Beranda » berita » Beberapa Cara Mengurangi Emisi CO2

Beberapa Cara Mengurangi Emisi CO2

Pemanasan gombal, eh…pemanasan global memang masalah serius. Kita sebagai pihak yang terkena langsung dampak pemanasan global memang harus bertindak untuk mencegah kerusakan alam akibat pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim. Polusi udara akibat pembuangan emisi buang bahan bakar menjadi biang kerok dari hal ini. Oleh karena itu harus dicari solusi untuk dapat meminimalisir emisi gas buang dari berbagai aktivitas yang melibatkan bahan bakar fosil. Berikut beberapa cara mengurangi emisi gas CO 2 atau biasa kita kenal dengan Karbon Dioksida yang menjadi penyebab utama pemanasan gombal…eh, global dink… 

Tenaga Surya

Memanfaatkan sinar matahari menggunakan sel peka cahaya dan kaca pemantul panas. Sel tidak berbunyi dan cukup mudah dipasang, bahkan untuk pemukiman. Sejumlah tes menunjukkan bahwa 90 persen panel yang telah terpasang dapat bertahan hingga 30 tahun.
Kekurangan: tidak efisien. Sebagian besar sel surya tidak dapat memanfaatkan bahkan seperenam tenaga matahari.


Tenaga Angin

Listrik dihasilkan ketika turbin diputar angin.
Kekurangan: Tidak dapat diramalkan dan berisik. Dapat mengakibatkan kerusakan alam karena turbin mengacaukan arus angin.

Tenaga Air

Listrik dihasilkan oleh kekuatan arus air. Sangat efisien  – 90 persen arus air dapat dikonversi menjadi listrik, dibandingkan hanya 50 persen dengan cara membakar bahan bakar fosil.
Kekurangan: Bendungan merusak arus aliran sungai, dapat merusak habitat, dan tidak dapat digunakan saat musim kemarau. Bendungan yang rusak dapat mengakibatkan bencana.


Tenaga Panas Bumi

Air dan uap panas memutar turbin menghasilkan listrik.
Kekurangan: proses mengebor ke lapisan dalam bumi sangat mahal. tempat yang dimiliki aktivitas geometri seringkali terpencil atau dekat dengan gunung berapi.

Tenaga Osmosis

Listrik dihasilkan oleh osmosis air tawar dengan air laut. Interaksi tersebut mengakibatkan tekanan yang lebih tinggi pada air laut, menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Efektif untuk kota yang berdekatan dengan mulut sungai.
Kekurangan: Masih dalam tahap uji coba. Norwegia membuka pembangkit tenaga listrik osmosis pertama di dunia, yang dapat menghasilkan listrik 2 – 4 kW, hanya cukup untuk menjalankan sebuah mesin pembuat kopi.

Tenaga Nuklir

Nucleus uranium dibelah dalam reaksi berantai menghasilkan panas yang mendidihkan air. Hasil uapnya menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Pembelahan sel menghasilkan 10 juta kali lebih banyak energi dibandingkan dengan hasil pembakaran bahan bakar fosil.
Kekurangan: Produk pembelahan radioaktif hingga berabad-abad menyebabkan masalah mengenai pembuangan. Kecelakaan pada pembangkit listrik chernobyl tahun 1986 menjadikan nuklir tabu di beberapa negara.


“Biofuel”

Bahan bakar yang dihasilkan dari makhluk hidup atau dari kotorannya. Tidak beracun dan dapat didaur ulang. Beberapa tipe utama adalah etanol dan solar yang dihasilkan oleh tanaman seperti jagung, lobak, atau tebu.
Kekurangan: menuai dan meproses “biomass” menghasilkan CO2. Menanan tanaman untuk biofuel mengurangi lahan untuk menanam bahan pangan.

Menangkap dan Menyimpan Karbon

Karbon dioksida yang diproduksi ketika membakar batu bara disimpan dalam sumur minyak atau akifer. Dapat mengurangi emisi pembangkit tenaga hingga 90 persen.
Kekurangan: Mahal. Menambahkan sekitar 1 miliar dollar AS pada modal membangun pembangkit tenaga batu bara, tetapi memotong seperempat tenaga.

“Carbon trading”

Negara penghasil polusi membayar biaya untuk pengurangan emisi pada bagian dunia lain. Pasar global diperkirakan berharga sekitar 126 miliar dollar AS (2008), sebagian besar di Uni Eropa.
Kekurangan: Satu ton karbon berharga senilai 13 dollar AS, tetapi banyak yang berpendapat untuk menaikkan hingga 30 – 50 dollar AS untuk memajukan investasi untuk teknologi yang lebih bersih.

“Geoengineering”

Beberapa rencana untuk mengurangi CO2 dari atmosfer atau mengurangi radiasi surya. Beberapa ide adalah “menyuburkan” laut dengan zat besi untuk meningkatkan pertumbuhan alga penyerap CO2 atau memantulkan sinar matahari dengan kaca raksasa di luar angkasa.
Kekurangan
: Sebagian besar ide beresiko tinggi atau terlalu mahal untuk dipublikasikan.

Sekedar informasi, 1 ton CO2 dapat menyalakan 39 monitor komputer selama 1 tahun dalam jam kerja, menerbangkan pesawat sejauh 4828 kilometer, dan menghabiskan 40 tabung elpiji kecil.

Jadi kalau bukan kita yang memulai untuk melestarikan alam dari kepunahan, siapa lagi?
Mari kita bersatu untuk mencegah dan menghentikan pemanasan global demi hidup dan masa depan yang lebih baik….

Diambil dari Kompas cetak tanggal 21 Desember 2009. Kompas mengambil dari Siemens, “The Straits Time”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s