Beranda » kisahku » Bertanya Tentang Jodoh

Bertanya Tentang Jodoh

Beberapa waktu yang lalu adikku memberitahukan melalui telepon kalau aku akan dijodohkan oleh nenekku. What? Apa aku gak salah dengar?
Adikku bercerita kalau waktu itu adikku mengantarkan nenekku berkunjung ke rumah salah seorang kerabat. Saat itu nenekku melihat seorang gadis muda yang mengantarkan minuman. Nenekku menanyakan apa status dari gadis itu. Kerabat yang ditanya menjawab kalau gadis itu belum menikah. Dia anak satu-satunya yang belum menikah. Entah kenapa nenekku lalu teringat padaku. Beliau lalu berniat menjodohkan gadis itu denganku. Walah, main jodoh-jodohan kok gak bilang-bilang?
Aku lalu bertanya kepada adikku mengenai gadis itu. Adikku bercerita kalau gadis itu alim, cantik, sopan, ramah, dan baik hati. Wah, tipe gue banget….siapa yang gak mau coba?
Tapi, aku lalu berpikir…apakah pantas diriku ini untuknya? Apakah pantas aku yang berantakan dan sembarangan ini menjadi suami dari seorang gadis yang soleh seperti dia? Kemudian aku bertanya pada adikku apakah aku pantas untuk gadis yang dijodohkan untukku itu. Adikku menjawab kalau aku pantas menjadi suaminya. Huh, benarkah?
Aku tak tahu pasti bagaimana perjodohan ini akan berjalan nantinya. Aku belum pernah berpacaran apalagi dijodohkan, tentu hal seperti ini asing bagiku. Tapi kulihat kalau keluargaku tampak antusias dengan perjodohan ini. Apakah ini bentuk ekspresi mereka yang ingin melihatku berpasangan dengan seorang wanita setelah selama bertahun-tahun ini aku hanya sibuk sendiri dengan diriku dan tak terpikir mencari pendamping hidup?
Mengenai perjodohan ini, aku masih sangsi. Aku tak yakin kalau aku layak menjadi suami gadis solehah itu, ya….walaupun aku belum pernah sekalipun melihat wajahnya, tapi mendengar cerita adikku, aku jadi ingin melihat wajahnya. Aku ini pemuda yang penuh dengan kekurangan, tidak jelas, berantakan, berandalan, dan banyak dosa. Aku tak yakin kalau aku adalah jodoh dari gadis itu. Dan aku pun mulai bertanya, benarkah gadis itu adalah jodohku? Benarkah nantinya kami adalah pasangan yang ditakdirkan oleh Tuhan? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu.
Lalu apa yang harus aku lakukan dengan perjodohan itu nantinya? Apakah aku harus menerimanya? Atau aku harus menolaknya? Kalau aku menerimanya, berarti aku harus rela meninggalkan dua wanita lain yang telah menunggu untukku, sedang aku berat berpisah dengan mereka. Tapi kalau aku menolaknya, itu akan sangat berat karena aku tak bisa memungkiri kalau aku pun mengharapkannya. Benar-benar pilihan yang sulit. Ya, bagaimanapun cuma satu hal yang bisa kulakukan untuk memilihnya. Dan aku harus lebih banyak bertanya kepada Tuhan, siapa yang akan menjadi jodohku kelak….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s