengendarai sepeda motor karena menurutnya jauh dan bila berjalan kaki bisa melunturkan bedak yang dipakai Mbak Umi. Akhirnya kami berangkat dengan tiga sepeda motor, Mbak Wulan membonceng Mbak Umi, Mas Nirwan membonceng Mas Catur, sementara aku sendiri membonceng Syarif. Suasana di Halal Square sudah cukup ramai saat kami datang, dengan jalan raya di depannya dipadati kendaraan. Setelah kami memarkirkan kendaraan kami di seberang tempat acara, kami pun berjalan menuju Halal Square tempat acara akan diadakan. Disana kami bertemu dengan pegawai PLN yang menjadi panitia acara, Mas Aryo. Mas Aryo mempersilakan kami duduk di tempat yang disediakan di depan panggung. Semua orang yang duduk disana mengenakan pakaian serba putih, membuatku merasa tidak enak saja karena hanya aku yang mengenakan pakaian batik. Aku bahkan bercanda pada Mas Nirwan, “Yang lainnya pada pergi ke pengajian, aku sendiri yang pergi ke kondangan.” Sebenarnya Mas Catur juga tidak mengenakan pakaian putih, dia mengenakan pakaian hitam tapi tetap saja pakaianku yang mencolok karena berwarna krem cerah dengan motif batik. Tapi toh akhirnya aku cuek saja, toh pakaian yang kukenakan sudah sopan walaupun tidak sesuai dengan tema malam itu.

opick1
Bapak Suratman selaku ketua KJKS memberikan sambutan…

Sambil menunggu kedatangan Opick, grup musik nasyid mengisi acara terlebih dahulu dengan menyanyikan lagu-lagu bernafaskan Islam. Setelahnya Ketua KJKS Halal, Bapak Suratman naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan. Dari sambutannya itu aku langsung mengagumi Bapak Suratman yang katanya dulu bukanlah siapa-siapa dan hidup di jalanan, kini menjadi pimpinan dari KJKS Halal, sebuah badan usaha yang kini memiliki banyak anak perusahaan. Aku kagum dan salut dengan Bapak Suratman serta KJKS Halal yang telah berkontribusi aktif mengembangkan ekonomi rakyat dengan prinsip syariah, hal yang sudah seharusnya ditiru oleh pengusaha-pengusaha muslim lainnya. Usai memberikan sambutan, Bapak Suratman didaulat oleh MC untuk memanggil Opick secara langsung. Beliau pun memanggil Opick yang sudah tiba di tempat acara untuk muncul dari balik panggung. Akhirnya yang dinantikan pun datang, seorang lelaki berpakaian jubah hitam dengan sorban putih. Itu benar Opick, penyanyi Tombo ati itu, bisikku saat melihatnya muncul di atas panggung.

Opick 3
Syarif sepanggung sama Opick, jadi iri nih…

Opick membuka penampilannya dengan salam dan sambutan singkat, lalu membawakan lagu pertamanya malam itu, Cahaya Hati. Sebelum menyanyikan lagu itu, Opick bercerita singkat mengenai sejarah singkatnya menjadi seorang penyanyi religi dan juga kisah yang melatarbelakangi terciptanya lagu Cahaya Hati. Kemudian seusai menyanyikan lagu itu, Opick meminta salah seorang penonton naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersamanya. Yang membuatku terkejut adalah ketika Syarif yang duduk di sampingku secara tiba-tiba langsung bangkit berdiri dan maju ke depan naik ke atas panggung. Wah, Syarif benar-benar pemberani, pasukan tanpa malu, batinku melihat keberaniannya. Syarif pun berada satu panggung dengan Opick, tepat di sampingnya, membuat aku dan kawan-kawan terperanjat kagum bercampur bangga. Opick lalu menanyakan pertanyaan perkenalan pada Syarif yaitu nama, umur, pekerjaan, dan kemudian beliau menanyakan apakah Syarif memiliki keinginan untuk berangkat ke tanah suci. Dari situlah Opick mulai bercerita mengenai kisah perjalanan hidupnya, khususnya bagaimana ceritanya beliau bisa naik haji berkali-kali padahal beliau bukanlah orang berpunya. Salah satu kesimpulan yang kutangkap dari kisah Opick adalah apabila kita memiliki suatu niat tulus karena Allah, niscaya Allah akan selalu memberikan jalan dan bantuan kepada kita. Subhanallah… sebuah kisah yang sangat memberikan inspirasi. Sayangnya ada gangguan teknis yang mengganggu penyajian cerita itu tatkala listrik beberapa kali mati hingga akhirnya kembali seperti sedia kala. Opick lalu mengajak Syarif bernyaanyi bersama, menanyakan padanya lagu Opick apa yang disukainya atau bisa dinyanyikannya. Syarif menjawab Astagfirullah, yang kemudian dibenarkan sebagai Istighfar oleh Opick. Seperti lagu pertama, Opick pun menceritakan latar belakang terciptanya lagu yang kusukai itu. Rupanya kisah dibalik lagu Istighfar sangatlah menyentuh, yaitu ada dua kisah yang pertama tentang seorang imam masjid di kampung halaman Opick dan yang kedua tentang masa lalu Opick yang dulu berambut gondrong sebagai penyanyi Rock. Setelah selesai berkisah, Opick mulai menyanyikan lagu Istighfar sementara di tengah lagu seorang panitia meminta Syarif untuk turun dari panggung, mungkin karena mengangganggu pemandangan… Hahaha… (bercanda kok Rip).

Opick 4
Opick tak segan turun dari panggung…
 

Dalam penampilannya di kota Bontang ini Opick tampil begitu bersahaja dan terlihat sangat bersahabat, dimana Opick tak sungkan turun dari panggung ketika bernyanyi untuk membaur dengan para penonton. Dalam kesempatan itu pula Opick menghimbau kepada para pengunjung yang datang malam itu untuk secara spontan bersedekah demi anak yatim. Beliau meminta panitia untuk berkeliling menerima sedekah dari para penonton yang hadir malam itu untuk nantinya hasil sedekah tersebut akan diberikan pada anak yatim yang membutuhkan. Sembari menghitung penggalangan dana tersebut, Opick menyanyikan lagu Nikmatnya Bersedekah, yang liriknya menentramkan hati para pendengarnya termasuk diriku. Jumlah dana yang terkumpul dari penggalangan dana malam itu mencapai sepuluh juta Rupiah, yang kemudian ditambahkan sepuluh juta lagi oleh Bapak Suratman sehingga totalnya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Subhanallah… mendapatkan uang sebanyak itu untuk niat mulia hanya dalam aksi spontanitas satu malam saja, memang benar kata Bang Opick melalui lagu yang dinyanyikannya. Hal ini membuatku semakin mengidolakan Opick saja. Tak banyak lho penyanyi yang memiliki hati mulia. Islam mengajarkan kepada kita untuk saling berbagi pada mereka yang membutuhkan, dan Opick telah menunjukkannya melalui sebuah aksi nyata. Sebuah contoh yang sangat apik sebagai bagian dari berlomba-lomba di dalam kebajikan.

Opick 5
Opick mengajak anak-anak bernyanyi bersama…

Opick kemudian mengajak anak-anak yang ada disana untuk naik ke atas panggung bernyanyi bersama dengan beliau menyanyikan lagu Assalamu’alaikum. Langsung saja anak-anak kecil langsung berbondong-bondong naik ke atas panggung dan mengelilingi Opick. Dua di antara anak-anak kecil ternyata adalah keponakanku kembar bersaudara yang juga datang menghadiri acara itu. Wah, aku jadi iri nih sama Syarif dan dua keponakanku yang bisa satu panggung dengan Opick. Pada akhirnya setelah membawakan total lima buah lagu pada malam itu termasuk lagu andalan Tombo Ati, Opick menutup penampilannya dengan membacakan doa untuk keselamatan jamaah umroh yang akan berangkat khususnya, dan untuk keselamatan semua pengunjung yang datang malam itu secara umum. Dan acara malam itu pun selesailah sudah, meninggalkan sebuah kesan menyenangkan sekaligus menentramkan di hatiku. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Opick begitu dekat seperti malam itu. Walaupun tidak berada satu panggung dengannya seperti yang dialami Mas Syarif, tapi aku sempat memotretnya pada jarak yang relatif dekat dan itu saja sudah cukup membuatku senang. Dalam perjalanan pulang aku bertanya pada Syarif layaknya wartawan, “Mas Syarif, bagaimanakah rasanya berada satu panggung dengan Opick?” dan Syarif menjawab ala seleberitis dadakan, “Rasanya nervous banget, bener-bener gak disangka-sangka… gugup banget…” Hahaha, salut deh buat Syarif atas keberaniannya naik ke atas panggung.

Opick 6
Mau kondangan Bos?
 

Dan begitulah kisah pertemuanku dengan Opick, yang dulu sangat aku idolakan waktu duduk di bangku SMA (sekarang juga masih kok). Lirik-lirik lagunya itu rasanya begitu mengena, tepat bila disebut sebagai syiar dalam syair. Penampilannya pun sangat sederhana dan bersahaja, gak neko-nekolah pokoknya. Dulu aku bertanya-tanya apakah seorang Opick bisa bertahan hidup hanya dengan menjadi penyanyi religi yang pasarnya kurang diminati kala itu, dan pertanyaanku itu akhirnya terjawab pada malam saat Opick tampil di Halal Square. Tuhan senantiasa akan menolong hambanya yang ikhlas menolong agamanya melalui beragam cara yang tidak kita ketahui, sebagaimana yang pernah kubaca di kitab suci, dan itu benar-benar terbukti. Teruslah berkarya Bang Opick dan teruslah memberikan teladan yang baik bagi generasi penerus di negeri ini, memberikan inspirasi pada kita semua untuk terus maju dan melakukan yang terbaik demi agama, bangsa dan negara. Dan buat KJKS Halal, terima kasih banyak telah menghadirkan Bang Opick di kota Bontang, memberikan kesempatan padaku untuk bisa bertemu dengannya dari dekat.
Teruslah berkarya dan tunjukkan aksi nyata… Salam ukhuwah… 

Oh iya, buat kalian yang mau melihat video penampilan Opick di Halal Square, berikut ini video amatir rekamanku yang kacau karena suaranya tabrakan sama sound dan gambarnya gelap… Hehehe… Enjoy… 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s