Beranda » kisahku » Perjuangan Seorang Kiper

Perjuangan Seorang Kiper


Kemarin malam aku kembali dipanggil untuk bermain futsal. Seperti biasanya, aku berada di posisi kiper. Sudah lama aku tidak bermain futsal sehingga aku cukup kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan permainan. Pertandingan ini adalah pertandingan persahabatan untuk mencari formasi timnas Ningrat yang didominasi oleh pemain-pemain baru sebelum terjun ke turnamen.

Sudah lama aku tak bermain futsal sehingga aku takkan menyia-nyiakan kesempatanku untuk menjadi seorang kiper. Aku akan berusaha sekuat tenaga agar kemampuanku bisa terlihat.

Pada awal-awal permainan tim kami berhasil memimpin dua angka. Namun setelah itu, kami terus-menerus dibombardir oleh aksi trio ”Setan”, Didu, Rafid, dan Alif. Kerjasama ketiga pemain ini sangat baik sehingga memaksa tim kami berjuang lebih keras. Pada akhirnya gawangku kebobolan banyak gol akibat kerjasama yang kurang baik dari pemain timku. Meskipun begitu aku telah menunjukkan semangat juang tinggi yang membuat pemain lawan salut pada permainanku. Ya, seolah-olah permainan tim menjadi permainanku sendiri karena akulah yang berkali-kali berusaha mencegah trio ”Setan” untuk membobol gawangku. Bagaimanapun futsal adalah permainan tim, maka percuma saja bila hanya aku sendiri yang berjuang mati-matian. Permainanku sudah baik, sayang kerjasama tim kurang begitu baik. Sebenarnya begitu banyak peluang yang didapatkan oleh tim kami, namun tampaknya dewi fortuna belum berpihak pada kami sehingga beberapa kali tendangan yang menjadi peluang emas kami melenceng dari gawang. Ditambah lagi kiper tim lawan yang dipegang oleh Dani cukup tangguh untuk menahan berbagai gempuran dari tim kami. Aku sendiri mengakui kalau permainan Dani sebagai kiper lawan lebih bagus dari permainanku. Aku terkadang kesal saat bola-bola yang mestinya bisa kujinakkan justru gagal aku pertahankan sehingga gawangku dengan mudahnya kebobolan oleh tendangan maut Pak Alif. Bagaimanapun permainanku masih jauh dari sempura, karena itulah aku harus banyak berlatih.

Pak Alif adalah seorang pemain futsal yang hebat. Tendangannya begitu mematikan sehingga tak jarang tubuhku menjadi memar karena berusaha menangkap bola yang ditendangnya. Bahkan aku berpikir kalau Pak Alif sengaja menghajarku dengan tendangan-tendangannya yang begitu keras. Tercatat mata kiriku membiru karena tendangan mautnya. Malam itu benar-benar menjadi malam perjuangan untukku. Pak Dudi yang sedang mencari formasi tim mengatakan kalau itu semua adalah latihan agar aku bisa menjadi kiper yang hebat. Kalau dipikir memang benar. Berkali-kali aku terjatuh dan berjibaku dengan bola dengan aksi-aksi yang menawan yang membuatnya mengacungkan dua jempol padaku.

Setelah pertandingan selesai, Pak Didu mengatakan kalau tim Ningrat sedang mencari formasi untuk mengikuti turnamen. Beliau memuji permainanku dan memasukkanku dalam kandidat kiper timnas bersama dengan Dani. Katanya permainanku sudah bagus, hanya saja masih butuh banyak latihan dan pengalaman bertanding. Aku cukup senang dengan keputusannya karena selama ini aku selalu menjadi kiper pengganti yang diremehkan. Dengan terpilihnya aku menjadi kandidat kiper timnas Ningrat, kemampuanku pasti akan terlihat dan juga akan diakui oleh orang-orang. Untuk itu aku akan berusaha keras mengalahkan Dani dalam perebutan posisi kiper utama timnas Ningrat. Aku pasti akan terpilih menjadi kiper utama timnas dan membawa kemenangan dalam turnamen nanti!

Terima kasih tim Ningrat. Padahal, dosaku cukup banyak pada kalian, tetapi kalian masih mau menerimaku, bahkan memilihku sebagai kandidat kiper utama. Maafkan aku karena telah membuat banyak sekali kesalahan pada kalian. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membawa nama baik tim Ningrat, bersama-sama dengan wajah-wajah baru sebagai rekanku. Karena aku ingin menjadi seperti Oliver Kahn idolaku, karena aku adalah Labid sang Singa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s