Beranda » ulasan » Professor Layton and the Eternal Diva

Professor Layton and the Eternal Diva

Diadaptasi dari game laris Nintendo DS, Professor Layton and the Eternal Diva mengisahkan petualangan arkeolog Inggris yang selalu menyebut dirinya “Lelaki Inggris Sejati” bersama dengan muridnya yang juga asistennya, Luke Triton untuk memecahkan teka-teki kehidupan abadi dari Ambrosia, tanah yang hilang.
Mengambil setting setelah event di the Last Specter, alkisah Profesor Layton menerima surat dari mantan muridnya, Janice Quatlane. Surat inilah yang menjadi titik awal perjalanan investigasi misterius. Teka-teki baru muncul saat Janice Quatlane, seorang penyanyi opera muda mengatakan bahwa dia melihat hantu dari sahabat terbaiknya. Bagi lelaki bangsawan seperti Profesor Layton, tidak mungkin membiarkan seorang wanita muda larut dalam kesedihan. Untuk memecahkan misteri, dia bersama dengan Luke datang ke Crown Petone, sebuah kapal opera terkenal di dunia dimana komposer jenius Oswald Whsitler akan menampilkan mahakarya terakhirnya. Tapi ketika mereka berada disana, ternyata yang terjadi tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Opera itu berubah menjadi sebuah permainan teka-teki yang menakutkan dimana pemenang dari teka-teki itu akan mendapatkan kehidupan abadi. Kunci dari misteri ini terletak dalam kehidupan abadi, dimana rival berat sang profesor berada dibalik misteri tersebut. Mampukah Profesor Layton memecahkan teka-teki tersebut dan menyelamatkan nyawa rekan-rekannya, termasuk nyawa Janice yang di luar dugaan menyimpan banyak rahasia?
Professor Layton and the Eternal Diva merupakan adaptasi sebuah game yang berhasil. Unsur-unsur dalam game terbawa baik ke dalam alur cerita film, membuat sosok Profesor Layton menjadi lebih hidup. Teka-teki yang dihadirkan mungkin tidak sebanyak dalam movie Detective Conan, akan tetapi mampu merasuk di sepanjang film, menjadi sebuah esensi yang lekat dengan film secara keseluruhan. Ceritanya terbilang baru, sangat orisinil dengan banyaknya unsur drama yang membuat film ini menjadi sebuah animasi drama yang sangat menyentuh. Hal ini semakin menjadi lengkap dengan musik latar yang begitu klasik menggambarkan setiap suasana yang ditampilkan. Tak hanya drama, film ini juga menyajikan adegan aksi yang keren dan menegangkan, sebagaimana tergambar dalam duel antara Profesor Layton melawan Descole. Kualitas gambarnya pun sangat bagus, dengan gaya penggambaran yang baru sehingga memiliki ciri khas tersendiri dibanding film-film animasi lainnya. Penggambaran karakternya unik, khususnya pada tokoh-tokoh wanita yang terlihat cantik, imut, serta elegan walaupun penggambaran tokoh prianya berbanding terbalik dan lebih banyak ditemui karakter pria dengan hidung panjang dan badan yang tidak proporsional.
Jalan ceritanya yang penuh teka-tekinya akan membawa para penontonnya menjadi penasaran dari awal hingga akhir, dengan jalinan kisah yang sulit ditebak. Bagi penggemar serial game Professor Layton atau penggemar film animasi Jepang, film ini sangatlah sayang untuk dilewatkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s