Tabligh Akbar Opick is Epic!

Opick tampil memukau…
 

Jum’at malam kemarin tanggal 24 Februari 2012 aku bersama teman-teman PLN Bontang datang menghadiri acara Halal Fair yang diselenggarakan oleh Koperasi Jasa Keuangan syariah (KJKS) Halal (dulu Halal Bank). Acara ini diselenggarakan sebagai peringatan ulang tahun KJKS Halal sekaligus pemberangkatan jamaah umroh KJKS Halal. Bertempat di komplek Halal Square, pada malam itu penyanyi religi Opick akan hadir untuk memeriahkan acara disana dalam Tabligh Akbar. Itulah kenapa kami datang menghadiri acara itu yang tak lain tak bukan untuk menyaksikanTabligh Akbar yang menampilkan Opick. Malam itu Mas Nirwan menawariku untuk ikut bersama-sama datang kesana. Daripada suntuk di rumah, aku pun mengiyakannya. Kami berangkat berenam, empat orang laki-laki yaitu aku, Mas Nirwan, Mas Catur, dan Syarif; dan dua orang wanita yaitu Mbak Umi dan Mbak Wulan. Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Mas Umar, cuma Mas Umar mengurungkan niatnya dan memilih untuk berkaraoke di gedung PLN. Padahal dia sudah berdandan rapi dengan pakaian muslim saat berkumpul di gedung PLN Bontang. Aku sendiri memakai baju batik yang siang sebelumnya kugunakan untuk bekerja karena aku tidak punya pakaian muslim. Satu-satunya pakaian muslim yang aku bawa dari Jawa entah mengapa tidak ada di lemari pakaianku. Aku tidak punya pilihan selain tetap menggunakan pakaian batik itu sementara mereka yang datang kesana kebanyakan mengenakan pakaian serba putih.

opick 1
Teman-teman PLN yang gokil abis…

Kami berenam berangkat setelah Isya dengan menggunakan sepeda motor. Awalnya kami merencanakan berjalan kaki menuju ke tempat acara yang sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi kemudian salah seorang teman Mbak Umi menyarankan untuk mengendarai sepeda motor karena menurutnya jauh dan bila berjalan kaki bisa melunturkan bedak yang dipakai Mbak Umi. Akhirnya kami berangkat dengan tiga sepeda motor, Mbak Wulan membonceng Mbak Umi, Mas Nirwan membonceng Mas Catur, sementara aku sendiri membonceng Syarif. Suasana di Halal Square sudah cukup ramai saat kami datang, dengan jalan raya di depannya dipadati kendaraan. Setelah kami memarkirkan kendaraan kami di seberang tempat acara, kami pun berjalan menuju Halal Square tempat acara akan diadakan. Disana kami bertemu dengan pegawai PLN yang menjadi panitia acara, Mas Aryo. Mas Aryo mempersilakan kami duduk di tempat yang disediakan di depan panggung. Semua orang yang duduk disana mengenakan pakaian serba putih, membuatku merasa tidak enak saja karena hanya aku yang mengenakan pakaian batik. Aku bahkan bercanda pada Mas Nirwan, “Yang lainnya pada pergi ke pengajian, aku sendiri yang pergi ke kondangan.” Sebenarnya Mas Catur juga tidak mengenakan pakaian putih, dia mengenakan pakaian hitam tapi tetap saja pakaianku yang mencolok karena berwarna krem cerah dengan motif batik. Tapi toh akhirnya aku cuek saja, toh pakaian yang kukenakan sudah sopan walaupun tidak sesuai dengan tema malam itu.

opick1
Bapak Suratman selaku ketua KJKS memberikan sambutan…

Sambil menunggu kedatangan Opick, grup musik nasyid mengisi acara terlebih dahulu dengan menyanyikan lagu-lagu bernafaskan Islam. Setelahnya Ketua KJKS Halal, Bapak Suratman naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan. Dari sambutannya itu aku langsung mengagumi Bapak Suratman yang katanya dulu bukanlah siapa-siapa dan hidup di jalanan, kini menjadi pimpinan dari KJKS Halal, sebuah badan usaha yang kini memiliki banyak anak perusahaan. Aku kagum dan salut dengan Bapak Suratman serta KJKS Halal yang telah berkontribusi aktif mengembangkan ekonomi rakyat dengan prinsip syariah, hal yang sudah seharusnya ditiru oleh pengusaha-pengusaha muslim lainnya. Usai memberikan sambutan, Bapak Suratman didaulat oleh MC untuk memanggil Opick secara langsung. Beliau pun memanggil Opick yang sudah tiba di tempat acara untuk muncul dari balik panggung. Akhirnya yang dinantikan pun datang, seorang lelaki berpakaian jubah hitam dengan sorban putih. Itu benar Opick, penyanyi Tombo ati itu, bisikku saat melihatnya muncul di atas panggung.

Opick 3
Syarif sepanggung sama Opick, jadi iri nih…

Opick membuka penampilannya dengan salam dan sambutan singkat, lalu membawakan lagu pertamanya malam itu, Cahaya Hati. Sebelum menyanyikan lagu itu, Opick bercerita singkat mengenai sejarah singkatnya menjadi seorang penyanyi religi dan juga kisah yang melatarbelakangi terciptanya lagu Cahaya Hati. Kemudian seusai menyanyikan lagu itu, Opick meminta salah seorang penonton naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersamanya. Yang membuatku terkejut adalah ketika Syarif yang duduk di sampingku secara tiba-tiba langsung bangkit berdiri dan maju ke depan naik ke atas panggung. Wah, Syarif benar-benar pemberani, pasukan tanpa malu, batinku melihat keberaniannya. Syarif pun berada satu panggung dengan Opick, tepat di sampingnya, membuat aku dan kawan-kawan terperanjat kagum bercampur bangga. Opick lalu menanyakan pertanyaan perkenalan pada Syarif yaitu nama, umur, pekerjaan, dan kemudian beliau menanyakan apakah Syarif memiliki keinginan untuk berangkat ke tanah suci. Dari situlah Opick mulai bercerita mengenai kisah perjalanan hidupnya, khususnya bagaimana ceritanya beliau bisa naik haji berkali-kali padahal beliau bukanlah orang berpunya. Salah satu kesimpulan yang kutangkap dari kisah Opick adalah apabila kita memiliki suatu niat tulus karena Allah, niscaya Allah akan selalu memberikan jalan dan bantuan kepada kita. Subhanallah… sebuah kisah yang sangat memberikan inspirasi. Sayangnya ada gangguan teknis yang mengganggu penyajian cerita itu tatkala listrik beberapa kali mati hingga akhirnya kembali seperti sedia kala. Opick lalu mengajak Syarif bernyaanyi bersama, menanyakan padanya lagu Opick apa yang disukainya atau bisa dinyanyikannya. Syarif menjawab Astagfirullah, yang kemudian dibenarkan sebagai Istighfar oleh Opick. Seperti lagu pertama, Opick pun menceritakan latar belakang terciptanya lagu yang kusukai itu. Rupanya kisah dibalik lagu Istighfar sangatlah menyentuh, yaitu ada dua kisah yang pertama tentang seorang imam masjid di kampung halaman Opick dan yang kedua tentang masa lalu Opick yang dulu berambut gondrong sebagai penyanyi Rock. Setelah selesai berkisah, Opick mulai menyanyikan lagu Istighfar sementara di tengah lagu seorang panitia meminta Syarif untuk turun dari panggung, mungkin karena mengangganggu pemandangan… Hahaha… (bercanda kok Rip).

Opick 4
Opick tak segan turun dari panggung…
 

Dalam penampilannya di kota Bontang ini Opick tampil begitu bersahaja dan terlihat sangat bersahabat, dimana Opick tak sungkan turun dari panggung ketika bernyanyi untuk membaur dengan para penonton. Dalam kesempatan itu pula Opick menghimbau kepada para pengunjung yang datang malam itu untuk secara spontan bersedekah demi anak yatim. Beliau meminta panitia untuk berkeliling menerima sedekah dari para penonton yang hadir malam itu untuk nantinya hasil sedekah tersebut akan diberikan pada anak yatim yang membutuhkan. Sembari menghitung penggalangan dana tersebut, Opick menyanyikan lagu Nikmatnya Bersedekah, yang liriknya menentramkan hati para pendengarnya termasuk diriku. Jumlah dana yang terkumpul dari penggalangan dana malam itu mencapai sepuluh juta Rupiah, yang kemudian ditambahkan sepuluh juta lagi oleh Bapak Suratman sehingga totalnya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Subhanallah… mendapatkan uang sebanyak itu untuk niat mulia hanya dalam aksi spontanitas satu malam saja, memang benar kata Bang Opick melalui lagu yang dinyanyikannya. Hal ini membuatku semakin mengidolakan Opick saja. Tak banyak lho penyanyi yang memiliki hati mulia. Islam mengajarkan kepada kita untuk saling berbagi pada mereka yang membutuhkan, dan Opick telah menunjukkannya melalui sebuah aksi nyata. Sebuah contoh yang sangat apik sebagai bagian dari berlomba-lomba di dalam kebajikan.

Opick 5
Opick mengajak anak-anak bernyanyi bersama…

Opick kemudian mengajak anak-anak yang ada disana untuk naik ke atas panggung bernyanyi bersama dengan beliau menyanyikan lagu Assalamu’alaikum. Langsung saja anak-anak kecil langsung berbondong-bondong naik ke atas panggung dan mengelilingi Opick. Dua di antara anak-anak kecil ternyata adalah keponakanku kembar bersaudara yang juga datang menghadiri acara itu. Wah, aku jadi iri nih sama Syarif dan dua keponakanku yang bisa satu panggung dengan Opick. Pada akhirnya setelah membawakan total lima buah lagu pada malam itu termasuk lagu andalan Tombo Ati, Opick menutup penampilannya dengan membacakan doa untuk keselamatan jamaah umroh yang akan berangkat khususnya, dan untuk keselamatan semua pengunjung yang datang malam itu secara umum. Dan acara malam itu pun selesailah sudah, meninggalkan sebuah kesan menyenangkan sekaligus menentramkan di hatiku. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Opick begitu dekat seperti malam itu. Walaupun tidak berada satu panggung dengannya seperti yang dialami Mas Syarif, tapi aku sempat memotretnya pada jarak yang relatif dekat dan itu saja sudah cukup membuatku senang. Dalam perjalanan pulang aku bertanya pada Syarif layaknya wartawan, “Mas Syarif, bagaimanakah rasanya berada satu panggung dengan Opick?” dan Syarif menjawab ala seleberitis dadakan, “Rasanya nervous banget, bener-bener gak disangka-sangka… gugup banget…” Hahaha, salut deh buat Syarif atas keberaniannya naik ke atas panggung.

Opick 6
Mau kondangan Bos?
 

Dan begitulah kisah pertemuanku dengan Opick, yang dulu sangat aku idolakan waktu duduk di bangku SMA (sekarang juga masih kok). Lirik-lirik lagunya itu rasanya begitu mengena, tepat bila disebut sebagai syiar dalam syair. Penampilannya pun sangat sederhana dan bersahaja, gak neko-nekolah pokoknya. Dulu aku bertanya-tanya apakah seorang Opick bisa bertahan hidup hanya dengan menjadi penyanyi religi yang pasarnya kurang diminati kala itu, dan pertanyaanku itu akhirnya terjawab pada malam saat Opick tampil di Halal Square. Tuhan senantiasa akan menolong hambanya yang ikhlas menolong agamanya melalui beragam cara yang tidak kita ketahui, sebagaimana yang pernah kubaca di kitab suci, dan itu benar-benar terbukti. Teruslah berkarya Bang Opick dan teruslah memberikan teladan yang baik bagi generasi penerus di negeri ini, memberikan inspirasi pada kita semua untuk terus maju dan melakukan yang terbaik demi agama, bangsa dan negara. Dan buat KJKS Halal, terima kasih banyak telah menghadirkan Bang Opick di kota Bontang, memberikan kesempatan padaku untuk bisa bertemu dengannya dari dekat.
Teruslah berkarya dan tunjukkan aksi nyata… Salam ukhuwah… 

Oh iya, buat kalian yang mau melihat video penampilan Opick di Halal Square, berikut ini video amatir rekamanku yang kacau karena suaranya tabrakan sama sound dan gambarnya gelap… Hehehe… Enjoy… 

Kegiatan Akhir Pekan…

weekend cat
Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang melelahkan. Setiap orang pasti punya cerita tersendiri menghabiskan akhir pekan mereka. Ada dari mereka yang menghabiskan akhir pekan bersama kekasih, teman, atau keluarga mereka dengan pergi ke tempat hiburan seperti bioskop atau makan/berkumpul di tempat-tempat nongkrong populer di kota mereka. Kali ini hal itulah yang akan kuceritakan, kegiatan akhir pekanku. So, ngapain aja aku di akhir pekan? (Sok penting banget ya? Hahaha… :D)Bangun Siang

Bagiku hari libur adalah hari untuk beristirahat dan di hari Sabtu atau Minggu, akan kugunakan secara maksimal untuk tidur, bila itu memungkinkan. Pada hari libur biasanya aku akan kembali tidur setelah sholat Subuh dan kemudian terbangun antara pulun 11 hingga 12 siang. Tapi pernah di hari Minggu aku bangun hingga jam 2 siang. Dan kalian tahu apa yang terjadi saat kuterbangun? Kepalaku sakit sekali! Kuakui kebiasaan ini sangatlah tidak sehat, tapi rasanya ada yang kurang apabila aku belum tidur berlebihan di hari libur, setelah biasanya sehari sebelumnya aku begadang hingga malam atau bahkan sama sekali tidak tidur hingga waktu Subuh.

Mencuci Baju

Mencuci baju adalah rutinitas ku di akhir pekan. Setelah bangun siang, biasanya aku akan langsung ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu mencuci baju. Di rumah pamanku memang ada mesin cuci, tapi entah kenapa aku lebih suka mencuci dengan tanganku sendiri. Rasanya seperti ada yang kurang bila aku tidak mencuci dengan tanganku sendiri. Ibuku memang mengajarkanku untuk mencuci sendiri pakaian-pakaianku. Bibiku sebenarnya menawarkan untuk mencucikan pakaianku, tapi aku teringat kata-kata ibuku serta aku tidak mau merepotkan bibiku untuk hal-hal yang bisa kulakukan sendiri. Terlebih bibiku sudah cukup sibuk mengurusi anak-anaknya yang tidak bisa diatur, aku tidak mau semakin membebaninya.

Makan Pecel Pincuk

Tinggal di kota Bontang membuatku jauh dari kebiasaan sehari-hari di waktu pagi saat aku tinggal di Kediri, sarapan nasi pecel. Nasi pecel memang dijual di rumah makan-rumah makan terdekat di Bontang, tapi harganya membuatku miris, minimal sepuluh ribu Rupiah untuk satu porsinya. Padahal di Kediri aku bisa mendapatkan empat bungkus nasi pecel dengan selembar uang merah itu dan makan sepuasnya. Tapi ini Kalimantang bung, bukan pulau Jawa. Jadi biasanya seminggu sekali aku memuaskan keinginanku makan makanan paling kusuka ini di salah satu rumah makan langgananku, sayangnya sekarang harganya naik jadi dua belas ribu Rupiah. Well, disini aku bisa memahami kenapa ayahku kemudian pindah ke pulau Jawa.

Mencuci Motor

Kegiatan ini hanya aku lakukan apabila sepeda motorku terlihat kotor saja. Biasanya aku membawa sepeda motorku ke tempat yang sama dimana aku makan pecel pincuk. Selain rumah makan, mereka juga membuka usaha jasa pencucian motor dan juga warung internet. Aku biasanya makan nasi pecel atau main internet sembari menunggu motorku dicuci. Di tempat ini ada internet gratis yang bisa kumanfaatkan untuk itu, walaupun aku mesti berdiri untuk menggunakannya. Sebenarnya aku lebih suka mencuci motorku sendiri, tapi berhubung aku termasuk orang yang boros saat mencuci motor, aku memilih untuk membawanya ke tempat pencucian motor. Sering terjadi krisis air di kota Bontang dan itu membuatku berpikir panjang untuk menggunakan air dalam jumlah banyak, lagipula aku bukan pencuci motor yang baik.

Berjalan Kaki Keliling Kota

Bepergian dengan berjalan kaki adalah salah satu kegemaranku. Aku memang lebih memilih berjalan kaki daripada menaiki sepeda motor atau angkutan untuk bepergian ke tempat-tempat yang sekiranya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Hal ini menyenangkan bagiku dan baik pula untuk tubuhku agar terus bergerak, sudah jadi kebiasaanku sejak masih sekolah dulu. Aku bahkan pernah berjalan kaki dari Bintaro sampai ke Kampung Rambutan waktu di Jakarta dulu. Hal ini berlanjut saat aku di Kalimantan karena ibuku selalu mengajarkan aku untuk terus bergerak. Tapi kebiasaan berjalan kaki ini tidak hanya di akhir pekan sih, terkadang juga sehabis Maghrib atau kalau suntuk di rumah. Biasanya aku berjalan berkeliling kota yang jaraknya lumayan jauh, cukup untuk mendapatkan sedikit keringat.

Mengunjungi Kerabat

Ibuku berpesan padaku untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat-kerabat yang ada di kotaku saat ini, Bontang. Karena itulah biasanya setiap akhir pekan aku pergi berjalan kaki ke rumah kerabat-kerabatku  tersebut sambil membawakan mereka makanan ringan, kalau bisa jajan kesukaanku, kue pastel. Senang rasanya berkunjung ke rumah mereka dan berbincang akrab dengan mereka walaupun sebenarnya aku tidak terlalu mengenal mereka. Kalau sudah begini biasanya aku kesulitan untuk minta pamit, hehehe…

Bersepeda

Bersepeda adalah hobiku sejak masih sekolah dulu. Dan di kota ini aku sangat ingin memiliki sebuah sepeda agar bisa menggunakannya berkeliling kota atau sekedar olahraga di lapangan terdekat. Tapi sepertinya hal tersebut tidak bisa aku dapatkan selama aku masih tinggal di rumah pamanku. Bibiku melarangku membeli sepeda baru, alih-alih dia menyuruhku memperbaiki sepeda yang rusak di gudang belakang rumah. Bukannya aku tidak mau memperbaiki sepeda itu, tapi aku berharap memiliki sepeda baru, tidak melulu menggunakan barang-barang bekas sekaligus menunjukkan bahwa aku sanggup membeli barang-barang baru dengan hasil jerih payahku sendiri. Beruntung ada kawanku yang berbaik hati meminjamkan sepedanya padaku dan mengajakku bersepeda di akhir pekan berkeliling kota. Tapi kupastikan suatu hari nanti aku akan membeli sepedaku sendiri.

Menghadiri Pengajian

Setiap hari Minggu setelah sholat Maghrib biasanya ada pengajian di Masjid besar tempatku biasa sholat berjamaah. Biasanya aku selalu kesana di hari itu untuk mendengarkan pengajian selepas Maghrib hingga waktu Isya tiba. Mendengarkan pengajian begitu bermanfaat bagiku dimana dari situ aku belajar banyak dan jadi tahu banyak hal tentang agama yang belum kuketahui. Rasanya begitu nyaman berada disana untuk memuaskan kebutuhan rohani. Hal ini membuatku ingat bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal dan suatu hari nanti aku pasti mati. Karena itu aku harus mempersiapkan bekal sebanyak mungkin sebelum aku benar-benar dipanggil Yang Maha Kuasa.

Download Game + Komik

Setelah semua kegiatan itu terlewati, biasanya tujuan terakhirku adalah ke warung internet terdekat. Aku suka ke warnet untuk mengunduh game atau komik. Lumayanlah buat dimainkan atau dibaca di kantor waktu lagi senggang. Biasanya warnet yang sering kudatangi adalah warnet yang satu paket dengan rumah makan pecel pincuk dan juga tempat cuci motor di hari Sabtu sementara di hari Minggu aku ke warnet dekat rumah. Aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam bila sudah berada di warnet. Biasanya aku pulang larut malam di atas jam dua belas, paling banter jam dua dini hari. Kalau di malam Senin biasanya aku sekalian sahur terus pulang tidur. Kadang aku merinding sendiri saat berjalan pulang ke rumah karena di wilayah tempat tinggalku banyak anjing yang berkeliaran. Suasananya juga sepi banget karena itu aku usahakan sebisa mungkin untuk tidak pulang larut malam.

Ya, begitulah kegiatan akhir pekanku yang membosankan. Aku berpikir untuk bisa menghabiskan banyak waktu bersama kawan-kawanku di akhir pekan. Terkadang aku juga menghabiskan akhir pekan di kantor, entah itu menulis cerita, menulis blog, menggambar, atau seringnya sih internetan karena cuma komputer kantor yang bisa kuandalkan untuk kegiatan-kegiatan itu setelah sepupuku yang labil menyimpan rapat-rapat netbook kakaknya sehingga aku tidak bisa menggunakannya. Cuma aku jadinya gak enak sama orang-orang kantor kalau aku keseringan berada di kantor. Hiks… jadi pingin beli laptop sendiri nih…
Inilah kegiatan-kegiatanku di akhir pekan. Bagaimana dengan kegiatan kalian? Tak ada ruginya kok untuk saling berbagi… 🙂

10 Game Fighting Favoritku

cover
Salah satu genre atau jenis game yang aku suka adalah game fighting 1-on-1 semacam Street Fighter atau Tekken. Aku cukup terobsesi dengan jenis game ini hingga aku sudah mencoba banyak judul dan seri dari genre yang dipopulerkan Street Fighter II ini. Memang sejak mulai booming dengan game buatan Capcom itu banyak bermunculan game sejenis dengan gameplay yang bervariasi, karakter yang beragam, dan storyline yang semakin unik. Nah, dari banyaknya judul game fighting itu, aku memiliki sepuluh judul yang aku favoritkan dan aku sukai. Sama seperti artikel sepuluh game favoritku sebelumnya, judul yang aku masukkan ke dalam daftar ini masing-masing mewakili setiap serial yang ada demi keseimbangan, jadi tidak akan ada serial yang memiliki dua judul dalam daftar ini. Dan berikut ini adalah daftar sepuluh game fighting favoritku itu dalam hitungan mundur…
10.
Super Gem Fighter Mini Mix

gem

Di posisi paling bawah daftar ini ada versi mini dari para petarung Capcom, Super Gem Fighter Mini Mix. Sebenarnya aku lebih suka judul Jepangnya yang lebih pendek yaitu Pocket Fighter, tapi judul ini juga tak apa-apa karena sekilas terdengar keren juga. Super Gem Fighter Mini Mix adalah game fighting yang unik karena menampilkan karakter-karakter Capcom dari tiga serial game dalam bentuk Super Deform alias mini. Awalnya kupikir karakter-karakter SD Capcom itu hanya muncul dalam genre puzzle saja, tapi ternyata Capcom juga membuatkan game fighting dengan menggunakan karakter-karakter itu. Lucu aja melihat karakter-karakter Street Fighter atau Darkstalker yang biasanya tampil serius kini hadir dalam wujud mini yang menggemaskan dan satu hal yang penting… mereka tetap bertarung! Hal lain yang aku suka dari game ini adalah karakternya berubah bentuk saat melakukan serangan combo serta latar belakangnya yang menampilkan karakter-karakter Capcom termasuk Megaman. Keren!!!
Karakter favorit: Felicia, Hsien-ko, Ibuki

9.
SVC Chaos: SNK Vs. Capcom

SVC_Chaos_Art_07

Antara Match of Millennium atau SVC Chaos, akhirnya aku memutuskan SVC Chaos sebagai wakil seri SNK Vs. Capcom dalam daftar ini. Judul ini mungkin bukan yang terbaik dalam seri versusnya SNK melawan Capcom, apalagi ada banyak kekurangan dalam game ini seperti tidak adanya beberapa karakter utama yaitu Haohmaru, Morrigan dan Zangief (dan juga Nakoruru off course!). Bila dibandingkan dengan Match of Millennium, judul ini sih masih kalah sempurna walaupun tampil dengan kemampuan arcade maksimal. Tapi di luar itu SVC Chaos adalah game fighting yang menarik. Melalui perpaduan suara dan gambarnya, game ini berhasil menampilkan atmosfer pertarungan yang kelam, dalam dunia yang diliputi kekacauan. Menurutku ini adalah game versus terbaik yang pernah kumainkan dan entah kenapa aku tak bosan memainkannya. Mungkin itu karena disini aku pertama kalinya melihat pertemuan Mai Shiranui dengan Chun-Li atau mungkin juga karena game ini benar-benar terlihat sangat “kacau” sebagaimana yang tertulis pada judulnya. SNK Vs. Capcom = kacau? Masuk akal sih…
Karakter favorit: Mr. Karate, Dhalsim, Shiki

8.
Dead or Alive

DOAJAPPS

Gak tau harus bilang apa tentang game ini. Yang pasti Dead or alive (DoA) itu kreatif, gamenya bagus, menarik untuk dimainkan. Bila dibandingkan dengan game-game fighting sejenis, DoA berani tampil beda dengan menyuguhkan tiga karakter wanitanya sebagai karakter utama yaitu Kasumi, Tina dan Lei Fang. Tapi sebenarnya ada satu faktor yang membuat aku memfavoritkan game ini. Faktor itu adalah faktor “atas”. Faktor “atas”? Efek yang mantul-mantul itu lho…. Hahaha. Bahkan punyanya Mai Shiranui kalah bouncy bila dibandingkan punyanya Kasumi dan kawan-kawan (PLAK!!!). Cerita game ini sendiri unik, kalau boleh dibilang ekstrim terkait masa lalu setiap karakternya. Karakter-karakternya memiliki style yang unik, berdiri sendiri dan tidak meniru karakter-karakter yang sudah ada sebelumnya atau meniru konsep stereotype yang hampir selalu terlihat pada game-game sejenis. Permainan kecepatan dan juga gamplay beragam, itulah yang bisa disimpulkan dari game ini.
Karakter favorit: Kasumi, Hayabusa

7.
Tekken 2

tekken2-1

Tekken adalah judul yang sangat populer, mungkin paling populer saat ini. Bisa dibilang tidak memasukkannya ke dalam daftar ini adalah sebuah kesalahan besar. Tanpa melihat fakta itu pun aku akan tetap memasukkan judul itu dalam daftar ini karena aku sangat menyukainya. Karena itulah aku bingung untuk memilih seri mana yang merupakan seri terbaik menurutku. Banyak fans pasti memilih Tekken 3, Tekken 5, atau Tekken 6 sebagai yang terbaik, tapi aku tidak demikian. Seri Tekken yang kusuka adalah Tekken 2 dan Tekken 4, membuatku bingung memilih salah satu dari dua judul itu. Well, akhirnya aku memutuskan Tekken 2 yang paling aku favoritkan mengingat Tekken 2 begitu sederhana namun asyik untuk dimainkan. Salah satu yang aku suka dari judul ini adalah ceritanya yang begitu ironis seperti hubungan Jun dengan Kazuya dan tentu saja konflik ayah-anak yang memulai segalanya.
Karakter Favorit: Jun Kazama, Paul, Kuma

6.
Super Smash Bros.

Super_Smash_Bros._-_North_American_Boxart

Bila aku sudah memainkan yang Melee dan yang Brawl, mungkin aku akan memasukkan salah satunya dalam daftar ini. Masalahnya hanya judul pertama dari serial ini saja yang pernah kumainkan dan memang Super Smash Bros. yang rilis untuk Nintendo 64 merupakan game favoritku, salah satu yang terbaik di mesin itu. Super Smash Bros. menghadirkan dua belas karakter dari game-game Nintendo populer seperti Mario, Zelda, dan Pokemon dalam sebuah ajang pertarungan ala Street Fighter, namun dengan gameplay yang berbeda dan orisinal inovatif. Aku tak perlu menjelaskan betapa inovatifnya system yang diperkenalkan dalam judul ini, kalian cobalah sendiri. Memainkan karakter-karakter Nintendo dalam satu judul tentunya adalah keinginan dari setiap penggemar game Nintendo, salah satunya tentu saja aku.
Karakter favorit: Mario, Ness, Kirby

5.
Bloody Roar

bloodyroar-ps1box

Manusia setengah binatang buas bertarung di arena? Apalagi yang kurang dari judul ini? Manusia dan binatang memang memiliki kecenderungan yang sama yaitu suka berkelahi dan Bloody Roar seolah sangat mewakili kesamaan itu – game ini menggabungkan keduanya! Itulah yang aku suka dari Bloody Roar, sebuah gameplay baru yang mengasyikkan dimana karakter kita bisa berubah menjadi setengah binatang buas dan melakukan pembantaian dengan brutal. Game ini cukup populer hingga kemudian dibuatlah seri-seri berikutnya. Banyak yang memfavoritkan seri keduanya akan tetapi bagiku seri pertamanya yang terbaik. Pertarungannya seru, ceritanya juga bagus, sederhana namun keren. Dengan inovasi yang diperkenalkannya, Bloody Roar akan selalu menjadi favoritku. Scene yang aku sukai dari pertarungannya adalah saat Gado mengunci kedua lengan lawannya dan mulai menggigiti dada lawannya. Bayangkan bila lawannya adalah Alice, itu akan terlihat seperti… pikir sendiri!
Karakter favorit: Gado, Alice

4.
Street Fighter III 2nd Impact:
Giant Attack

sf32nd

Sulit untuk menentukan judul mana yang paling aku favoritkan dari serial Street Fighter mengingat seri ini adalah seri yang paling aku suka dalam genre ini. Ada tiga judul dari Street Fighter yang aku favoritkan yaitu Super Street Fighter II: The New Challenger, Street Fighter Alpha 3, dan Street Fighter III 2nd Impact: Giant Attack. Pada akhirnya aku memilih judul yang terakhir aku sebutkan sebagai yang paling aku favoritkan masuk dalam daftar ini. Seri Street Fighter III menampilkan karakter-karakter baru kecuali Ryu dan Ken pada rilisan pertamanya. Ceritanya pun baru dengan keluar dari pakem Shadaloo untuk menghadapi organisasi jahat lainnya, Illuminati. Disini juga untuk pertama kalinya kita bisa memilih move super yang disebut super art yang kita sukai. Dari tiga judulnya, rilisan kedua yaitu 2nd Impact: Giant Attack adalah yang paling aku suka karena pertama kalinya menampilkan Yang dengan move khasnya dan juga Hugo si “raksasa”.
Karakter favorit: Yang, Hugo, Necro

3.
Samurai Shodown II

ss2-fly1

Pertama kali mengenal seri pertama dari judul ini aku langsung jatuh hati hingga memainkannya berkali-kali. Semuanya menjadi semakin menarik setelah aku memainkan seri keduanya, Samurai Shodown II. Samurai Shodown menampilkan gameplay game fighting baru dimana fokus pertarungan berubah dari pertarungan tangan kosong menjadi pertarungan antar pedang atau senjata tajam semacamnya. Pertarungan para ahli pedang tampil begitu menarik dengan daftar karakternya yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri. Cerita pada seri keduanya lebih dalam dari sebelumnya dimana diperkenalkannya Genjuro Kibagami yang menjadi rival Haohmaru. Yeah, setiap hero memang harus memiliki rival dan Samurai Shodown II melakukannya dengan tepat. Disini pula untuk pertama kalinya Kuroko, wasit misterius berpakaian serba hitam ikut menantang para petarung sebagai hidden-boss. Dengan semua fitur yang ditampilkannya, Samurai Shodown II tampil begitu kreatif dan tak heran bila dianggap sebagai seri Samurai Shodown terbaik di antara yang lain.
Karakter favorit: Nakoruru, Jubei, Nicotine

2.
Garou: Mark of the Wolves

garou-f

Aku selalu berpikir bahwa Fatal Fury adalah tiruan Street Fighter yang takkan pernah bisa menyamai ketenaran franchise Capcom tersebut. Tapi pemikiranku itu segera kurubah setelah aku memainkan seri terakhir Fatal Fury, Garou: Mark of the Wolves. Mark of the Wolves tampil sebagai game fighting dua dimensi yang sempurna. Kualitas gambar yang bagus, frame rate cepat berpadu dengan music latar yang keren, menjadikan Fatal Fury tak pernah sebagus ini. Ceritanya juga bagus, mengisahkan beberapa tahun setelah kematian Geese Howard dan kelanjutan perjalanan Terry Bogard bersama Rock Howard yang tak lain adalah putra Geese. Sama seperti Street Fighter III, semua karakter dalam game ini merupakan karakter baru terkecuali Terry tentunya. Setiap karakter memiliki keahlian bela diri yang berbeda-beda dimana masing-masing memiliki latar belakang berbeda yang menarik untuk disimak.
Karakter favorit: Hotaru, Terry

1.
Mortal Kombat: Deception

mkd-box

Dan berada di urutan pertama terfavorit adalah… Mortal Kombat: Deception! (MKD). Kualitas gambar yang sangat jernih dan bagus, audio yang keren, gameplay yang addiktif dan bervariasi menjadikannya game fighting yang paling aku favoritkan. MKD tak hanya menawarkan duel satu lawan satu, tapi juga menawarkan fitur-fitur lainnya seperti Konquest Mode dan Puzzle Mode, bahkan permainan catur ala Mortal Kombat. Mortal Kombat: Deception adalah game fighting yang sempurna! Hal yang paling aku suka dari seri ini adalah tentu saja fatality dan arena jebakan maut yang mengerikan. Oh iya, jangan lupakan juga mode harakirinya yang konyol. Kalau dari segi cerita MKD menawarkan cerita yang gelap yang masih berkisah pada pertarungan berbagai realm. Intinya, Mortal Kombat Deception benar-benar memuaskan emosi liar kita saat memainkannya. Asli, game ini benar-benar obat stres yang mujarab buat para gamer. FINISH HIM!!!
Karakter favorit: Ermac

 

***

girl_snk_vs_girl_capcom

Itulah daftar sepuluh game fighting favorit versi Navilink47. Sebenarnya daftarnya bisa lebih dari sepuluh dengan judul-judul lain yang kusukai seperti King of Fighters 2000, SNK Vs. Capcom: Match of Millennium, Tekken 4 atau Street Fighter Alpha 3. Akan tetapi karena memang diposisikan sebagai daftar yang seimbang dengan setiap franchise memiliki satu wakil, inilah daftar sepuluh yang terfavorit. Daftar ini masih bisa berubah bila di kemudian hari aku memainkan game baru dan menyukainya. Beberapa game yang ada dalam daftar ini akan aku bagikan secara gratis dalam rubrik Game Gratis Navilink47 di edisi-edisi berikutnya agar kalian juga bisa merasakan serunya judul-judul di atas. Kalau kalian sendiri bagaimana? Game-game fighting apa saja yang kalian suka?

Metal Slug 5

Laboratorium yang mengembangkan generasi terbaru Metal Slug telah diserang dan data disk berisi rahasia-rahasia proyek Metal Slug pun dicuri. Marco dan Tarma, pasangan prajurit khusus Peregrine Falcon Squad atau PF Squad ditugaskan untuk melacaknya dan merebut kembali disk tersebut.
Sementara itu Eri dan Fio, duet prajurit khusus unit S.P.A.R.R.O.W.S yang tengah menyelidiki organisasi paramiliter Ptolemaic Army yang menghancurkan situs-situs bersejarah, berhasil melacak keberadaan organisasi tersebut di reruntuhan kuno yang diketahui sebagai “Corridor of Fire”. Mereka menggrebek situs tersebut dan mencoba melumpuhkan Ptolemaic Army yang ada disana. Akan tetapi mereka justru mendapat serangan balik dari penduduk asli dan juga Metal Slug-Metal Slug raksasa.
Insiden ini pun membawa pada satu kesimpulan bahwa musuh yang berada dibalik pencurian rahasia-rahasia Metal Slug adalah Ptolemaic Army. Pasukan pemerintah kemudian memutuskan melakukan serangan kedua pada “Corridor of Flame” menggunakan gabungan pasukan khusus gabungan PF Squad dan S.P.A.R.R.O.W.S untuk merebut kembali rahasia-rahasia Metal Slug dan menghancurkan organisasi paramiliter tersebut! Mampukah kwartet Metal Slug yang terdiri dari Marco, Tarma, Fio, dan Eri menjalankan tugas berbahaya tersebut?Metal Slug 5 adalah seri kelima dari serial game bergenre run and gun Metal Slug yang populer. Dikembangkan oleh SNK Playmore di tahun 2003 untuk MVS arcade sekaligus menjadi seri Metal Slug terakhir di Neo-Geo, game ini membawa warna baru pada serial Metal Slug yang kembali digarap oleh penerbit aslinya ini usai bangkit dari kebangkrutan. Karakter Tarma dan Eri pun kembali hadir setelah pada Metal Slug 4 keduanya digantikan oleh dua karakter buatan pengembang Korea, Trevor dan Nadia. Tidak seperti Metal Slug 4 yang menggunakan banyak background dari judul-judul sebelumnya, Metal Slug 5 menampilkan lingkungan-lingkungan dan background baru yang lebih fresh dengan lebih banyak sentuhan musik heavy metal.

Gameplaynya masih sama dengan seri Metal slug sebelum-sebelumnya, dimana terdapat perbedaan mencolok yaitu sebuah fitur baru dash sliding yang diperkenalkan pada seri kelima ini. Pemain kini dapat melakukan sliding dengan cara menahan arah bawah dilanjutkan menekan tombol jump untuk menghindari serangan-serangan musuh dengan cepat. Dalam seri kelima ini diperkenalkan pula tiga slug machine baru yaitu Slug Gunner, Car Slug, dan Spider Slug. Ketiganya bisa ditemui di Metal Slug 5 bersama tiga slug dari seri sebelumnya yaitu Metal Slug, Slug Mariner, dan Slug Flyer. Salah satu slug machine terbaru itu adalah Slug Gunner, mesin canggih evolusi dari Metal Slug-Level Gunner yang memiliki kemampuan multi guna. Mesin ini berjalan dengan dua kakinya, dibekali kemampuan dasar senapan mesin 180 derajat, kemampuan pertarungan jarak dekat dengan tangannya yang berduri, mampu melakukan lompatan di tengah udara dan bisa berubah dari walker machine menjadi tank

Ada total lima misi dengan latar tempat baru yang mesti dilalui mulai dari medan tempur pedalaman hutan, kuil, gedung pabrik, perkotaan, hingga lautan dengan masing-masing boss menanti di setiap akhir misi. Latar tempat yang baru ini memberikan suasana baru yang menjadikan Metal Slug 5 memiliki kekhasan tersendiri. Pasukan musuh yang dihadapi pun merupakan pasukan baru dengan variasi seragam mereka mulai dari tentara, pasukan khusus, teroris bertopeng, hingga robot mecha yang semuanya tampil menyulitkan. Tidak ada mumi, zombie, atau alien sehingga tidak ada perubahan fisik karakter kecuali perubahan fisik menjadi gemuk setelah makan daging. Hal ini membuat Metal Slug 5 terlihat serius dan kekurangan unsur humor, tidak seperti seri-seri sebelumnya. Dengan cerita baru dan organisasi jahat baru terlepas dari ambisi Jenderal Morden, Metal Slug 5 tidak memiliki keterkaitan pada seri-seri sebelumnya sehingga seri kelima ini bisa disebut sebagai seri Metal Slug yang berdiri sendiri.

Secara keseluruhan Metal Slug 5 adalah seri Metal Slug yang menarik dengan fitur-fitur yang menantang. Kualitas audio dan grafiknya bagus, keduanya saling mengisi untuk menghadirkan suasana peperangan yang mendebarkan. Banyak kejutan tak terduga yang akan kalian temui di dalam game ini, salah satunya yang paling diingat adalah boss terakhir yang sampai saat ini aku masih tidak habis pikir kenapa pihak SNK selaku pengembang game ini menjadikannya boss terakhir. Keren sih, hanya saja… entahlah, rasanya ada yang aneh.

HIDUP INI TAK SEMUDAH KATA-KATA MARIO TEGUH

Biografi-Mario-Teguh-1
*Tulisan Mario Teguh, diambil dari FanPage Mario Teguh di Facebook

Mario Muda

HIDUP INI TAK SEMUDAH KATA-KATA MARIO TEGUH
Adik-adikku yang baik hatinya,

Ijinkanlah kakakmu ini menuliskan ini dari sudut pandang Mario Muda:

Sebagai anak muda, apa lagi yang paling sibuk dilakukannya – kecuali berbicara ke sana ke mari di dalam hatinya – mengenai impian dan keinginannya, rencananya ini dan itu, akan melakukan ini dan itu, dan berjanji akan pasti ini dan itu.

Anak muda banyak berjanji, tapi tersiksa oleh keraguannya sendiri.

Mario Muda bahkan tersiksa lebih dalam lagi, karena terkoyak antara besarnya impian dan kesahajaan hidupnya, yang rencananya banyak tapi diperam dalam rasa minder.

Sebagai anak muda, saya melihat orang yang sukses – dengan rasa iri, dan merasa diperlakukan tidak adil oleh kehidupan.

Enak sekali mereka bicara ya? Seolah kehidupan ini gampang dan semudah yang dikatakannya.

Dan sekarang, Mario Muda yang masih ada di dalam Mario Teguh, merasakan hal yang sama, hanya dari arah yang berbeda.

Firman-firman Tuhan yang dikemas oleh Mario Teguh ke dalam nasihat yang universal dan popular, terkadang dihujat dan dicemooh oleh orang yang sedang tersiksa dengan kesulitan hidupnya sendiri.

Jika Mario Teguh itu sampai marah, seandainya dia marah, itu karena yang dihujat oleh para losers itu – adalah firman Tuhan yang sangat dihormatinya.

Sekarang, pikirkanlah ini …

JIKA KEHIDUPAN INI MUDAH, apakah Mario Teguh akan bekerja keras membangun pelayanan untuk menasihatkan kesabaran, kesetiaan kepada kejujuran, menghormati diri dan menyayangi keluarga, bekerja keras bagi kebaikan sesama?

JIKA KEHIDUPAN INI MUDAH, apakah semua hal yang masih sederhana – tapi yang dicapai oleh Mario Teguh sampai hari ini bisa dicapainya dengan bermalas-ria, memanjakan penundaan, jauh dari ibadah, tidak memandaikan diri, dan merusak hubungan baik dengan orang lain?

Jika Mario Teguh bisa, mengapa engkau tidak?

Apakah Mario Teguh yang lebih, ataukah engkau yang malas dan merayapkan dirimu sendiri?

Jika Mario Teguh menasihatimu, apakah dia akan menjadi lebih kaya karena mengakalimu?

Apakah Mario Teguh menunjukkan sifat suka menipumu untuk lebih memiskinkanmu, untuk merugikan dirimu yang masih banyak meratap itu?

Janganlah menjadi orang susah yang mempersusah dirinya sendiri.

Kehidupan ini memang tidak semudah yang dikatakan oleh Mario Teguh, atau oleh siapa pun yang telah lebih tua dan lebih berhasil daripadamu.

TAPI itu adalah nasihat, BUKAN penyepelean.

Engkaulah yang menyepelekan nasihat baik.

Jika engkau tidak mau dinasihati, mencemooh nasihat yang baik bagimu, engkau itu sudah merasa jadi apa?

Jika engkau sudah demikian hebat, mengapakah engkau meratap dalam stress seperti itu?

Jika engkau demikian benar, mengapakah hidupmu belum baik?

Maka janganlah lagi menceemooh orang yang berusaha mendampingimu bagi kebaikan hidupmu.

Berhentilah mencemooh orang yang lebih berhasil darimu, karena itu hanya menunjukkan kesulitan hidupmu sendiri.

Janganlah menjadi pembenci keberhasilan orang lain.

Nanti pacarmu tahu, bahwa engkau bukan calon suami yang baik …

Masih susah, tapi sombong.

MEMANG KEHIDUPAN INI TIDAK MUDAH, maka lebih patuhlah kepada nasihat baik.

Maka berhentilah menghujat keberhasilan kakak-kakakmu. Pelajarilah keberhasilan mereka, tirulah, dan tambahilah dengan kelebihanmu, dan mudah-mudahan engkau akan lebih berhasil daripada mereka.

Orang yang mengatakan kehidupan ini tidak semudah nasihat baik, adalah LOSER yang tidak mau memperbaiki diri.

Jangan jadi loser ya?

We are all winners in the making.

Kita semua adalah pemenang yang sedang dalam pembentukan.

Mohon maaf jika kakakmu ini tadi menegurmu dengan tegas, karena seperti Mario Muda dulu – demikian ngeyel sampai ayah saya mengatakan kepada wajah saya:

“Jika kamu demikian benar, kamu itu merasa sudah jadi apa?”

Kalimat keras dan tegas dari ayah saya itu, menjadi titik awal pembijakan diri saya,

dari seorang muda yang galau dan mencakar apa pun yang dekat,
menjadi anak muda yang memenangkan beasiswa SMA ke Amerika pada usia 17 tahun, lulus kuliah di IKIP Malang, dapat beasiswa dari Sophia University di Tokyo, juga dengan beasiswa – lulus MBA di Indiana University – Bloomington di Amerika, menjadi bankir, menjadi wirausahawan, dan menjadi pelayan bagi kebahagiaan sesama sampai hari ini.

Mulai hari ini, sudahilah kebiasaanmu menuntut kemudahan tanpa bersedia merajinkan diri.

Hadapilah kesulitanmu dengan hati yang ikhlas, dengan pikiran yang baik, dan dengan kesegeraan bertindak.

Semoga dengannya, engkau menjadi pribadi yang damai, sejahtera, berbahagia dalam keluarga yang rukun, dan terhormat di dalam masyarakat.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always