Summer Wars

Summer Wars adalah sebuah film animasi Jepang produksi MadHouse (The Girl who Leapt Through Time) yang dirilis tahun 2009 dan berhasil meraih penghargaan sebagai animasi terbaik tahun 2010 di Jepang. Film ini mengisahkan tentang perjuangan pelajar SMA berbakat bersama dengan sebuah keluarga yang berusaha keras menyelamatkan dunia dari bencana nuklir yang diakibatkan oleh peretas internet.

Kenji adalah pelajar SMA yang pintar matematika. Pada liburan musim panas, teman wanitanya yang bernama Natsuki mengundangnya datang ke ulang tahun neneknya yang kesembilan puluh di desa Ueda. Kenji yang awalnya ikut serta untuk bekerja justru dipaksa bersandiwara oleh Natsuki agar mau mengaku sebagai kekasihnya. Semuanya berjalan lancar hingga sebuah email misterius datang pada Kenji, meminta untuk dipecahkan. Kenji berhasil memecahkan email berisi kode angka-angka tersebut namun tanpa dia duga, keesokan harinya terjadi kekacauan di OZ, sebuah sistem jaringan sosial di internet yang telah terintegrasi dengan kehidupan nyata. Rupanya email tersebut adalah kunci keamanan OZ dan dengan cepat Kenji pun menjadi tersangka pembobolan sistem keamanan OZ yang mengakibatkan kekacauan di dunia nyata. Setelah diselidiki, rupanya pelaku utama kejahatan tersebut adalah peretas buatan bernama Love Machine yang memiliki rasa haus akan informasi dan perlahan-lahan mencuri akun-akun di OZ. Awalnya Kenji tidak terlalu peduli hingga kemudian kekacauan tersebut membuat nenek Natsuki meninggal dunia. Kenji pun berusaha keras menghentikan usaha Love Machine dengan dibantu oleh King Kazma dan keluarga Jinnouchi yang memiliki riwayat sejarah perjuangan di masa lalu, demi menyelamatkan dunia dan juga demi membalaskan kematian sang nenek yang telah memberikan banyak inspirasi.

Summer Wars adalah sebuah film animasi yang menarik dengan ide yang orisinal, mengangkat tema keamanan dunia internet yang bisa membahayakan dunia nyata. Ada banyak karakter yang diperkenalkan dalam film ini namun hebatnya, semua karakter itu memiliki peran tersendiri dan signifikan di dalam film, menjadikan setiap karakter berarti. Drama dalam film ini tersaji begitu apik dan mengalir begitu saja di sepanjang film, terutama drama tentang keluarga besar Natsuki. Penggambaran keluarga besar Natsuki terlihat begitu nyata seperti kehidupan sehari-hari sehingga membuatku teringat pada keluarga besarku di kampung. Terlihat apa-adanya seperti tidak dibuat-dibuat. Konflik yang ada pun tampak alami seperti pada konflik yang terjadi di antara Wabisuke dan nenek Natsuki serta di antara Kenji dan Natsuki yang walaupun ringan tapi menarik. Ada banyak amanat dan pesan yang bisa dipetik dari film ini, di antaranya yaitu tentang persatuan keluarga, dimana sebagai bagian dari keluarga, kita harus saling mendukung dan bekerjasama tak peduli betapa sulit masalah yang dihadapi. Disini pun tergambar bahwa kita harus mengutamakan kepentingan keluarga dari kepentingan pribadi. Amanat lainnya yaitu mengenai keamanan internet, dimana secanggih apapun teknologinya, tetap saja masih ada kekurangan dan celah kerusakan sehingga kita harus lebih berhati-hati dalam penerapannya, khususnya yang berhubungan dengan dunia internet.

Secara keseluruhan Summer Wars adalah film menarik dari awal sampai akhir. Cerita yang orisinil, kualitas gambar dan suara yang bagus, serta sajian genre yang beragam dari drama, tragedi, aksi hingga komedi membuat film ini layak disaksikan bersama keluarga. Well, menonton film pada bagian pertarungan di dunia OZ membuatku teringat pada Digimon the Movie, tepatnya pada bagian dimana orang-orang di seluruh dunia memberikan dukungan pada Natsuki saat bertarung melawan Love Machine. Aku pun jadi mengenal permainan kartu Hanafuda dari Jepang. Intinya, menyaksikan film ini akan membawa kita masuk ke dalam dunia OZ yang menegangkan dari awal hingga akhir. Sangat disarankan!

Iklan

Champions

Champions (2008) adalah sebuah film Hongkong yang dibintangi oleh Dicky Cheung, aktor yang memerankan Sun Go Kong dalam serial Journey to the West favorit kita semua. Dalam film yang menampilkan banyak atraksi kungfu ini Dicky Cheung berperan sebagai Zhang Feng, seorang atlet wushu underdog yang berusaha untuk memenangkan kejuaran kungfu agar bisa mewakili Cina dalam olimpiade 1930 dan juga mendapatkan cinta dari Yan Ling (diperankan Priscilla Wong), seorang sprinter wanita yang disukainya. Meski begitu ternyata rencana keberangkatan kontingen atlet Cina menjadi terganjal tatkala mereka kekurangan biaya untuk berangkat ke olimpiade. Akan tetapi muncul masalah saat dibutuhkan 600.000 dollar untuk bisa berangkat ke olimpiade, sedangkan pemerintah hanya membiayai setengahnya saja. Demi mewujudkan impian para atlet Cina berlaga di olimpiade, Zhang Feng dan atlet lainnya pun melakukan penggalangan dana dengan berbagai cara di antaranya melalui pertunjukan jalanan. Mampukah Zhang mewakili China dalam dmonstrasi wushu di olimpiade serta memenangkan cintanya?

Champion menampilkan kisah heroik yang luar biasa, tentang bagaimana nasionalisme warga negara dalam mendukung perdamaian. Film action ini menyajikan banyak adegan pertarungan bela diri kungfu yang tersaji dari berbagai macam aliran seperti kungfu belalang sembah dan cakar elang. Banyak tema diangkat dalam film ini seperti tema persatuan yang dituangkan melalui hubungan antar atlet untuk tidak bersikap individual. Penuh konflik baik konflik antar pribadi maupun konflik antar golongan. Contoh konflik antar pribadi terjadi pada Yan Ling dengan sprinter berbakat Li Sen. Yan Lin berusaha meyakinkan Li Sen mengenai persatuan walaupun usahanya itu berakhir kematian (ups! SPOILER!). Sementara itu konflik antar golongan terjadi di antara perguruan kungfu yang ikut serta dalam turnamen seleksi. Konfliknya sangat seru, membuat penonton akan terbawa dalam suasana film yang menegangkan dari awal sampai akhir. Semua karakter dalam film ini ditampilkan begitu relaistis sesuai kenyataan, sehingga penonton tidak akan menemukan tipikal film-film heroik yang menyuguhkan kepahlawanan terpusat yang sering ada sebelumnya. Dramanya pun mengena dan menurut saya sangat orisinal. Bagian yang saya suka saat kematian Yan Ling, dimana Zhang Feng menjadikan korek api sebagai obor olimpiade untuk menyenangkan Yan Lin.

Secara keseluruhan Champions adalah sebuah film yang bagus ditonton, film laga bertema olimpiade yang menarik. Kelemahan film ini ada pada alurnya yang terasa begitu cepat karena begitu banyak karakter yang ditampilkannya. Well, satu amanat dalam film ini yang bisa ditiru oleh orang Indonesia adalah semangat nasionalisme persatuan yang tinggi guna mengangkat nama baik bangsa dan juga menciptakan perdamaian melalui olahraga. Mereka memiliki mimpi dan berusaha mewujudkannya, seperti kata-kata Zhang Feng yang mengatakan bahwa suatu saat obor olimpiade akan menyala di China, dan hal itu terjadi di tahun 2008 dimana negara itu menjadi tuan rumah olimpiade 2008 yang diklaim sebagai olimpiade tersukses. Itu yang bisa saya simpulkan dari film ini setelah sepupu saya memberikan komentarnya di akhir film. Komentarnya, “Kapan ya Indonesia bisa begini?”

Midori Days

Midori Days atau judul aslinya Midori no Hibi adalah manga action-drama unik yang mengisahkan tentang Seiji Sawamura, pelajar SMA yang suka berkelahi dan ditakuti di sekolah karena hal tersebut. Di kalangan pelajar berandalan dia dikenal dengan julukan “tangan kanan setan” karena kemampuan pukulan tangan kanannya yang hebat. Tapi sebenarnya Seiji tidak ingin bertarung atau berkelahi, karena gara-gara kebiasaan buruknya itu dia jadi dijauhi oleh gadis-gadis padahal Seiji sangat berharap mendapatkan pacar di SMA. Hingga suatu hari saat dia terbangun dari tidurnya, tiba-tiba tangan kanan yang selama ini dibanggakannya secara misterius berubah menjadi tubuh seorang gadis bernama Midori yang mengaku menyukainya sejak lama. Seiji yang bingung dengan perubahan tangannya kanannya itu mau tak mau harus menyesuaikan diri karena sejak saat itu dia tidak bisa lagi berkelahi dengan mengandalkan tangan kanannya dan lebih dari itu, dia kini hidup dengan seorang gadis yang ada di tangan kanannya! Tentu saja hal-hal konyol terjadi pada Seiji yang berusaha keras menyembunyikan Midori agar tidak diketahui orang lain. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tangan kanan Seiji berubah bentuk? Siapa sebenarnya Midori dan mampukah Seiji mendapatkan tangan kanannya kembali?
Aku pertama kali membaca manga ini di Shonen Magz dan langsung tertarik dengan ceritanya yang unik. Ceritanya bagus, sebuah kisah yang orisinal dimana kita akan mengikuti kehidupan Seiji dengan Midori yang jenaka, konyol, dramatis dan terkadang romantis. Ceritanya terus berkembang di setiap chapternya dengan kisah-kisah berbeda yang akan membuat pembaca menjadi semakin penasaran. Yang aku suka dari serial ini adalah penggambaran karakter Midori dalam tangan kanan Seiji yang terlihat imut, lucu, dan menggemaskan. Di Indonesia sendiri edisi tankobon manga ini telah diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo dalam lima volume. Bagi kalian yang menyukai serial manga dengan cerita yang unik dan lain dari biasanya, Midori Days bisa menjadi pilihan.

Goosebumps: Semalam di Menara Teror

Goosebumps adalah serial misteri horor karangan R.L. Stine yang populer dan banyak judul telah diterbitkan. Serial ini begitu populer di kalangan anak-anak remaja khususnya di akhir tahun 90-an, termasuk aku dan kakakku. Aku pertama kali mengenal serial ini saat membaca resensinya di majalah Bobo dan sejak saat itu aku jadi penasaran untuk bisa membacanya. Saat pergi ke Gramedia di waktu liburan ke Jakarta, kami berdua membeli masing-masing satu judul serial Goosebumps. Kakakku membeli judul yang mengisahkan cerita horor di malam haloween sementara milikku berjudul Semalam di Menara Teror. Aku memilih seri ini karena melihat kavernya yang menyeramkan yaitu algojo bertopeng yang membawa kapak besar. Ceritanya tentang kakak beradik Sue dan Eddie yang sedang berwisata di sebuah menara kuno peninggalan kerajaan Inggris yang dulunya digunakan sebagai tempat hukuman. Dalam perjalanan wisata itu mereka terpisah dari rombongan dan kemudian tersesat di dalam menara dimana sesosok misterius memburu dan mengejar mereka berdua untuk dibunuh. Saat mereka hendak mencari pertolongan, mereka menyadari bahwa mereka tidak ingat apa-apa! Apakah yang terjadi sebenarnya? Siapakah sosok algojo yang mengejar mereka berdua? Mampukah keduanya menemukan jalan keluar dari menara teror itu?

Ceritanya seru, paling tidak itulah yang aku rasakan saat membacanya di bangku SD dulu. Penulisnya mampu mengolah kata-kata sedemikian rupa sehingga aku terbawa ke dalam cerita saat membacanya, merasakan apa yang terjadi pada karakter utamanya, seolah-olah aku adalah Eddie sementara Sue adalah kakakku, dan bersama-sama kami berusaha mencari jalan keluar dari menara sembari melarikan diri dari kejaran algojo. Buku ini sangat berkesan padaku waktu itu hingga sampai terbawa mimpi dan membuatku ketakutan. Mengingat kembali serial ini membawaku kembali ke masa kecilku dulu, dimana aku suka sekali membaca cerita fiksi dan sering sekali meminjam buku di taman bacaan bersama kakakku. Kami berdua menyukai serial Goosebumps dan beberapa kali membacanya bersama di taman bacaan. Aku rindu saat-saat itu…