Empat Konsentrasi Komunikasi


Multimedia Broadcast berhubungan dengan media televisi yang terdiri dari perpaduan antara multimedia aplikasi komputer dengan alat-alat yang bernuansa broadcasting. Di Indonesia banyak hadir televisi swasta yang telah memunculkan program-program acara yang cukup menarik untuk dinikmati. Dari mulai acara News, Sinetron, Film laga, Komedi, Hingga berbagai macam tayangan kuis yang kesemuanya itu menggunakan alat broadcast televisi yang bagus untuk standar televisi.
Multimedia Broadcasting memadukan antara unsur pengambilan sebuah gambar dan permainan sebuah effect kamera yang terdapat pada setting menu serta jenis kamera dan sebuah effect software komputer yang dimainkan oleh seorang animator. Dari perpaduan kedua unsur tersebut dapat menghasilkan output tampilan yang sangat mengagumkan dan mempunyai nilai jual sangat tinggi di dunia broadcasting.Tidak mustahil jika semakin banyak channel televisi yang muncul di layar kaca maka semakin banyak pula Production House yang menawarkan jasa untuk memproduksi sebuah program acara yang kemudian akan di jual ke pihak televisi.Penayangan sebuah program acara televisi bukan hanya tergantung pada konsep penyutradaraannya saja atau kreatifitas penulisan naskah, melainkan sangat bergantung pada kemampuan profesionalisme dari seluruh kelompok kerja di dunia broadcast dengan seluruh mata rantai divisinya (Naratama, 2004, hal 62). Dalam memproduksi suatu format acara Talk Show yang saat ini masih menjadi acara unggulan bagi para pemirsa televisi, diperlukan suatu kerjasama yang profesional antar setiap divisi satuan kerja produksi, serta alat produksi yang memenuhi syarat agar dapat menyajikan sebuah acara televisi Talk Show yang dapat memberikan nilai pendidikan, hiburan dan informasi untuk pemirsa televisi. meskipun satuan kerja produksi bekerja di bidang tugas yang berbeda, tetapi semuanya hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menghasilkan karya produksi yang akan digunakan sebagai acara siaran dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Karena itu sebelum melangkah ke pelaksanaan produksi semua anggota kerabat kerja harus mendapat informasi yang cukup, sehingga semua kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan rencana produksinya serta agar tidak terjadi kesalahan yang fatal saat jalannya proses produksi.(dari berbagai sumber….)

http://bhanusrinugraha.wordpress.com/tv-broadcasting/

Dokter Penyiar menyadari bahwa banyak orang yang berminat muncul di TV, tapi hanya sebagian yang mau jadi Penyiar Berita di TV. Apakah kurang prestisius dibandingkan misalnya pembawa acara Infotainment? Banyak sekali yang bisa ditulis ttg profesi ini, tetapi Dokter Penyiar bisa menyampaikan ringkasannya buat Anda yang berminat terjun:

Istilah
Ada yang menyebut profesi ini sbg “Newsreader” (1 kata) atau “News Presenter” (2 kata). Istilah “Newscaster” adalah sebutan untuk Broadcaster yang bergerak di bidang News, tapi tidak eksklusif untuk Penyiar TV. Sedangkan “News Anchor” (atau “Anchorwoman”/ “Anchorman”) merujuk pada fungsi Penyiar tsb yang menjadi kendali-acara bagi berbagai
reporter yang sedang meliput berita di lapangan pada saat bersamaan.
Dokter Penyiar merasa bahwa para praktisi kurang menyukai istilah “Newsreader” karena memberi kesan bahwa Penyiar tsb hanya membacakan naskah berita saja, padahal seorang Penyiar berita TV profesional juga turut sibuk mencari beritanya, mengedit naskahnya dan (seringkali) turut meng-edit videonya. Sedangkan istilah “Berita” bisa diartikan sebagai kejadian nyata yang penting untuk diceritakan segera
kepada Pendengar/Pemirsa.

Fakta
Hakikat program berita yang “aktual” (harus segera disampaikan kepada Pemirsa) menyebabkan seorang Penyiar berita TV harus tampil dalam kondisi “live”, meskipun ada sesekali keadaan di mana sang Penyiar terpaksa meminta program beritanya tsb direkam dulu sebelum diudarakan pada waktunya. Namun secara umum sifat sebuah program berita adalah”aktual/up-to-date” dan “tidak ada siaran ulangan” karena siaran selanjutnya (mis. 1 jam kemudian) harus siap me-nampilkan berita lebih baru lagi.

Sejarah
Di Indonesia, pembaca berita TV dipelopori oleh TVRI selama puluhan tahun, dan ada programnya yang paling kondang yaitu Dunia Dalam Berita (“DDB”). Secara khusus, TVRI Stasiun Pusat (di Senayan, Jakarta) telah menelurkan berbagai Pengajar Broadcasting yang menyebar mengajar di radio & TV seluruh Indonesia (Bahkan Delta-FM Jakarta masih memakai pengajar dari TVRI untuk training penyiarnya di tahun 2005!). Beberapa Penyiar asal TVRI pun pindah ke TV Swasta sehingga di tahun 90an sempat timbul kesan bahwa
TV Swasta belum pandai menyelenggarakan pelatihan untuk para Penyiarnya. Contoh penyiar TVRI ? Sandrina Malakiano dari TVRI Stasiun Denpasar, pindah ke ANTV lalu ke Metro-TV. Ida Arimurti dari TVRI Stasiun Jakarta, lalu ke Radio FeMale dan Delta-FM.
Di akhir tahun 80-an, muncullah RCTI dan acara berita Seputar Indonesia yang (tak heran) pernah menguasai pangsa iklan tayang di TV. Zaman sekarang ini semua stasiun TV merasa harus punya program berita, termasuk stasiun TV yang ngakunya “remaja” dan
“lifestyle”. Dokter Penyiar merasa bahwa acara Good Morning-nya Ferdi Hasan di Trans-TV adalah contoh program yang “hybrid” : News sekaligus Human Interest (alias gosip).

Peluang
Meskipun Anda tidak punya pengalaman sebagai Penyiar radio dan belum punya Sertifikat
pelatihan Broadcasting (mis. dari Interstudi atau dari Workshop@Penyiar.com) namun peluang Anda untuk menjadi pembaca berita TV tetap ada. Acara seperti Menuju Liputan Enam adalah bukti bahwa semua stasiun TV berkepentingan untuk dapat menjaring calon-calon Penyiar berita sebelum dicaplok oleh TV lain. TV asing pun mencari-cari penyiar
Indonesia,
dan Dokter Penyiar tahu beberapa Penyiar
Indonesia yang bahkan bisa tinggal di Hong Kong

atau
USA (untuk Voice of America) untuk menjalani karirnya sebagai Penyiar berita TV.
Yang penting bagi setiap Stasiun TV adalah Anda dapat membuktikan kemampuan diri pada saat dilakukan screen-test, simulasi reportase & wawancara di lapangan, dialog di studio, dan menyampaikan berita dari materi yang muncul di Teleprompter. Sedangkan yang penting bagi Anda adalah persiapan sendiri : latihan mengatasi grogi di depan kamera serta
membekali diri dengan pelatihan Penyiar yang berkualitas. Contoh: Jika ingin jadi penari balet
yang handal, tentu Anda harus mencari guru yang telah menghasilkan penari2 balet terbaik.

Dokter Penyiar teringat ada seorang gadis yang di tahun 1999 mengambil gelar Master bidang Broadcasting di Amerika, namun sampai sekarang belum tercapai cita-citanya untuk menjadi Penyiar berita TV. Yang lebih penting dari gelar? Pengalaman (mis. jadilah reporter terlebih dahulu). Yang lebih penting dari pengalaman? Kemampuan (karena ada juga lho Penyiar baru yang lebih bagus dari seniornya berkat ketekunan dan disiplin dirinya).

Tembus ke TV
Bagi Anda yang sudah maupun belum terjun di dunia Broadcasting tentu ingin tahu caranya agar bisa “tembus” ke Stasiun TV yang Anda targetkan. Jangan ragu2 untuk mengirimkan lamaran dan foto (dan VCD rekaman diri, kalau bisa) ke Stasun TV tsb tanpa menunggu masa rekrutmen. Jika Anda terlihat telah membuat dan mengirimkan lamaran tsb dengan niat
maka niscaya mereka akan menyimpannya untuk dipertimbangkan kelak jika waktunya tiba.

Dokter Penyiar bisa menyampaikan beberapa kiat untuk membuat mereka tidak terfikir untuk membuang Surat Lamaran Anda :
– Mengantarkan sendiri Surat Lamaran (biar terlihat PD-nya).
– Bertemu langsung dengan staf bagian News atau HRD (tebar pesona!).
– Ngobrolnya dengan artikulasi jelas dan kecepatan yg nyaman didengar.– Foto diri dgn busana seperti Penyiar TV (yaitu blazer/jas atau yg gelap).– Wajah yg tersenyum (di foto maupun saat Anda mengantar lamaran).– Rekaman diri sbg Penyiar TV (pada format VCD/DVD, bukan MiniDV).– Sertifikat dari pengajar2 yang memang dipercaya oleh Stasiun2 TV.– Selalu meninggalkan kesan positif (dan tidak ngambek jika tak diterima).– Secara umum memancarkan kesan bahwa “kalo gak terima juga nggak apa2 koq karena masih ada TV lain yang mau terima saya!”

Training
Selain “Diklat TVRI” di Jakarta yang bisa diikuti oleh peserta umum dari seluruh
Indonesia, Dokter Penyiar tidak pernah dengar adanya satu tempat yang telah teruji menggembleng khusus Penyiar berita TV saja. Ada memang beberapa Penyiar berita TV yang menawarkan pelatihan untuk umum, namun biasanya belum ada satupun alumninya yang sukses atau
Penyiar tsb belum dipakai sebagai pengajar di stasiun2 TV lainnya. Di U.I. ada Pendidikan Broadcasting Terapan untuk Penyiar Radio, Penyiar TV, Staf Creative, dan Account Executive. Sedangkan Eko Junor yang pernah mengajar Penyiar di Trans-TV (2004), Televisi O-Channel (2005) dan ANTV (2005) juga hanya sesekali mengadakan workshop intensif Penyiar Berita dengan 5-7 peserta saja.
Tapi jangan khawatir, karena kalaupun Anda (dengan atau tanpa pembelajaran sebelumnya) dianggap cukup layak (karena pendidikan/pengalaman/cantik?) untuk menjadi calon Penyiar berita di Stasiun TV tsb, maka pasti Anda akan tetap diberi sebuah program training.
Tidak perlu heran jika para Penyiar senior Anda juga belum pernah menjalani sebuah pelatihan resmi, karena di
Indonesia belum terbudaya memanggil professionals dari berbagai keahllian untuk datang ke Stasiun TV dan mengajar para Penyiarnya. Namun nampaknya kemampuan tetap lebih penting daripada gelar maupun cakepnya Anda. Dengan kata lain, indikator akhir tetaplah kemampuan Anda saat menjadi Penyiar di depan kamera!

Yang Harus Dikuasai

Penyiar Berita TV punya tuntutan khusus yaitu harus mampu “menyampaikan” suatu materi bicara yang sebenarnya “dibaca”. Para Penyiar program non-berita juga harus membaca dari alat “teleprompter”, namun sifat kaku dalam menyampaikannya bisa mereka tutupi dengan gerakan badan dan kepala; sedangkan Penyiar berita cenderung lebih tersiksa karena ia dibatasi gerakan tangannya, apalagi kepalanya. Banyak penyiar radio yang pandai “ngécap” selama berjam-jam di depan mic, tapi belum tentu ia bisa lancar saat disuruh menyampaikan sebuah naskah yang sudah disiapkan oleh orang lain. Dan melihat ke satu titik, pula!
Dokter Penyiar merasa bahwa satu trik yang sangat membantu adalah kemampuan mata Anda untuk men-survei jauh ke depan, untuk memberi waktu bagi perangkat ekspresi Anda (wajah, mulut, mata, dll) untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan kata/kalimat yang akan disampaikannya. Karena Penyiar berita biasanya menggunakan bahasa formal, maka Anda
bisa melatihnya dengan membaca koran atau majalah. Seperti halnya Penyiar acara lainnya, seorang Penyiar Berita pun harus lancar dan nyaman dalam me-nyampaikan naskah yang sudah disiapkan di teleprompter.
Hakikat Siaran Langsung

Tidak seperti mayoritas acara lainnya di TV, program Berita hampir selalu disiarkan secara langsung. Kelebihannya dari siarang langsung adalah waktu kerja Anda menjadi singkat : datang dua jam sebelumnya untuk pemakaian make-up (termasuk tata rambut) dan busana, kemudian satu jam sebelumnya memeriksa naskah/teleprompter dan membiasakan diri dengan topik atau istilah2 yang ada dalam naskah2 tsb. Setelah program berita tsb selesai, Anda langsung kembalikan busana siaran kepada bagian Wardrobe dan Anda bisa segera pulang atau bahkan langsung ke pesta (karena tata rambut dan make-up sudah siap-sedia!). Bandingkan dengan program yang direkam : bukan hanya shooting yang bisa terlambat sambil menunggu seluruh crew siap di tempat, namun sang sutradara/pengarah juga leluasa untuk meminta “take-ulang” jika Anda dianggap belum optimal. Alhasil, sebuah acara berdurasi 30menit yang produksinya pre-recorded bisa menghabiskan waktu 6jam, sedangkan sebuah program live hanya memakai 3jam dari hidup Anda. Bagi Anda yang senang “tabrak-lari” dalam mencari nafkah, Dokter Penyiar menganjurkan siaran langsung ketimbang acara yang pre-recorded.
Dinamika di Studio

Hal paling mengejutkan bagi para Penyiar Radio yang mencoba jadi Penyiar TV adalah transisi dari studio siaran yang hanya dia seorang diri (dan leluasa berekspresi dengan segila-gilanya) lalu berganti men-jadi sebuah studio siaran TV yang dipenuhi oleh
petugas2 lainnya, misalnya :
– Kamerawan (satu/dua untuk News, hingga tiga untuk program seperti Extravaganza),– Floor Director (menjembatani antara tuntutan Produser dengan kondisi kerja Penyiarnya),– Scriptwriter (utk mengedit teleprompter atau menam-bahkan materi jika ada Breaking News),– Petugas make-up/wardrobe yang siap menyempurna-kan wajah/rambut/busana Anda.– Program Director / Producer (biasanya di ruang Master Control mengawasi urutan item Berita dan menyutradarai programnya secara umum)
Kerumitan dan perhatian berbagai orang tsb harus Anda netralisir (baca: cuekin) karena perhatian Anda adalah berinteraksi dengan Audience melalui materi baca. Belum lagi jika ada urutan perpindahan kamera yang harus Anda hafalkan, misalnya Opening di Cam-1, Materi Berita di Cam-2, dan Closing di Cam-3. Sambil ini semua berlangsung, waktu dan siaran ber-jalan terus sehingga Anda tak pernah boleh lupa atau salah bicara. Floor Director (FD) membantu Anda dalam berbagai hal, misalnya memberi Anda aba-aba “5, 4, 3, 2…”, memeriksa sudut & zoom Camera terhadap Anda, memastikan semua peralatan (mic, kamera, lampu, monitor, dll) bekerja dengan baik, dan mengoperasikan scrolling pada teleprompter. Untuk Program non-news yang besar seperti Gebyar BCA, seorang FD dan asistennya punya tugas tambahan sebagai “cheerleader” dan “applause-prompter” yang memandu penonton agar hening atau bertepuk-tangan.
Penyampaian Beritanya

Cara seorang Penyiar membaca materi berita dari teleprompter (atau naskah di meja siaran) haruslah seakan-akan dia memahaminya dan mengalaminya sendiri. Jika ia terkesan kaku atau malah terdengar hanya membaca naskah milik orang lain, maka penonton tidak akan terhibur mendengarnya / melihat-nya. Pemirsa akan berpikir, “Kalo baca aja sih, saya juga bisa sendiri dari koran!”. Karena asumsi sederhana inilah maka Dokter Penyiar meyakini bahwa berita di TV harus bisa memberi sebuah “pengalaman lebih” dibandingkan yang diterima pemirsa jika ia hanya membacanya (di koran) atau mendengarnya (di radio). Keistimewaan dunia televisi terletak pada kepandaian-nya dalam “storytelling” sebuah berita, atau memun-culkan video peristiwanya, maupun juga wawancara blak-blakan dengan seorang narasumber yang kompeten. Tuntutan & keinginan pemirsanya harus dipenuhi Stasiun TV tsb. Kalau Anda ingin jadi Penyiar Berita TV tapi tidak mengerti ketiga hal tsb, sebaiknya Anda beralih ke profesi yang tidak terlalu “melayani orang lain”.

Melayani melalui Interaksi

Lupakan sejenak pertanyaan Vina tentang “The Do’s and the Don’t’s of being a TV Newsreader”, dan pikirkanlah dulu kesediaan Anda untuk terjun ke dunia Broadcasting yang hakekatnya adalah “melayani pemirsa / pendengar”. Kalau Dokter pikir-pikir lagi, dunia Perhotelan (Hospitality Industry) dan Penyiaran sama-sama menawarkan ”tempat mangkal” yang enak
buat target-persons mereka. Bagaimanakah para Hoteliers and Broadcasters menyenangkan para pelanggannya? Dengan memberikan persis apa yang mereka cari! Meskipun penonton berita ingin terutama mencari informasi, namun delivery (penyampaian)
tetap menjadi jembatan Penyiar dalam berinteraksi dengan Pemirsanya.
Gaya tsb banyak variasinya di Indonesia
sehingga ada pemirsa yang “fanatik RCTI” atau ia nonton Metro-TV sekedar karena naksir sama Tommy Cokro. Di luar berbagai bentuk interaksi Penyiar tsb, Dokter Penyiar yakin bahwa jika penyampaian Anda tidak “entertaining” maka pemirsa
program Anda akan berkurang dan beralih ke TV/program lainnya.

Skilled & Mentally Prepared

Guru terbaik memang pengalaman, jadi bagi Anda yang sama sekali belum pernah mencicipi rasanya di depan kamera video atau membaca naskah maka akan
kesulitan sekali untuk terjun sebagai Penyiar berita TV. Namun setidak-tidaknya tulisan ini bisa Anda jadikan pegangan awal. Berbagai pelatihan di Penyiar.com maupun dari lembaga-lembaga pendidikan dapat men-jadi pilihan Anda untuk mengimbangi “kemauan” Anda dengan “kemampuan” yang seimbang.
Jikalaupun Anda diterima untuk training di suatu Stasiun TV maka Anda belum tentu dipakai untuk bertahun-tahun. Lagipula sebagai salah satu dari sekian banyak Penyiar (berita maupun non-news) di Stasiun TV tersebut, Anda tetap akan diarahkan, dibandingkan,
dipacu, dan dikomentari oleh orang-orang yang berniat baik maupun tidak. Apakah Anda merasa siap? Dokter Penyiar mengingatkan bahwa tanpa kesiapan mental dan keterampilan maka Anda akan mudah sekali tersisih dalam persaingan untuk tembus ke dunia Broadcasting secara umum dan sebuah Stasiun TV secara khusus.

Definisi Ilmu Komunikasi

Komunikasi dapat didefinisikan dalam banyak cara. Di sini kita dapat mendefinisikan komunikasi sebagai sebuah proses yang dapat memungkinkan para pelaku komunikasi sampai pada pemaknaan secara bersama-sama melalui pertukaran pesan / interchange of messages (Rubin&Rubin:3:2005). Ketika orang meciptakan dan mengelola makna dan membagi pemahamannya tentang realitas sosial, maka banyak hal dapat dikategorikan sebagai peristiwa komunikasi/communication events.

Nilai Penting Ilmu komunikasi

Untuk apa mempelajari Ilmu Komunikasi? Orang-orang yang sudah mempelajari ilmu komunikasi akan mengatakan kepada Anda bahwa sifat pekerjaan mereka didorong oleh sebuah kebutuhan untuk mengetahui lebih jauh tentang interaksi dan proses komunikasi manusia. Para professional bidang komuni-kasi harus mengembangkan keterampilan mereka dalam upaya memperoleh dan me-manfaatkan informasi sepanjang karir professional mereka. Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, Anda harus mampu meng-investigasi dan melibatkan diri dalam per-kembangan komunikasi secara akademik maupun secara professional.

Broadcasting
merupakan sub disiplin ilmu komunikasi terapan (applied communication) yang khusus mempelajari pengemasan pesan melalui media massa elektronik seperti televisi, radio dan internet

  • Marketing Communication
    merupakan sub displin ilmu komunikasi terapan yang merupakan penggabungan dari public relations, sales& promo dan advertising menjadi satu kesatuan yang intergral

Ilmu Komunikasi yaitu Broadcasting dan Marketing Communication. Magang bagi mahasiswa konsentrasi Broadcasting adalah di industri media massa elektronik seperti televisi, radio dan media massa online. Magang kerja bagi mahasiswa konsentrasi marketing communication adalah di industri periklanan, humas dan pemasaran.

Gelar
akan memperoleh gelar akademik Sarjana Ilmu Sosial atau disingkat S.Sos.

Prospek Karir

  • Konsentrasi Broadcasting
    TV/Radio Producer, TV News Presenter, TV Anchor, Radio Announcer, TV/Radio News Producer, TV/RadioReporter, TV/Radio Programmer, Studio Manager, Production House, Cameraperson, Video Editor, Dubber, Mixer, Switcher, Floor Manager dll
  • Konsentrasi Marketing Communication
    Media Buyer, Media Seller, Media Planner, Advertising Manager, Public Relations Officer, Account Executive, Media Researcher, Corporate Communication Specialist, Reporter/Jurnalis Ekonomi-Bisnis, dll

Jurnalistik TV

Multimedia Broadcast berhubungan dengan media televisi yang terdiri dari perpaduan antara multimedia aplikasi komputer dengan alat-alat yang bernuansa broadcasting. Di Indonesia banyak hadir televisi swasta yang telah memunculkan program-program acara yang cukup menarik untuk dinikmati. Dari mulai acara News, Sinetron, Film laga, Komedi, Hingga berbagai macam tayangan kuis yang kesemuanya itu menggunakan alat broadcast televisi yang bagus untuk standar televisi.

Multimedia Broadcasting memadukan antara unsur pengambilan sebuah gambar dan permainan sebuah effect kamera yang terdapat pada setting menu serta jenis kamera dan sebuah effect software komputer yang dimainkan oleh seorang animator. Dari perpaduan kedua unsur tersebut dapat menghasilkan output tampilan yang sangat mengagumkan dan mempunyai nilai jual sangat tinggi di dunia broadcasting.Tidak mustahil jika semakin banyak channel televisi yang muncul di layar kaca maka semakin banyak pula Production House yang menawarkan jasa untuk memproduksi sebuah program acara yang kemudian akan di jual ke pihak televisi.Penayangan sebuah program acara televisi bukan hanya tergantung pada konsep penyutradaraannya saja atau kreatifitas penulisan naskah, melainkan sangat bergantung pada kemampuan profesionalisme dari seluruh kelompok kerja di dunia broadcast dengan seluruh mata rantai divisinya (Naratama, 2004, hal 62). Dalam memproduksi suatu format acara Talk Show yang saat ini masih menjadi acara unggulan bagi para pemirsa televisi, diperlukan suatu kerjasama yang profesional antar setiap divisi satuan kerja produksi, serta alat produksi yang memenuhi syarat agar dapat menyajikan sebuah acara televisi Talk Show yang dapat memberikan nilai pendidikan, hiburan dan informasi untuk pemirsa televisi.

Meskipun satuan kerja produksi bekerja di bidang tugas yang berbeda, tetapi semuanya hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menghasilkan karya produksi yang akan digunakan sebagai acara siaran dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Karena itu sebelum melangkah ke pelaksanaan produksi semua anggota kerabat kerja harus mendapat informasi yang cukup, sehingga semua kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan rencana produksinya serta agar tidak terjadi kesalahan yang fatal saat jalannya proses produksi.(dari berbagai sumber….)http://bhanusrinugraha.wordpress.com/tv-broadcasting/ google03.11.2007 12:09:31

Iklan

Children Learn What They Live

Children Learn What They Live

By Dorothy Law Nolte

If a child lives with criticism

He learns to condemn

If a child lives with hostility

He learns to fight

If a child lives with ridicule

He learns to shy

If a child lives with shame

He learns to be guilty

If a child lives with tolerance

He learns to be patient

If a child lives with encouragement

He learns confidence

If a child lives with praise

He learns to appreciate

If a child lives with fairness

He learns to justice

If a child lives with security

He learns to have faith

If a child lives with approval

He learns to like himself

If a child lives with acceptance and friendship

He learns to find love in the world

Walikota yang Tak Segan Turun ke Kali

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan akun facebook milik Ibu Sylviana Murni, Walikota Jakarta Pusat. Saya kemudian mengirimkan sebuah pesan terkait saran untuk wilayah Jakarta Pusat melalui facebook beliau. Berikut isi pesan saya:

Asslamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…
untuk Ibu Walikota yang saya hormati, beruntung saya bisa menemukan Ibu di dalam situs facebook ini. Ada sebuah saran yang ingin saya sampaikan kepada ibu terkait dengan daerah yang sedang Ibu pimpin. Saya sering pergi ke Jakarta Pusat dan melihat serta merasakan betapa keruh dan baunya sungai atau kali yang membelah dan melintasi wilayah Jakarta Pusat. Setiap saya naik busway dan berhenti di halte Harmoni, saya langsung mencium aroma yang tidak sedap. Seorang teman saya yang berasal dari Singapura mengeluhkan betapa kotornya kali tersebut.
Saya lalu membayangkan bagaimana reaksi orang asing yang berkunjung ke Jakarta bila melihat keadaan kali di Jakarta Pusat. Mungkin mereka akan menganggap bahwa Jakarta adalah kota yang kumuh dan bau. Ditambah lagi, Jakarta adalah ibukota negara Indonesia. Bukankah Jakarta adalah cerminan negara bagi orang asing?
Mungkin ada kebijakan yang bisa Ibu lakukan dalam menangani masalah ini sebagaimana kebijakan yang telah Ibu lakukan untuk menertibkan Pasar Senen. Bukankah bila kali kita bersih, kita juga yang senang dan bangga?
Demikian saran dari saya, wakil dari warga Jakarta yang menginginkan kebersihan kota ini. Bila ada salah kata, saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh….

Seminggu berselang, Ibu Sylviana membalas pesan saya. Berikut balasannya:

Tks masukannya, Masalah 13 Sungai yang mengaliri Jakarta sdh dalam perencanaan Tk Provinsi buka Tk. Kota dan saat ini dalam pelaksanaan sebagian, doakan smg segera selesai, tks

Dan Hari ini saya membaca berita mengenai beliau di surat kabar Pos Kota. Berikut beritanya:

Walikota Jakpus Berlumur Lumpur

Oktober 9, 2009 – 18:01 <!– by binsar –>
Kategori Berita Terkini, Jakpus

SENEN (Pos Kota) – Walikota Jakarta Pusat Hj. Sylviana Murni rela nyemplung dan membenamkan kedua kakinya yang putih ke Kali Sentiong di RW 01 Kelurahan Paseban, Senen, yang airnya berwarna hitam untuk mengangkat sampah guna mengantisipasi banjir berkaitan mulai masuknya musim hujan.

Tanpa ragu sedikitpun, mantan None Jakarta ini dengan memakai pakaian training, ditemani Dandim Jakarta Pusat Letkol (Inf) Immanuel Ginting, masuk ke Kali Sentiong dalam kegiatan kerja bakti, Jumat (9/10).

Menyaksikan Walikota dan Komandan Kodim Jakarta Pusat masuk ke dalam kali, tanpa dikomando lagi Sekretaris Kota Jakarta Pusat Ian Kelana dan Camat Senen Hidayatullah ikut nyemplung ke dalam kali, diikuti sekitar 300 orang yang terdiri dari anggota TNI, Satpol PP, Linmas (perlindungan masyarakat),  karang taruna, petugas cleaning servis kali, dan warga Paseban.

Tanpa sungkan-sungkan walikota, dengan tangannya yang mulus memunguti sampah, yang sebagian besar berupa  plastik  botol-botol bekas air minum mineral.

Walikota Sylviana mengatakan kerja bakti yang merupakan bagian dari Program Kali Bersih merupakan lambang adanya sinergi yang baik antara Muspiko Jakarta Pusat dengan masyarakat yang sadar kebersihan lingkungan.(bambang/B)

Salut untuk Ibu Walikota yang begitu peduli akan lingkungan wilayah yang dipimpinnya dengan secara langsung turun membersihkan kali yang kotor. Salut juga untuk Ibu Walikota karena mau mendengarkan aspirasi dari warganya. Semoga diberi kemudahan bagi Ibu untuk dapat mengurus wilayah Jakarta Pusat. Andai semua pemimpin seperti Ibu Sylviana….

Hobi Grup Band & Penyanyi Zaman Sekarang

Heran, sepertinya menyanyikan atau aransemen ulang lagu -lagu zaman dulu lagi ngetrend di kalangan musisi dan seniman musik di Indonesia. Banyak loh contohnya….
Nih dia contohnya:

ST12 – Isabella (dulu dinyanyikan oleh Amy Search)
Angkasa – Jangan Ada Dusta di Antara Kita (dulu dinyanyikan oleh Broery Marantika)
Baron Soulmate – Bintang Kehidupan (dulu dinyanyikan oleh Nike Ardila)
T2 – Tua-tua keladi (dulu dinyanyikan oleh Anggun C. Sasmi)
Maia – Yang Penting Hepy (dulu dinyanyikan oleh Jamal Mirdad)

dan masih banyak contoh lainnya…

Heran, apa mereka sudah kehabisan ide kreatif buat bikin lagu ya?