Beranda » catatan » Luka Sahabat

Luka Sahabat

”Cin, kapan kamu pulang?” terdengar suara seorang perempuan di telepon.

”Bulan Juni mungkin aku pulang,” jawab seorang lelaki. ”Tengah bulan ini sahabatku berulang tahun. Selama ini aku tak pernah ada untuknya di hari ulang tahunnya, karena itu tahun ini aku ingin bisa bersamanya di hari itu.”

”Oh, itu bagus sekali. Kalau begitu hati-hati di jalan ya…”

 

Beberapa hari kemudian sebuah pesan masuk ke telepon genggam milik lelaki tersebut, sebuah pesan yang sama yang masuk dalam akun jejaring sosial maya miliknya. Lelaki itu tampak memandangi pesan tersebut dengan tidak percaya…

 

Lelaki tersebut tampak sedih. Dia lalu menyalakan komputernya, dan mengetikkkan sesuatu di dinding akun jejaring sosial miliknya….

”Aku tak jadi pulang, kupikir tidak ada yang mengharapkanku disana….”

 

 

………………………………………………………………………………………………

 

Luka Sahabat

(menanggapi pesan tersebut)

 

Hatiku terluka saat kau mengatakan ingin menghapusku dari daftar temanmu….

Tak ada yang lebih menyakitkan dari itu….

Tidak masalah bagiku bila orang lain yang melakukannya….

Tetapi bila orang itu adalah kau, itu akan sangat berarti bagiku….

 

Aku begitu sedih setiap kali mengingat kata-kata itu….

Aku benar-benar tak percaya kau yang menuliskannya…

Bahkan, bahkan kau melakukannya hingga dua kali…

Menunjukkan betapa seriusnya kau dengan hal itu….

 

Aku selalu terbayang setiap yang kita lalui selama ini….

Kupikir kau mengakhirinya dengan sangat cepat…

Apapun alasanmu, aku takkan pernah bisa menerima hal itu….

Bagiku persahabatan adalah sesuatu yang berharga…

Aku tak pernah bermain-main dengannya…..

Dan aku tak bisa terima bila ada yang mempermainkannya….

 

Hatiku mungkin terluka, tapi aku selalu berusaha menyembuhkannya…

Berharap aku bisa menerima apa yang telah kau lakukan…

Berharap kalau semua itu tidak pernah ada….

Tapi hal itu mungkin mustahil sekarang….

Karena bagaimanapun kau telah membangunkan kemarahanku….

Kau telah membangunkan singa kasar yang telah begitu lama tertidur…

Singa kasar sisi gelapku yang telah lama aku berusaha agar dia tidak terbangun.

 

Kini kemarahanku telah terbangun….

Susah payah aku berusaha menjinakkannya….

Begitu susah, aku selalu tak bisa menghentikannya….

Bahkan orang sebaik diriku pun bisa kehilangan kendali….

Tak pernah aku memaki sekeras ini…..

Tidak pernah kalau kau mau tahu….

 

Mungkin aku bisa memaafkanmu….

Tapi mungkin aku juga tak bisa melupakannya….

Apa yang telah kau lakukan telah membentuk sebuah luka yang begitu membekas, bilapun aku bisa menyembuhkannya….

Bekas luka itu akan selalu ada, bahkan ditutupi dengan apapun….

 

Kini aku hidup dengan kemarahan menyertaiku…

Kini aku berdiri dengan emosi yang sangat tinggi….

Kemarahan ini pernah memakan korban, dan bukan mustahil baginya untuk kembali memakan korban, kuharap itu bukan dirimu…

 

Tak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan seorang sahabat…

Dikhianati oleh seorang sahabat jauh lebih menyakitkan daripada dikalahkan oleh seorang musuh….

Bagi diriku yang sangat mudah mendapatkan sahabat….

Dan bagi diriku pula yang sangat mudah mendapatkan musuh….

Aku memang mudah disukai, tapi tentu saja aku mudah untuk dibenci….

Itulah mengapa aku selalu bersikap begini….

 

Hidupku memang penuh dengan kesendirian….

Ditambah dengan hilangnya dirimu, aku semakin kesepian…

Kau bukan sahabatku yang kukenal dulu…

Sesuatu telah merubahmu, dan aku tak mau peduli itu….

Maafkan aku sahabatku….

Aku tak bisa mengendalikan diriku, andaikata kau tak memulainya lebih dulu…

 

Dua huruf itu tidak ada lagi sekarang……

Dua huruf itu telah lenyap sekarang……..

Tak bisa bagiku untuk memunculkannya lagi….

Biarpun kau terus menuliskan huruf pertamanya….

Huruf itu benar-benar sudah mati….

 

Maafkan aku, sahabatku….

 

(kau mungkin menangis, tapi aku lebih dulu menangis…. )

 

Akhir bulan Juli, 2010

 

Forgive, is not to forget….

 

……………………………………………………………………………………………………………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s