Matilda

Matilda adalah sebuah buku cerita anak-anak yang dikarang oleh Roald Dahl, salah satu penulis cerita anak-anak terkenal. Buku ini mengisahkan tentang Matilda Wormwood, seorang anak perempuan berumur lima tahun yang memiliki kecerdasan tinggi melampaui anak-anak pada usianya. Dia sudah bisa membaca dan berhitung bahkan sebelum dia masuk  sekolah. Namun bakatnya ini dipandang sebelah mata oleh keluarganya yang hanya menganggapnya sebagai sampah. Kedua orang tua Matilda lebih menyayangi kakaknya, Michael dibandingkan dengan dia. Matilda pun sering diperlakukan tidak baik. Meskipun begitu, kecerdasan yang dimiliki oleh anak ini membuatnya berontak dan memberi pelajaran kepada kedua orang tuanya.
Saat masuk sekolah, Matilda bertemu dangan Miss Honey, gurunya dan satu-satunya orang yang mengakui keberadaan serta kecerdasannya. Bersama Miss Honey dan teman-teman sekelasnya, Matilda menghadapi ancaman dari kepala sekolah yang jahat, Mrs. Trunchbull. Matilda kemudian berencana untuk memberikan pelajaran kepada sang kepala sekolah dan juga menyelamatkan guru kesayangannya, Miss Honey. Mampukah seorang anak kecil dengan kecerdasan Einstein itu melakukannya?
Kisah Matilda menawarkan sebuah fantasi baru bagi pembacanya, bahkan orang dewasa sekalipun. Ceritanya menarik dan penuh kejutan, walaupun terkesan sangat tidak masuk akal, tapi itulah esensi fiksi. Ada banyak pesan moral yang disampaikan oleh kisah ini di antaranya adalah sebuah penghargaan yang layak kepada seorang anak. Kekejaman sang kepala sekolah bisa jadi pelajaran berarti bagi siapapun yang membacanya.
Pada awalnya saya sama sekali tidak tertarik dengan buku cerita ini saat melihat kaver buku yang terkesan aneh dan tidak menarik. Namun saya terpesona dengan gaya bertutur sang penulis saat saya terpaksa membacakan cerita ini sebagai dongeng pengantar tidur untuk adik sepupu saya. Mungkin benar ungkapan lama yang berbunyi, ”Don’t judge a book from its cover.” Yeah, Anda mungkin bisa mulai membaca cerita fantasi yang ilustrasinya dikerjakan oleh Quentin Blake ini.

The Lovely Bones

Lovely Bones adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel bestseller berjudul sama karangan Alice Sebold. Film ini mengisahkan tentang Susan Salmon, seorang gadis berumur 14 tahun yang dibunuh oleh tetangganya sendiri, seorang psikopat gila.
Setelah kematiannya, ayah Susan begitu terpukul dan berusaha keras menemukan pembunuh dari putrinya tersebut. Susan yang berada di alam yang lain kemudian memberikan petunjuk kepada keluarganya untuk bisa menemukan mayatnya. Namun apa yang terjadi justru kemudian mencelakakan sang ayah dan membuat Susan merasa sangat bersalah. Susan pun mulai berpikir untuk menerima kenyataan akan kematiannya sementara waktunya di dunia lain akan segera habis. Tapi sebelum itu, Susan berusaha untuk memenuhi keinginan terakhirnya yang belum terpenuhi serta menyelamatkan saudaranya dari ancaman pembunuh yang sama!
Lovely Bones menawarkan sebuah kisah drama yang sangat menyentuh, menampilkan sisi kekeluargaan yang sering terlupakan. Para artis dalam film ini telah berperan dengan baik sehingga berhasil menghidupkan setiap karakter yang ada, seperti Mark Wahlberg dalam perannya sebagai seorang ayah yang begitu sedih dan terpukul atas kematian anaknya sementara Saoirse Ronan dalam perannya sebagai Susan berhasil memancing emosi penonton untuk ikut terbawa pada kese
dihan akibat pembunuhan yang menimpanya.
Jalan cerita yang tidak bisa ditebak membuat film ini sangat sayang dilewatkan terlebih bagi para penggemar drama ataupun thriller. Ditambah lagi, Peter Jackson selaku sutradara berhasil menampilkan berbagai macam pemandangan nan indah selama film ini berlangsung, menjadikan Lovely Bones sebagai salah satu film panorama terbaik yang pernah saya tonton.

Phone Booth

Saya pertama kali melihat iklan film ini saat duduk di bangku SMP. Dari iklan trailer yang sangat menarik saat itu membuat saya tertarik untuk menontonnya. Tetapi tentu saja, di waktu itu tidak mungkin bagi saya untuk menyaksikannya di bioskop. Waktu pun terus berlalu dan saya kembali menemukan film ini saat sedang berbelanja di minimarket terdekat. Awalnya saya tertarik melihat keranjang diskon VCD yang ada disana. Saya yang memang sangat mudah tergoda oleh diskon pun segera mencari-cari VCD yang bagus di antara tumpukan VCD yang ada. Secara tidak sengaja saya menemukan VCD film ini, yang secara kebetulan tinggal satu-satunya di dalam keranjang itu. Memori saya langsung kembali ke zaman SMP dulu dan saya pun tertarik untuk membelinya, walaupun saya berpikir berulang kali untuk membelinya mengingat uang saya tidak begitu banyak. Tapi kapan lagi saya bisa membeli VCD original hanya dengan harga sepuluh ribu kembali seratus rupiah saja? Dan akhirnya saya pun bisa menonton film yang saya idam-idamkan saat masih SMP dulu.
Phone Booth adalah film suspense yang mengisahkan tentang Stu Shephard (Colin Farrel), seorang pekerja humas arogan yang sedang menanjak sukses di New York. Hidupnya berubah ketika tanpa diduga ia menerima telepon pada sebuah telepon umum yang selalu dia gunakan untuk berselingkuh dari istrinya. Kini hidupnya berada di tangan penelepon gelap (Kiefer Sutherland) yang berada di salah satu gedung dengan senapan yang dibidik ke arahnya. Sebegai seorang sandera, dia dituntut untuk membeberkan kebenaran dari kebohongan-kebohongan yang selama ini dia katakan, baik kepada istrinya (Rdha Mitchell) maupun pada pacar gelapnya (Katie Holmes). Bergantung pada kecerdikan dan bantuan dari Capt. Ramsey (Forest Whitaker), kehidupan Stu akan berubah seluruhnya walaupun dia dapat meloloskan diri dalam keadaan hidup dari kejadian ini. Dari sutradara Joel Schumacher (Batman Forever, 8MM, Falling Down), film thriller suspense ini berisi action dan saat-saat menegangkan ketika kota New York akan terdiam untuk menyaksikan akhir yang mengerikan.
Cerita film ini sangat seru dan menegangkan, membuat siapapun yang menontonnya akan merasakan ketegangan mulai dari awal sampai akhir. Penuh drama, konflik, tragedi dan tentunya akhir yang tidak bisa ditebak membuat film ini pantas mendapatkan Box Office. Akting semua pemeran yang terlibat juga sangat meyakinkan, terlebih akting polisi gendut dan jangan lupa akting dari Colin Farrell yang penuh keringat.
Menyaksikan film ini membawa sebuah pesan dan amanat, dimana kita harus selalu berkata jujur kepada siapapun karena kebohongan hanya akan membawa kita pada permasalahan yang pelik.

Pastel

Pastel adalah sebuah manga karangan Toshihiko Kobayashi yang mengisahkan tentang seorang remaja laki-laki berumur 16 bernama Tadano Mugi yang hidup seorang diri setelah ibunya meninggal dunia saat dia kecil sementara ayahnya sering bepergian dan lama tak kembali karena pekerjaan. Saat liburan musim panas, untuk melupakan kesedihannya setelah putus hubungan dengan pacarnya yang bernama Hinako, Mugi memutuskan menerima ajakan temannya yang bernama Kazuki untuk bekerja di sebuah penginapan tepi pantai milik bibi Kazuki. Secara tidak sengaja Mugi bertemu dan melihat seorang gadis cantik tengah berganti pakaian. Gadis itu bernama Yuu yang juga menginap di penginapan tempat Mugi bekerja. Mereka lalu menghabiskan seharian bersama dalam sebuah kencan dadakan yang diatur oleh Kazuki. Mugi kemudian jatuh cinta pada Yuu, namun sayangnya dia melakukan sebuah kesalahan. Saat Mugi akan meminta maaf, Yuu ternyata sudah pergi dari penginapan. Mugi merasa bersalah dan berusaha keras untuk mencari Yuu. Menjelang liburan musim panas berakhir, Mugi pulang kembali ke rumahnya di Onomichi dan terkejut mendapati Yuu sedang berada di dalam rumahnya. Rupanya setelah kematian ayah mereka, Yuu dan adik perempuannya tinggal di rumah Mugi karena ayah Mugi telah berjanji pada ayah Yuu untuk merawat Yuu dan adiknya. Ayah Mugi kemudian kembali pergi dari rumah dan meninggalkan Mugi bersama dengan Yuu serta adiknya yang jahil. Mau tak mau Mugi pun tinggal satu rumah dengan Yuu, gadis yang dicintainya. Bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka? Apakah Yuu juga menyukai Mugi? Dan, bagaimana kehidupan mereka di bawah satu atap?
Manga Pastel menawarkan sebuah cerita drama yang sangat menyentuh dengan lika-liku kehidupan remaja. Banyak petuah yang bisa diambil dari kisah ini. Bumbu humornya pun terkesan alami dan bisa membuat pembacanya tertawa. Jalan cerita yang kompleks dan munculnya karakter-karakter baru disertai cerita baru membuat Pastel tidak membosankan untuk dibaca.

Hukum-Hukum Opini Publik


Hukum-hukum opini publik menurut Hadley Cantril

1. opini publik sangat peka atau sensitif terhadap peristiwa-peristiwa besar.

2. peristiwa-peristiwa yang bersifat luar biasa dapat menggeser opini publik seketika dari ekstremitas yang satu ke ekstremitas yang lain. Opini publik itu baru mencapai stabilitasnya apabila kejadian-kejadian dari peristiwa itu diperlihatkan garis-garis besarnya secara jelas.

3. opini pada umumnya lebih banyak ditentukan oleh peristiwa-peristiwa daripada oleh kata-kata, kecuali jika kata-kata itu sendiri merupakan peristiwa.

4. pernyataan lisan dan garis-garis tindakan merupakan hal yang sangat penting di kala opini belum terbentuk dan di kala orang-orang berada dalam keadaan suggestible mencari keterangan dari sumber terpercaya.

5. pada umumnya opini publik tidak mendahului keadaan-keadaan darurat, ia hanya mereaksi keadaan-keadaan itu.

6. secara psikologis opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan pribadi. Peristiwa-peristiwa, kata-kata perangsang mempengaruhi opini publik hanya jika ada hubungannya yang jelas dengan kepentingan pribadi itu.

7. opini tidaklah menetap lama, kcuali jika orang-orang merasa bahwa kepentingan pribadinya benar-benar tersangkut atau jika opini yang dibangkitkan oleh kata-kata diperkuat oleh peristiwa-peristiwa.

8. sekali kepentingan pribadi sudah tersangkut maka opini tidaklah mudah diubah.

9. apabila kepentingan pribadi telah tersangkut maka opini publik di dalam negara demokrasi cenderung untuk mendahului kebijaksanaan pihak yang berwajib.

10. jika suatu opini didukung oleh suatu mayoritas yang tidak terlalu kuat, dan jika opini tidak mempunyai bentuk yang kuat pula maka fakta-fakta yang nyata cenderung mengalihkan opini dari arah penerimaan.

11. pada saat-saat kritis, rakyat menjadi lebih peka atau sensitif terhadap kemampuan pemimpinya, dan apabila mereka mempunyai kepercayaan terhadapnya maka mereka akan rela untuk lebih banyak memberikan tanggung jawab daripada biasanya. Akan tetapi, apabila kepercayaan mereka itu kurang maka mereka kurang mempunyai toleransi seperti biasanya.

12. rakyat akan kurang melakukan penentangan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil dalam keadaan darurat (kritis) oleh pimpinannya, apabila dengan cara-cara tertentu mereke akan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan-keputusan tersebut.

13. rakyat memiliki lebih banyak opini dan berkemampuan membentuk opini-opini dengan lebih mudah alam hubungannya dengan suatu tujuan daripada terhadap cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan itu.

14. cita-cita mewarnai opini publik sebagaimana halnya juga dengan opini probadi, dan apabila suatu opini semata-mata berdasarkan atas suatu tujuan daripada atas suatu penerangan maka hal itu cenderung memperlihatkan arah perhatian yang besar sekali terhadap peristiwa tersebut.

15. pada umumnya, apabila rakyat dalam suatu masyarakat demokrasi diberi kesempatan luas untuk memperoleh pendidikan, da ada kesempatan pula untuk mendapatkan penerangan-penerangan maka opini publik akan merupakan suatu pendirian yang lebih tahan uji, semakin cerdas pengetahuan rakyat atas tindakan-tindakan suatu peristiwa dan suatu gagasan bagi kepentingan sendiri, semakin cenderung pula mereka untuk menyetujui opini-opini yang lebih objektif dari para ahli yang realistis.

16. dimensi psikologis dalam suatu opini mempunyai peranan penting dalam hal pengarahan, intensitas, keleluasaan, dan kedalaman.

17. walaupun opini publik selalu bersesuaian, banyak hal yang tidak bersesuaian akan lebih jelas kebenarannya apabila cara berpikir diteliti dan prinsip-prinsip penilaian telah ditemukan, dan daripadanya opini khusus tersimpulkan.

Diambil dari Opini Publik, penyusun Betty RFS. Soemirat dan Eddy Yehuda.