Beranda » ulasan » Pengkhianatan G 30 S PKI

Pengkhianatan G 30 S PKI

Setiap akhir September aku selalu teringat akan sebuah film yang dulu selalu diputar di seluruh stasiun televisi negeri ini… Pengkhianatan G 30 S…. Film yang mengisahkan proses terjadinya penculikan dan pembantaian para jenderal ini adalah film yang sangat aku takuti dulu. Aku menyaksikan film ini saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan film ini benar-benar membuatku ketakutan setengah mati. Film ini sangat menyeramkan bagi anak kecil seusiaku waktu itu. Aku ingat aku sampai menangis ketakutan saat film ini diputar. Film ini benar-benar tragedi… Masih terbayang kekerasan-kekerasan yang terjadi di sepanjang film, walaupun aku tidak ingat secara jelas karena aku masih kecil. Bagian yang membekas di benakku dan beberapa kali membuatku bermimpi buruk adalah saat mereka menyilet wajah jenderal, menembakki jenderal dengan brutal, menyeret tubuh mereka, dan memasukkannya ke dalam lubang yang dalam. Seolah belum puas dengan itu, mereka bahkan menembakinya di dalam lubang. Tapi yang bagiku sangat memilukan adalah pembantaian di waktu Subuh, saat orang-orang baru saja selesai menunaikan sholat berjamah dan kemudian datang gerombolan yang menyerang masjid, membantai mereka satu persatu dengan keji. Film ini benar-benar mimpi buruk… Aku ingat film ini adalah film wajib bagi para pelajar SMP waktu itu, dimana guru sejarah menyuruh murid-muridnya untuk menonton film ini dan mencatat hal-hal penting dari film ini yang katanya merupakan reka ulang sejarah. Waktu itu kakakku dan teman-temannya begadang menyaksikan film ini untuk mengerjakan tugas sejarah mereka sementara aku mendekam di kamarku ketakutan. Beruntung film ini kemudian dilarang ditayangkan semenjak reformasi dan keruntuhan Orde Baru sehingga guruku tidak pernah menyuruhku menonton film ini. Film ini benar-benar mengerikan… Tapi entah kenapa saat ini aku ingin menonton film ini, seolah ingin kembali ke masa kecilku menonton film yang membuatku bermimpi buruk berkali-kali, yang membuat aku memeluk pamanku erat sambil terus-menerus menangis. Kenangan kelam film ini begitu membekas di kepalaku, dan kupikir inilah alasan kenapa anak kecil tidak boleh menyaksikan adegan kekerasan, karena ingatan mereka sangat tajam akan hal ini, bisa membekas bahkan hingga dewasa. Aku berharap bisa menyaksikan film ini kembali, walaupun kuakui aku masih menyimpan ketakutan setiap kali mengingatnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s