Beranda » opini » Sinetron Melecehkan Wanita Indonesia

Sinetron Melecehkan Wanita Indonesia

Kebanyakan kita pasti suka menonton sinetron, atau hanya saya saja?
Dan….semuanya pasti udah tahu sisi buruk dari sinetron, atau hanya saya saja?

Ok, oke, lupakan dua pertanyaan konyol di atas….karena saya tidak akan membahasnya lebih lanjut….

Tapi, bagi Anda penggemar sinetron yang kepanjangannya adalah sinema elektronik (elektronik karena disiarkan melalui televisi), khususnya ibu-ibu, tante-tante, dan mbak-mbak (karena ketiga golongan tersebut yang dominan menyukai sinetron, kalau ada om-om dan mas-mas yang suka ya nggak apa-apa…), apakah kalian menangkap satu kesamaan dari setiap sinetron yang ditayangkan di layar kaca kesayangan Anda tersebut?

Mungkin salah seorang dari Anda menjawab “Iklannya sama-sama banyak”, atau “tayangnya malam habis magbhrib”, atau “pemerannya ganteng-ganteng” atau bahkan “ada iklan Tory Cheese Crackernya”. Apapun jawaban Anda, whatever….

Tapi ada satu kesamaan yang ingin saya katakan disini, mungkin kesamaan ini luput dari perhatian Anda semua. Kesamaan itu adalah….

“Tokoh Antagonis yang berperan penting adalah wanita”

atau dalam kata lain…

“Tokoh Antagonis yang menjadi karakter utama adalah wanita”

Begitukah?

Mari kita bahas dengan bukti.

Coba tengok judul “Cinta Fit**”, siapakah tokoh jahatnya? Miska

Coba tengok judul “Aziz**”, siapakah tokoh jahatnya? Raya dan Serena

Coba tengok “Bayu Cinta ****”, siapakah tokoh jahatnya? Sonya dan Zia

Coba tengok “Kejora dan *******”, siapakah tokoh jahatnya? Sayangnya saya lupa .

Coba tengok “Kesetiaan Cin**”, siapa tokoh jahatnya? Agnes

Coba tengok “Poke***”, siapakah tokoh jahatnya? Tim Rocket (kalau yang ini gak masuk hitungan lho…)

Dan masih banyak contoh lainnya yang bisa ditemukan pada stasiun televisi SC** dan RC**, serta Indo****.

Semua contoh karakter yang saya sebutkan di atas berjenis kelamin perempuan, bukti kalau kesamaan yang saya temukan benar. Bahkan, nyaris tak ada antagonis utama yang berjenis kelamin laki-laki dalam setiap judul sinetron tersebut. Saya beri contoh Faiz dalam “***ta Fitri” yang hanya menjadi suruhan Miska dan Luk*** yang hanya menjadi suruhan Wilda dalam “Cinta Bu***”. Mau bilang Andre dari “*****aan Cinta”? Otak kejahatannya kan si Agnes, Andre cuma diperalat aja. (duh, kok saya sampai hapal semua ya? jangan-jangan saya benar-benar penggemar sinetron nih…)

Dalam setiap sinetron yang saya temui, tokoh antagonis tersebut selalu memiliki tabiat buruk dan berambisi merebut lelaki dan harta kekayaan. Mereka bisa menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhi ambisinya bahkan sampai tega membunuh. Saya bergidik bila melihatnya lalu membayangkan ada wanita seperti mereka di Indonesia….

Yang saya heran, kenapa selalu wanita yang menjadi karakter antagonis utamanya? kenapa tidak laki-laki? Apakah memang wanita Indonesia selalu penuh ambisi untuk merebut kekayaan, serakah, suka hura-hura, kejam, bengis, pembohong, menghalalkan segala cara, suka merebut kekasih orang… begitukah kenyataannya? Tapi bukankah wanita Indonesia adalah wanita yang ramah, cantik (silakan Ge-eR ), jujur, bisa dipercaya, setia pada suami dan berbagai sifat baik lainnya? Atau mungkin saya terlalu lama berdiam di dalam kamar sehingga tak menyadari perubahan yang terjadi di sekitar saya? (jadi inget sama Bu RT yang ngeselin dan tidak ramah kemarin…UPS!)

Kira-kira apa ya alasannya yang membuat PH (Produksyen Hos)- PH memilih karakter wanita sebagai karakter antagonis ya? Apakah karena tokoh protagonisnya (tokoh baik) adalah wanita juga sehingga cocoknya ketemu tokoh antagonis wanita? Apakah wanita lebih menarik bila dijadikan karakter jahat? Atau mungkin karena memang model dalam dunia nyata seperti itu? Atau mungkin karena karakter antagonis pria sudah tidak diminati pasar? (masa’ sih? padahal Venom dan Dr. Oktopus jadi favorit di film Spider-Man – gak nyambung ya? ). Apapun alasannya, saya tidak setuju! Bagi saya hal tersebut adalah melecehkan citra wanita Indonesia, (citra apaan ya? merk pemutih kulit bukan?), juga sangat tidak mendidik bagi para penonton (sinetron memang tidak mendidik, walaupun terkadang ada pesan moralnya yaitu “yang jahat pasti kalah, yang baik pasti menang” — tapi itu kan membosankan?).

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju bila wanita selalu dijadikan karakter antagonis utama dalam setiap judul sinetron? Atau Anda setuju bila sinetron telah melecehkan wanita Indonesia? Apapun jawaban Anda, Andalah yang menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan (emangnya pemilu?).

Intinya, saya kecewa dengan sinetron Indonesia yang hanya bisa menampilkan wanita-wanita kejam sebagai tokoh Antagonis (tokoh protagonisnya juga wanita). Tapi, kok saya masih juga nonton acara kayak gitu ya? Apakah saya merasa sudah terlalu pintar sehingga tidak perlu dididik lagi? (mengingat sinetron adalah tayangan yang tidak mendidik ). Atau apakah karena nenek saya di rumah doyan nonton sinetron jadi nular ke saya? Gak taulah….

Oke, lupakan semua perkataan saya di atas….sekarang mari kita tentukan karakter antagonis wanita terbaik dalam sinetron Indonesia versi Navilink47.

Siapakah dia….?

Dia adalah…..

eng-ing-eng………………….

Miska dari Cinta Fitri!!!
(kali ini judul sinetronnya gak disensor….Horee!!! )

Anda setuju? terserah Anda….


NB: demi kenyamanan bersama, beberapa judul sinetron dan stasiun televisi serta nama karakter sengaja disensor (kok nama produk nggak disensor?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s