Konser Wali di Bontang Expo 2011

wali band
Jum’at malam tanggal 28 Oktober 2011 ada penampilan Wali Band dalam pameran Bontang Expo 2011 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-12 Kota Bontang. Karena lagi suntuk dan daripada diam aja di rumah, aku pun pergi berjalan kaki ke lapangan Bessai Berinta yang menjadi tempat penyelenggaraan Expo. Aku penasaran dengan penampilan Wali dan sebagai salah seorang penggemar Wali alias ParaWali, kenapa tidak datang dan melihat langsung… mumpung Wali konser di Bontang. Kehadiran Wali di Kota Bontang adalah atas undangan Bapak Walikota Bontang Adi Dharma yang ternyata adalah fans beratnya Wali. Bahkan katanya nih Bapak Walikota sampai menelepon ke bandara untuk memastikan kedatangan Wali ke Bontang. Bener-bener fans berat kayaknya dan uniknya, ternyata Wali band juga tengah berulang tahun yang ke-12, sama dengan kota Bontang. Benar-benar sesuatu banget ya? Hahaha…
Saat aku tiba di Expo yang sudah penuh sesak dengan banyaknya pengunjung yang datang secara khusus untuk melihat Wali, ternyata Wali belum tampil di panggung. Yang tampil di panggung hanya band-band lokal yang gak terkenal. Sebenarnya aku sudah menemukan tempat yang bagus di barisan depan panggung untuk bersiap menyaksikan Wali, namun apa mau dikata perutku berkata lain, daripada maagku kambuh akhirnya aku pun keluar dari barisan penonton dan mencari makan di jejeran stan makanan. Aku ingin sekali masuk ke stan batagor, tapi stannya penuh dan aku mengurungkan niatku lalu mencari stan makanan yang lain. Saat itulah aku melihat Mas Umar, salah seorang pegawai PLN yang juga tetanggaku sedang makan di stan nasi campur. Aku pun menghampirinya dan makan bersamanya. Setelah selesai makan kami mulai berjalan ke panggung dimana Wali sudah akan tampil di panggung. Tapi penonton sudah sangat banyak dan kami berdua kesulitan untuk bisa melihat lebih dekat. Mas Umar sendiri akhirnya memutuskan melihat dari kejauhan (walaupun sebenarnya tidak kelihatan sama sekali karena terhalang bangku VIP) sementara aku yang berniat merekam atau memotret pertunjukkan Wali akhirnya memutuskan untuk meringsek masuk ke dalam kerumunan penonton. Butuh perjuangan untuk bisa masuk ke barisan depan dan langkahku terhenti pada barisan tengah hampir mendekati barisan terdepan penonton. Kupikir sudah cukup untuk merekam sehingga aku pun berhenti disitu namun terus bergerak ke depan apabila di depanku terlihat longgar dan ada jalan.

Wali Band tampil dengan sangat impresif dan atraktif malam itu. Interaksinya dengan para penonton sangatlah menarik dan mereka tampil dengan sangat memukau malam itu membawakan dua belas lagu dimulai dari Doaku Untukmu Sayang, diakhiri dengan Cari Jodoh. Mereka bahkan berduet dengan Pak Walikota menyanyikan lagu Aku Bukan Bang Thoyib. Ini adalah kali pertama aku menyaksikan konser grup band terkenal ibukota secara langsung, setelah sebelumnya hanya pernah menyaksikan penampilan band indie lokal bernama Biscuit di sekolahku dulu. Rasanya sangat menyenangkan, walaupun perhatianku tersita oleh kegiatanku merekam dan memotret, berusaha sebaik mungkin mencari sudut terbaik pengambilan gambar. Sayangnya jarakku masih terlalu jauh dari panggung dan juga tubuhnya yang pendek membuat gambar yang terekam pun seadanya. Yah, resiko orang pendek ya beginilah… Tapi tak apa, aku cukup puas dengan konser ini, salut buat Wali dan terima kasih untuk Walikota yang menghadirkan mereka di kota Taman.
Seperti yang aku bilang tadi, ini adalah konser grup band terkenal ibukota pertama yang ditonton secara langsung. Sebelumnya aku sama sekali tidak tertarik datang ke konser band seperti ini karena aku tidak suka keramaian dan suara bising. Konser band di sekolahku dulu saja sudah sangat menggangguku, apalagi konser band terkenal ibukota. Meski begitu akhirnya aku datang juga ke stadion Bessai Berinta yang juga disebut Lang-Lang itu. Sekali-kali bolehlah bersenang-senang dan menghibur diri sendiri untuk refreshing dan melepas penat. Selain itu aku juga ingin mendapatkan pengalaman langsung menonton konser musik serta merasakan atmosfir sesungguhnya untuk menemukan alasan kenapa banyak orang rela berdesak-desakkan demi menyaksikan penampilan band kesayangannya. Dan ya… aku merasakan dan menemukannya, ternyata menyaksikan konser band kesayangan secara langsung itu mengasyikkan. Setelah puas merekam gambar, aku kemudian ikut bersama-sama dengan para penonton lainnya bergoyang saat Wali menyanyikan lagu andalan mereka. Aku bahkan ikut berteriak-teriak dan bernyanyi keras saat Pa’ank dan kawan-kawannya menyanyikan lagu Yank dan Cari Jodoh, dua lagu yang aku suka. Aku bahkan basah kuyup terkena siraman air dari depan. Rasanya begitu lepas saat ikut bergabung dengan para penonton, ikut bersama-sama bernyanyi, bergoyang, jingkrak-jingkrak, dimana rasanya semua beban yang ada di kepala langsung sirna begitu saja, yang ada hanyalah bernyanyi. Rasanya semua masalah, kesedihan, dan kekecewaan yang kurasakan beberapa hari ini sirna semua, terasa sangat bebas dan plong. Kini aku menemukan bentuk lain dari apa yang disebut dengan pelampiasan stress atau yang disebut hiburan. Ya, semua orang membutuhkannya untuk menjaga keseimbangan hidup, salah satunya melalui bernyanyi dalam hal ini menonton konser band Wali.
Sayangnya aku menemukan hal yang tidak menyenangkan dan membuat miris. Wali Band adalah band yang dikenal dengan lagu-lagu melayunya yang liriknya merakyat, sehingga penggemarnya pun tak hanya dari remaja saja, tapi semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, para orang tua. Mereka pun ikut datang menghadiri konser Wali. Bisa dibilang tua-muda, laki-perempuan, semuanya datang untuk menyaksikan konser. Mirisnya itu, ada beberapa orang tua yang datang membawa serta anak mereka yang masih kecil bahkan masih bayi ke konser tersebut. Beberapa bahkan masuk di dalam barisan, ikut berdesak-desakan di dalam kerumunan. Disini aku tidak habis pikir, kok ya segitunya mau nonton konser sampai-sampai anaknya dibawa-bawa segala. Memang tidak dilarang sih, tapi apa mereka tidak berpikir kalau hal itu tidak baik bagi anak-anak mereka? Situasi yang berdesakan, hawa panas (sampai disiram air), asap rokok, musik yang keras, bukankah itu tidak baik bagi mereka khususnya yang masih bayi? Bayangkan bila kemudian suasana konser menjadi ricuh dan tak terkendali, apa yang akan terjadi pada anak-anak itu? Aparat keamanan memang telah bersiaga untuk mengantisipasi kerusuhan, tapi kita semua tidak bisa menebak bagaimana kerusuhan itu akan terjadi. Sudah sering kita lihat berita televisi tentang konser yang berakhir ricuh dan beberapa bahkan meninggal dunia terinjak-injak seperti konsernya Sheila on 7 dan A1 beberapa tahun yang lalu. Tak heran bila kemudian di akhir acara diumumkan tentang anak yang hilang terpisah dari orang tuanya. Kalau sudah seperti ini salah siapa? Sekedar pesan saja untuk orang tua lainnya agar bijak merawat anak, dan tak perlulah memaksakan diri seperti itu. Kasihan anaknya, mereka belum siap untuk konser seperti itu. Tapi memang sih kalau namanya penggemar setia, banyak hal yang rela dilakukan dan mengorbankan hal-hal lainnya. Bijaksanalah dan pilah mana yang baik atau bermanfaat bagi kita semua.
Well, secara keseluruhan konser Wali Band di Bontang Expo berjalan lancar walaupun ada beberapa hal kecil yang mengganggu, dan hal itu pastilah ada dalam setiap kegiatan. Aku bisa mengatakan hal itu karena aku pernah menjadi panitia dalam acara pemecahan rekor susu Bendera beberapa waktu lalu dan percayalah, mengadakan sebuah acara itu tidak mudah terutama yang melibatkan orang tua dan anak-anak, membuatku tersindir saat dulu mencerca pelaksanaan acara Kids Choice Award Global TV. Harapanku ke depannya adalah agar agar pelaksanaan kegiatan-kegiatan seperti ini lebih menyasar pada keamanan, kenyamanan, dan kepuasan pengunjungnya sehingga mereka yang datang ke suatu acara akan merasa terhibur, menemukan yang mereka cari, dan tidak menyesali keputusan mereka. Berhasil menciptakan kenangan atau kesan indah dalam ingatan pengunjungnya adalah sebuah keberhasilan dari panitia sebuah acara dan itu patut untuk dirayakan.
Kini aku merasakan bagaimana rasanya menyaksikan sebuah konser musik secara langsung, terlebih sebuah band yang kusuka, hanyut dalam suasananya, ikut bernyanyi, berjingkrak, dan tentu saja berteriak sampai suaraku serak. Sementara yang lainnya bersama-sama mengangkat kedua tangannya ke atas lalu melambaikannya, yang kulakukan justru sebaliknya, memasukkannya pada kedua saku celana panjangku sebagai antisipasi copet (hehehe…). Ini adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan dan mungkin tidak datang dua kali, sebuah catatan yang indah terutama untuk memperbaiki novelku. Terima kasih Wali Band… Terima kasih pula Walikota Bontang… dan tentu saja aku tak lupa untuk mengucapkan… Selamat ulang tahun ke-12 untuk kota Bontang, kota kelahiranku yang aku banggakan.

BESSAI BERINTA, MARI MENDAYUNG BERSAMA!

Dan inilah hasil rekamanku yang gagal karena suaranya pecah… Hahaha… Maaf banget ya… 

Iklan

Komodo, Mega Predator Menuju Puncak Keajaiban

Orang banyak menyebutnya kerabat dinosourus dari Timor. Dulu bahkan ada yang mengira sebagai naga raksasa yang menyeramkan. Bukan sekedar dongeng atau mitos, inilah bukti kebenarannya. Komodo, satu-satunya warisan dan saksi purbakala yang masih bertahan hingga kini hanya dapat dijumpai di Taman Nasional Komodo, yang terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ciri Fisik Komodo

Komodo menyandang nama latin Varanus komodoensis merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2 hingga 3 meter. Penduduk setempat menyebutnya dengan nama Ora, dikenal juga dengan sebutan naga komodo (komodo dragon) dan biawak komodo ( komodo monitor). Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina. Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram. Lebih dari itu, fauna yang dapat melihat sampai 300 meter ini bahkan sering mempunyai bobot tubuh lebih besar bila dipelihara di penangkaran. Tercatat spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Panjang cakar mencapai 10 cm. Perenang yang baik dan bisa menyelam dalam air sampai kedalaman 5 meter. Satwa yang tidak punya kemampuan untuk mendengar ini mempunyai inteligensi yang bagus, terlihat pada saat berburu atau mencari mangsa, dan itu bukan berasal dari hidung melainkan dari lidahnya yang selalu menjulur keluar untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli. Bahkan lebih dahsyat lagi, sang predator puncak ini dianugrahi bisa dan air liur yang mematikan. Bila ada mangsa seperti rusa, kerbau atau babi hutan yang terkena gigitan komodo, maka pada umumnya korban naas ini hanya akan bertahan hidup selama satu minggu dan langsung binasa. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa komodo lainnya.

Regenerasi Komodo

Sebagai hewan dalam kelas reptil, komodo berkembang biak dengan bertelur. Musim kawin berlangsung antara bulan Juli hingga Agustus. Komodo jantan akan bertempur memperebutkan betina. Satu bulan setelah musim kawin sang betina akan mencari lubang di tanah untuk bertelur. Sekali bertelur umumnya komodo mengeluarkan 15-30 butir telur dengan masa inkubasi antara 8-9 bulan. Anak-anak komodo yang menetas akan berlindung di atas pohon untuk menghindari predator dan kalibalisme dari komodo dewasa.

Fakta mengejutkan pun terkuak. Menambah daftar keajaiban satwa pelintas zaman ini. Penelitian di London membuktikan komodo dapat beregenerasi dengan cara partenogenesis, yakni pembuahan yang terjadi tanpa adanya perkawinan. Namun disinyalir proses dari partenogenesis ini akan selalu menghasilkan seekor komodo jantan. Dan ini mungkin merupakan salah satu cara guna melindungi komodo dari ancaman kepunahan.

Evolusi dan Sejarah Komodo

Sekitar 40 juta tahun silam di Asia, muncul spesies komodo yang dimulai dengan marga veranus, yang kemudian bermigrasi ke Australia. Selanjutnya 15 juta tahun yang lalu para biawak raksasa ini kemungkinan bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang, karena pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara. Komodo diyakini berevolusi dari nenek moyang Australia sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluas penyebarannya sampai sejauh Timor.

Ketika tahun 1910 armada kapal Belanda menemukan makhluk misterius yang diduga “Naga” mendiami wilayah Kepulauan Sunda Lesser. Selanjutnya oleh Letnan Steyn Van Hensbroek, seorang penjabat Administrasi Kolonial Belanda di kawasan Flores temuan ini ditindaklanjuti. Pada tahun 1912, Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor
mempublikasikan komodo kepada dunia lewat papernya. Dalam pemberitaannya, Ouwens memberi saran nama kadal raksasa ” Varanus komodoensis” untuk komodo, sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Naga Komodo). Dipercaya sebagai hewan unik dan langka, pada tahun 1915 pemerintah Belanda akhirnya menetapkan Pulau Komodo sebagai wilayah konservasi.

Habitat, Konservasi, dan Ekowisata

Hidup di padang savana yang gersang nan tandus, komodo membentuk negerinya sendiri di Taman Nasional Komodo, dan tersebar di Pulau Komodo (1700 ekor), Pulau Rinca (1300 ekor), Pulau Gili Montang (100 ekor), serta Gili Dasami (100 ekor). Hewan titisan era jurasic yang menyukai tempat panas ini akan menjaga panas tubuhnya di malam hari dengan membuat sarang dalam lubang sedalam 1-3 meter.

Dengan populasi yang kian menyusut, menyeret komodo masuk dalam daftar IUCN (International Union for Conservation of the Nature). Perubahan iklim akibat ulah tangan usil manusia seperti pembabatan serta pembakaran hutan liar, limbah bahan pertambangan, dapat mengancam keberlangsungan hidup mega reptil ini. Ditambah lagi kecerobohan manusia dalam berburu rusa secara berlebihan, dapat membahayakan keseimbangan ekosistem di kawasan pulau komodo. Oleh karena itu pemerintah pada tahun 1980 menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai wilayah konservasi. Selanjutnya sebagai pengakuan dunia atas kekayaan alam ini, kawasan seluas 1.817 kilometer persegi ini dikukuhkan sebagai Cagar Manusia dan Biosfir pada tahun 1986 serta Situs Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 1991.

Taman Nasional Komodo yang lebih populer dengan sebutan Pulau Komodo menyimpan berjuta pesona panorama alam dan keunikan tersendiri. Kawasan di Kabupaten Manggarai Barat ini selain terdapat hutan savana, juga terdapat hutan tropis musim yang di dominasi pohon lontar (Borassus flabellifer), hutan bakau serta terumbu karang. Bukan hanya itu, perairan di Pulau Komodo dengan luas 1.214 kilo meter merupakan salah satu kawasan laut terkaya di dunia. Keindahan pemandangan bawah laut yang eksotik,ribuan spesies ikan hias, gunung laut, bunga karang, terumbu karang dan teluk semi tertutup menambah panjang barisan andalan potensi wisata di tanah komodo ini. Keindahan bahari ini begitu sempurna mengingat perairan ini merupakan migrasi 5 jenis paus, 10 lumba-lumba dan duyung.

Satwa warisan purba berikut hamparan keindahan alam yang luar biasa di belahan timur bumi pertiwi memang merupakan suatu keajaiban sesungguhnya. Hingga saat ini, komodo masih berkompetisi meraih gelar bergengsi di ajang Internasional untuk masuk dalam 7 Keajaiban Dunia Baru (new7wonders).

Ayoo cepat…berikan cinta untuk negeri dengan sumbangsih suaramu. Satu suara sangat berarti selamatkan ribuan komodo dan mengangkat citra bangsamu.

Sumber :

  • Wikipedia
  • Taman Nasional Komodo
  • Wartasemesta
DUKUNGAN KOMODO

Setelah Candi Borobudur gagal memasuki 7 Keajaiban Dunia Baru untuk kategori keajaiban dunia hasil budaya manusia (man made) pada tahun 2007 dalam hasil polling dunia oleh New 7 wonders, diikuti dengan tidak lolosnya Gunung Anak Krakatau dan Danau Toba untuk kategori keajaiban alam, sekarang tinggal Taman Nasional Komodolah satu-satunya tumpuan harapan Indonesia untuk melaju ke babak final masuk 7 besar dalam N7WS Of Nature (Keajaiban Dunia Baru Kategori Alam).

BERAGAM FAKTA TENTANG KEAJAIBAN TAMAN NASIONAL KOMODO

  • Taman Nasional Komodo yang berdiri 1980 merupakan satu-satunya wilayah konservasi dimana didalamnya terdapat habitat asli satwa purbakala endemik Komodo.
  • Selain Komodo terdapat 25 spesies hewan darat dan burung yang dilindungi, juga flora langka seperti Kayu hitam (Diospyros javanica) dan bayur (Pterospermum diversifolium).
  • Merupakan Situs Warisan Dunia dan Cagar Biosfir oleh UNESCO sejak tahun 1986
  • Kondisi alamnya unik, terdapat ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis,  ekosistem air laut, dan ekosistem savanna dalam satu wilayah Taman Nasional Komodo
  • Terdapat komunitas hutan mangrove/ bakau  yang berguna sebagai penghalang atau benteng fisik alami terhadap erosi dan akarnya menjadi tempat pembiakan dan daerah perlindungan bagi kepiting,udang dan moluska
  • Di kawasan ini anda dapat menjumpai 253 spesies terumbu karang yang merupakan salah satu pesona biota terindah didunia, ditambah lagi 1.000 spesies ikan yang menambah semarak panorama laut.
  • Bagi anda yang gemar berwisata bahari,  disini anda dapat berenang, snorkeling, menyelam atau pun berjemur menikmati keunikan hamparan pasir merah dengan bebatuan berwarna-warni yang luar biasa indah di Pink Beach, salah satu kawasan andalan di TNK.
  • Anda dapat menjelajahi Goa Alam Batu Cermin sepanjang 200 meter dimana terdapat aneka rupa staglatit dan staglamit yang masih terpelihara dengan baik. Disini juga anda dapat menemukan sejumlah fosil terumbu karang dan penyu yang telah membatu. Fosil ini memberi isyarat bahwa Goa Batu Cermin merupakan bagian dari palung laut pada masa lampau. Dinamakan Batu Cermin karena batu-batunya memancarkan kemilau sinar yang sangat indah.
  • Di pulau Komodo terdapat sejumlah suku yang hidup berdampingan sejak ratusan tahun silam dengan reptil raksasa yaitu Suku Modo.

Dan masih banyak lagi keindahan dan keunikan Taman Nasional Komodo yang lain. Kini saatnya bagi anda untuk berpartisipasi mendukung kemenangan komodo dan habitatnya hingga mencapai peringkat teratas 7 Keajaiban Dunia Baru Kategori Alam (New 7 Wonders of Nature).

Mari kita bersama-sama, sebagai sesama warga negara Indonesia untuk ikut mendukung Komodo menjadi keajaiban dunia alam terbaru melalui berbagai cara dan bentuk dukungan yang ada. Salah satu bentuk dukungan yang mudah dan bisa kita lakukan adalah melalui SMS, caranya ketik KOMODO kirim ke 9818. Tarifnya satu Rupiah per-SMS. Bagi yang telah mengirimkan seratus kali sms berhak untuk mendaftarkan namanya dalam monumen komodo. Jadi tunggu apalagi? Mari kita bersama-sama ikut serta menjadi bagian bangsa dengan cara mendukung Komodo sebagai keajaiban dunia! Informasi lebih lengkap, kunjungi situs Pilih Komodo.

~diambil dari situs Pilih Komodo.

Sandal, Maling, dan Masjid

sandal
Aku tak menyangka kalau maling sandal masih ada di zaman modern serba canggih seperti sekarang. Well, aku mengalaminya sendiri… dua kali pula, membuatku menjadi sangat kesal terlebih lagi maling sandalnya di masjid di kota yang bisa dibilang kota religius, membuatku semakin miris.
Kehilangan sandal di masjid adalah pengalaman pertamaku. Saat itu aku pergi ke masjid untuk sholat Maghrib berjamaah dengan memakai sandal terbaikku yang merupakan pemberian pamanku. Sandal itu bisa dibilang sandal yang bagus dan keren, jadi aku suka memakainya. Bukannya mau pamer, tapi memang hanya itu sandal yang kumiliki yang kubawa saat pindah dari Jakarta. Sama sekali tidak terpikirkan di benakku bahwa akan ada maling sandal di kota Bontang yang terbilang maju dan kaya (yang lucunya POM bensin selalu penuh dengan antrian), karena dari pengalaman-pengalamanku sebelumnya pun sandalku baik-baik saja bila kupakai ke masjid di kota-kota lain sekaliber Jakarta. Tapi semua berubah saat aku selesai mendengar ceramah dan sholat Isya, ketika aku beranjak untuk pulang… sandal kerenku sudah tidak berada di tempat semestinya dia berada saat kutinggalkan sebelumnya. Aku bahkan tidak bisa menemukannya dimanapun di halaman masjid! Aku pun pulang ke rumah dengan telanjang kaki dan itu menjadi pengalaman pertamaku kehilangan sandal di masjid.
Tak ingin kehilangan sandal yang bagus dan keren lagi, aku pun membeli sandal jepit standar yang biasa dipakai orang-orang, sandal jepit murahan warna putih polos dengan karet penjepit warna hijau. Aku pun memakainya dengan bangga pergi ke masjid, dengan begitu yakin bahwa sandalku tidak akan ada yang mencuri karena itu sandal murahan. Tapi masalah lain muncul saat aku selesai sholat berjamaah Tarawih yang kebetulan saat itu memang bulan Ramadhan. Saat aku hendak beranjak pulang, aku melihat ada banyak sandal yang serupa dengan sandalku di tempat terakhir aku meletakkan sandalku… sama-sama berwana putih dengan karet penjepit warna hijau! Aku lalu mencoba satu-persatu sandal yang ada, mencoba merasakan sandalnya untuk bisa menemukan sandalku, tapi percuma saja karena ternyata aku tak bisa menemukannya. Sepertinya seseorang salah mengira sandal milikku sebagai miliknya dan langsung membawanya pergi. Daripada pulang nyeker lagi, aku pun memakai salah satu sandal jepit yang kurasakan tepat di kakiku akan tetapi… warna karet penjepitnya biru, bukan hijau!
Tak mau kejadian sandal tertukar terulang kembali, aku lalu membeli sandal jepit yang agak kerenan sedikit, yang tidak polos putih namun memiliki corak tulisan merk “New Era” dengan warna dasar hitam dan penjepit warna biru. Kalau dilihat sandal jepitku kali ini lebih keren dari sandal standar sebelumnya dan akan sulit tertukar karena jarang yang memilikinya. Aku pun menggunakannya untuk pergi ke masjid, walaupun pamanku sudah memperingatkan untuk tidak mengenakan sandal itu setelah “tragedi” hilangnya sandal bagusku dulu. Meski begitu saat aku mengenakannya ke mushola dekat rumah, sandal itu tidak pernah raib, membuatku percaya diri dan memakainya kemanapun aku pergi.
Tapi Tuhan merencanakan sandalku untuk kembali hilang. Kira-kira seminggu yang lalu aku pergi ke masjid besar untuk sholat Jum’at, masjid yang sama dimana aku kemalingan sandal bagus pertamaku. Aku pergi bersama anak tetangga yang saat itu memakai sandal bagus. Saat memasuki masjid aku mengkhawatirkan sandal anak itu, takut kalau sandalnya dimaling. Alih-alih sandal anak itu yang hilang, justru akulah yang kembali kehilangan atau tepatnya kemalingan sandal di masjid. Sandal jepit keren merek “New Era” milikku kucari sudah tidak ada di samping sandal anak tetangga. Aku pun pulang dengan kaki telanjang untuk kali kedua. Betapa malunya aku saat jamaah lainnya yang berjalan bergerombol pulang melihat ke arahku. Seorang teman bertanya kemana sandalku dan saking kesalnya aku menjawab dengan cuek, “Tahu kemana…”. Aku benar-benar tak percaya aku kehilangan sandal dua kali di masjid yang sama… seolah aku adalah orang bodoh yang terperosok jatuh ke lubang yang sama… yang melakukan kesalahan yang sama!
Kesal dengan maling sandal, aku lalu pergi ke warung terdekat dan membeli dua pasang sandal jepit sekaligus: satu pasang sandal jepit standar polos putih dengan karet warna hijau dan satu pasang sandal jepit bagus merek “New Era” yang jadi korban waktu itu. Aku juga membeli korek api gas dan membakar sandal jepit standar yang aku beli hingga menimbulkan bekas terbakar pada warna putihnya, membuat sandal itu takkan tertukar lagi. Memang salah ya kalau punya sandal bagus?
Tapi harus selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, dan aku memikirkannya dari pengalamanku dua kali kehilangan sandal bagus di masjid. Mungkin Tuhan menegurku melalui cara yang halus, melalui hilangnya sandalku yang bagus di masjid. Kuakui memang saat kehilangan sandal yang pertama waktu itu aku tidak khusyu’ dalam sholatku, aku mengkhawatirkan sandalku, takut kalau sandalku akan hilang. Mungkin Tuhan tidak suka aku menduakannya terlebih dalam ibadahku sehingga dia menjadikan ketakutanku terwujud menjadi kenyataan. Sandal itu benar-benar hilang. Mungkin pula Tuhan menegurku untuk lebih meningkatkan ibadahku, untuk lebih ikhlas menjalaninya dan berhenti mengeluh. Entahlah, hanya Tuhan yang tahu…
Dasar Nasib punya sandal bagus… sekalinya dibawa ke masjid buat sholat jamaah, langsung aja diembat sama maling… plis deh, hare gene masih ada maling sandal? Sudah gak jaman lagi tahu, sekarang itu jamannya maling uang rakyat (?). Dan pesanku untuk si maling sandal… kukutuk kamu biar gak bisa beli sandal yang harganya paling murah sekalipun… dasar maling tak tahu diuntung… Hahaha… 😀
*stress karena dua kali kemalingan sandal*

Detroit Metal City

Detroit Metal City adalah sebuah film drama komedi Jepang yang mengangkat tema musik cadas death metal. Film ini diangkat dari manga populer berjudul sama. Adalah Negishi (Kenichi Matsuyama – L Death Note), seorang penggemar musik pop ceria yang bercita-cita menjadi penyanyi pop terkenal. Ironisnya, saat pergi mengadu nasib ke Tokyo dia justru menjadi vokalis dari Detroit Metal City atau DMC, sebuah band musik keras bergenre death metal yang memiliki banyak penggemar setia. Di dalam band itu Negishi tidak menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi Krauser, alter ego Negishi dalam kostum dan riasan setan. Secara tidak langsung Negishi kemudian memiliki kepribadian ganda yaitu kepribadian asli Negishi yang ceria dan kepribadian Krausser yang kasar saat menjadi vokalis DMC. Sebenarnya Negishi tidak ingin menjadi Krauser dan menyanyikan genre lagu death metal yang tidak disukainya (yang lucunya dibuat sendiri olehnya), namun dia terpaksa melakukannya karena paksaan bosnya, seorang wanita yang berambisi mengalahkan Jack, legenda musik Death Metal dunia. Boslah yang pertama kali menyadari bakat terpendam Negishi dalam musik cadas, walaupun dia tahu Negishi tidak menyukai musik itu.
Suatu ketika Negishi bertemu dengan Yuri, teman lamanya dulu di sekolah yang tak lain adalah perempuan yang ditaksirnya. Saat membicarakan tentang DMC, Yuri mengatakan kalau dia tidak menyukai musik DMC yang disebutnya sebagai musik buruk. Negishi yang menyukai Yuri pun tidak bisa berterus terang bahwa dirinya adalah vokalis DMC karena apabila Yuri mengetahui hal itu pastilah Negishi akan langsung dibenci dan dicap lelaki aneh. Dalam kesibukannya sebagai vokalis DMC, Negishi berusaha keras untuk bisa menemui Yuri dengan pribadinya yang ceria dan menyukai musik trendi, bukan sebagai Krauser. Sayangnya, DMC membuatnya menjadi kelabakan karena selain harus menyembunyikan rahasianya, Negishi juga harus mengatur kepribadiannya yang saling bertentangan. Semuanya menjadi semakin kacau saat musik ceria yang ditawarkan Negishi ditolak dan dihina oleh produser idola Negishi yang ternyata adalah teman Yuri. Hal ini diperburuk dengan munculnya adik kelas Negishi yang telah sukses sebagai vokalis band indie bergenre pop ceria. Negishi menjadi semakin sedih, putus asa dan merasa impiannya untuk menjadi penyanyi pop ceria tidak akan pernah terwujud. Dia lalu melampiaskan kekesalannya dengan bernyanyi untuk DMC, menjadikan DMC sebagai band musik cadas paling populer di Jepang hingga menarik perhatian Jack sang legenda Death Metal yang berniat menantang DMC dalam konser duel. Tapi Negishi tiba-tiba memutuskan berhenti dan pulang ke desanya karena merasa telah gagal dalam meraih mimpinya. Apakah yang kemudian terjadi? Sanggupkah DMC mengalahkan Jack? Dan bagaimanakah kelanjutan perjuangan Negishi dalam meraih impiannya? Mampukah dia mewujudkan impiannya itu?
Detroit Metal City adalah sebuah film yang berhasil dalam segala aspek. Ceritanya bagus, begitu juga dengan akting para pemerannya. Sosok Negishi begitu berkarakter dimana Kenichi Matsuyama dengan sangat apik menampilkan dua kepribadiannya yang bertentangan. Komedi yang dihadirkan begitu realistis dan mengundang tawa hampir di seluruh bagian film. Porsi dramanya pun tepat, menjadi bagian penting yang membalik situasi tokoh utamanya. Sebuah amanat tersirat dengan sangat baik pada inti film ini, yaitu mengajak kita untuk tidak berhenti bermimpi karena semua pencapaian dalam hidup ini berawal dari sebuah impian. Secara pribadi, saya merasa sangat terhibur saat menyaksikan film ini. Begitu kompleks namun tidak membingungkan. Terlebih bisa melihat kembali akting luar biasa dari Kenichi Matsuyama, pemeran L dalam Death Note. Bagian yang saya suka dari film ini adalah saat Negishi terpaksa menjadi Krauser demi menasehati adiknya yang ternyata seorang fans berat DMC. Secara keseluruhan film ini sangatlah bagus dan sangat saya sarankan untuk ditonton, terlebih bagi kalian yang sedang putus asa. Sebuah pelajaran dari film ini untuk terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya menjadi kenyataan.

Semut Merah dan Kebakaran Rumah

Bekas hangus terbakar di teras rumah…

30 September 2011… Untuk pertama kalinya aku berhadapan dengan kebakaran… dan itu semua terjadi hanya karena semut merah… Beruntung Tuhan masih menyayangi keluarga ini…
Aku sedang tidur saat kakak sepupuku membangunkan, mengatakan ada banyak semut merah di bawah kasurku. Aku bangun dan memang ada banyak semut merah yang sepanjang malam selalu menggigitiku. Banyaknya semut di kamarku ini dikarenakan pembangunan yang tidak sempurna, sehingga semut-semut ganas bisa menghancurkan celah-celah dinding dan masuk ke dalam kamar.
Setelah menyingkirkan semut-semut yang terlihat, kakak sepupuku lalu berniat membunuh semut-semut di dalam lubang yang terus bermunculan keluar dengan menggunakan bensin. Dia membeli satu botol penuh bensin ukuran satu liter dan menyiramkannya di batas dinding dan lantai, tempat semut-semut itu muncul dan bersarang. Setelahnya, dia yang kesal dengan kemunculan berulang semut-semut yang mengganggu itu berniat untuk membakarnya. Kebetulan dia membawa korek api gas dan langsung menyulutkannya pada tempat itu. Bodohnya, tangan kanannya masih membawa botol bensin yang terisi penuh, dan yang terjadi selanjutnya bisa ditebak… api menyala dan menyambar botol bensin yang dibawanya. Api pun dengan cepat menyebar, membakar sebagian kamarku. Aku dan kakak sepupuku terkejut dengan kebakaran yang tidak kami duga itu. Beruntung kakak sepupuku mampu berpikir cepat dengan membawa keluar botol bensin yang terbakar itu, yang kemudian membakar sebagian ruang tamu. Api pun menyebar cepat dan orang-orang mulai panik. Angin yang berhembus kencang membuat api menjalar pada dinding rumah pembatas dengan rumah tetangga, membuat tetangga ikut panik berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Di luar itu ancaman terbesar justru datang dari motor-motor yang terparkir di halaman rumah, apalagi saat itu pamanku sedang memperbaiki motornya. Api menjalar di halaman teras rumah dan beruntung motor-motor tidak terparkir di jalan yang dilalui api karena andai saja motor-motor terparkir disana saat itu, sebuah kebakaran sangat besar akan terjadi di desa kami. Kakak sepupuku pun langsung melemparkan botol bensin yang terbakar sebelum akhirnya meledak. Dia bahkan nyaris membakar paman hidup-hidup karena dia melemparkannya tepat di samping paman yang dengan cepat menyingkirkan motor-motor sejauh mungkin dari api. Alhamdulillah, tragedi malam itu berakhir sudah dengan hanya kakak sepupuku saja yang menjadi korban, tangan kanannya terbakar akibat mempertahankan botol bensin agar tidak meledak di dalam rumah. Dia yang memulai masalah, dia pula yang menyelesaikannya. Andai dia panik saat kebakaran pertama terjadi, mungkin rumah kami kini tinggal sejarah.
Api yang membakar rumah lenyap dengan sendirinya, sementara aku memadamkan sisa api yang masih membakar kamarku. Beruntung api yang membakar rumah tidak merembet pada benda-benda yang mudah terbakar atau kabel listrik, sehingga rumah kami terselamatkan dari bencana kebakaran… nyaris saja kami kehilangan tempat tinggal hanya karena kecerobohan yang tidak semestinya terjadi.

api2
Bekas hangus terbakar di sudut kamarku…

Setelah kejadian itu aku terduduk lesu. Dadaku terasa sakit sekali, aku mengalami shock ringan. Ini pertama kalinya aku mengalami kebakaran rumah secara langsung, ini kali pertama aku menghadapi api yang mengancam langsung di depan mataku. Masih teringat saat aku berdiri dengan api menyala di depanku, seolah hal yang lebih buruk bisa terjadi kapanpun. Orang-orang masih berkerumun di depan rumah setelah kebakaran itu, well tentu saja itu akan terjadi.
Aku mengerti sekarang kenapa kebakaran rumah bisa meninggalkan trauma pada korban. Aku mengalaminya sendiri dan itu benar-benar mengerikan. Aku jadi teringat pada sahabatku yang meninggal dalam sebuah kebakaran di kota yang sama saat aku masih kecil dulu. Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa kita sadari, disinilah dibutuhkan kehati-hatian kita. Dari peristiwa itu aku menyadari bahwa manusia begitu lemah dan bersyukur karena Tuhan masih menyayangi kami. Ada banyak hal yang luput yang kuanggap itu sebagai pertolongan Tuhan. Kabel listrik yang biasanya terjuntai malam itu terangkat tegak, membuat api tidak menyambarnya karena bila tersambar saja, maka tidak ada yang terselamatkan. Kasur dan tikar yang ada di ruang tamu terletak tepat di samping kobaran api, andai api merembet kesana, mungkin lebih buruk lagi. Kemudian motor-motor yang terparkir di teras rumah, bila saja motor-motor itu terparkir di jalan yang dilalui api, maka ledakan hebat akan membunuh kami semua. Serta bila kakak sepupuku salah melemparkan botol bensin, seseorang bisa saja sekarat dengan luka bakar hebat. Alhamdulillah, bersyukur karena kami masih terselamatkan dari bencana yang mengerikan, sebuah pelajaran berharga tentang bermain api. Mungkin Tuhan tidak mengizinkan semut-semut merah itu dibakar, sehingga Dia membalikkan api itu kepada kami. Seingatku kita memang tidak boleh membakar makhluk Tuhan dengan api, karena Tuhan akan membalas dengan membakar kita lebih panas lagi. Ternyata hal itu memang benar, kita tidak boleh membakar makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan api, karena hanya Tuhan yang memiliki hak itu. Dan yang pasti, jangan pernah bermain-main dengan api… bila tidak ingin terbakar karenanya.
Kini, setiap kali aku melihat bekas hangus terbakar di dinding kamarku, aku akan tersenyum getir dan teringat pada peristiwa dimana semut merah nyaris saja membakar habis rumah kami…. hidup memang aneh…

Pengkhianatan G 30 S PKI

Setiap akhir September aku selalu teringat akan sebuah film yang dulu selalu diputar di seluruh stasiun televisi negeri ini… Pengkhianatan G 30 S…. Film yang mengisahkan proses terjadinya penculikan dan pembantaian para jenderal ini adalah film yang sangat aku takuti dulu. Aku menyaksikan film ini saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan film ini benar-benar membuatku ketakutan setengah mati. Film ini sangat menyeramkan bagi anak kecil seusiaku waktu itu. Aku ingat aku sampai menangis ketakutan saat film ini diputar. Film ini benar-benar tragedi… Masih terbayang kekerasan-kekerasan yang terjadi di sepanjang film, walaupun aku tidak ingat secara jelas karena aku masih kecil. Bagian yang membekas di benakku dan beberapa kali membuatku bermimpi buruk adalah saat mereka menyilet wajah jenderal, menembakki jenderal dengan brutal, menyeret tubuh mereka, dan memasukkannya ke dalam lubang yang dalam. Seolah belum puas dengan itu, mereka bahkan menembakinya di dalam lubang. Tapi yang bagiku sangat memilukan adalah pembantaian di waktu Subuh, saat orang-orang baru saja selesai menunaikan sholat berjamah dan kemudian datang gerombolan yang menyerang masjid, membantai mereka satu persatu dengan keji. Film ini benar-benar mimpi buruk… Aku ingat film ini adalah film wajib bagi para pelajar SMP waktu itu, dimana guru sejarah menyuruh murid-muridnya untuk menonton film ini dan mencatat hal-hal penting dari film ini yang katanya merupakan reka ulang sejarah. Waktu itu kakakku dan teman-temannya begadang menyaksikan film ini untuk mengerjakan tugas sejarah mereka sementara aku mendekam di kamarku ketakutan. Beruntung film ini kemudian dilarang ditayangkan semenjak reformasi dan keruntuhan Orde Baru sehingga guruku tidak pernah menyuruhku menonton film ini. Film ini benar-benar mengerikan… Tapi entah kenapa saat ini aku ingin menonton film ini, seolah ingin kembali ke masa kecilku menonton film yang membuatku bermimpi buruk berkali-kali, yang membuat aku memeluk pamanku erat sambil terus-menerus menangis. Kenangan kelam film ini begitu membekas di kepalaku, dan kupikir inilah alasan kenapa anak kecil tidak boleh menyaksikan adegan kekerasan, karena ingatan mereka sangat tajam akan hal ini, bisa membekas bahkan hingga dewasa. Aku berharap bisa menyaksikan film ini kembali, walaupun kuakui aku masih menyimpan ketakutan setiap kali mengingatnya….