Beranda » ulasan » Champions

Champions

Champions (2008) adalah sebuah film Hongkong yang dibintangi oleh Dicky Cheung, aktor yang memerankan Sun Go Kong dalam serial Journey to the West favorit kita semua. Dalam film yang menampilkan banyak atraksi kungfu ini Dicky Cheung berperan sebagai Zhang Feng, seorang atlet wushu underdog yang berusaha untuk memenangkan kejuaran kungfu agar bisa mewakili Cina dalam olimpiade 1930 dan juga mendapatkan cinta dari Yan Ling (diperankan Priscilla Wong), seorang sprinter wanita yang disukainya. Meski begitu ternyata rencana keberangkatan kontingen atlet Cina menjadi terganjal tatkala mereka kekurangan biaya untuk berangkat ke olimpiade. Akan tetapi muncul masalah saat dibutuhkan 600.000 dollar untuk bisa berangkat ke olimpiade, sedangkan pemerintah hanya membiayai setengahnya saja. Demi mewujudkan impian para atlet Cina berlaga di olimpiade, Zhang Feng dan atlet lainnya pun melakukan penggalangan dana dengan berbagai cara di antaranya melalui pertunjukan jalanan. Mampukah Zhang mewakili China dalam dmonstrasi wushu di olimpiade serta memenangkan cintanya?

Champion menampilkan kisah heroik yang luar biasa, tentang bagaimana nasionalisme warga negara dalam mendukung perdamaian. Film action ini menyajikan banyak adegan pertarungan bela diri kungfu yang tersaji dari berbagai macam aliran seperti kungfu belalang sembah dan cakar elang. Banyak tema diangkat dalam film ini seperti tema persatuan yang dituangkan melalui hubungan antar atlet untuk tidak bersikap individual. Penuh konflik baik konflik antar pribadi maupun konflik antar golongan. Contoh konflik antar pribadi terjadi pada Yan Ling dengan sprinter berbakat Li Sen. Yan Lin berusaha meyakinkan Li Sen mengenai persatuan walaupun usahanya itu berakhir kematian (ups! SPOILER!). Sementara itu konflik antar golongan terjadi di antara perguruan kungfu yang ikut serta dalam turnamen seleksi. Konfliknya sangat seru, membuat penonton akan terbawa dalam suasana film yang menegangkan dari awal sampai akhir. Semua karakter dalam film ini ditampilkan begitu relaistis sesuai kenyataan, sehingga penonton tidak akan menemukan tipikal film-film heroik yang menyuguhkan kepahlawanan terpusat yang sering ada sebelumnya. Dramanya pun mengena dan menurut saya sangat orisinal. Bagian yang saya suka saat kematian Yan Ling, dimana Zhang Feng menjadikan korek api sebagai obor olimpiade untuk menyenangkan Yan Lin.

Secara keseluruhan Champions adalah sebuah film yang bagus ditonton, film laga bertema olimpiade yang menarik. Kelemahan film ini ada pada alurnya yang terasa begitu cepat karena begitu banyak karakter yang ditampilkannya. Well, satu amanat dalam film ini yang bisa ditiru oleh orang Indonesia adalah semangat nasionalisme persatuan yang tinggi guna mengangkat nama baik bangsa dan juga menciptakan perdamaian melalui olahraga. Mereka memiliki mimpi dan berusaha mewujudkannya, seperti kata-kata Zhang Feng yang mengatakan bahwa suatu saat obor olimpiade akan menyala di China, dan hal itu terjadi di tahun 2008 dimana negara itu menjadi tuan rumah olimpiade 2008 yang diklaim sebagai olimpiade tersukses. Itu yang bisa saya simpulkan dari film ini setelah sepupu saya memberikan komentarnya di akhir film. Komentarnya, “Kapan ya Indonesia bisa begini?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s