Beranda » opini » Iklan TV Parpol Terbaik

Iklan TV Parpol Terbaik

Dalam kampanye terbuka yang telah dimulai beberapa hari yang lalu, dapat kita saksikan telah banyak iklan partai politik yang menyapa kita melalui layar kaca. Membeli ruang dan waktu di media ini bisa dibilang cukup mahal. Namun televisi menjadi media yang dianggap efektif sebagai ajang kampanye sehingga banyak parpol yang rela mengucurkan dana demi menampilkan peragaan kampanye mereka di televisi.

Dari beberapa iklan parpol yang tayang di media televisi nasional, iseng-iseng saya telah memilih iklan mana saja yang menurut saya paling baik, paling buruk, paling membosankan, paling dinamis, dan paling biasa saja. Penilaian saya ini berdasar pertimbangan dengan melihat materi iklan yang ditampilkan. Kriterianya meliputi sisi kreatif, efektif, dan kejelasan materi serta penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan berikut daftarnya dimulai dari iklan parpol paling biasa, iklan parpol paling membosankan, iklan parpol paling dinamis, dilanjutkan iklan parpol terburuk, dan terakhir iklan parpol terbaik.

Iklan Tv Parpol Paling Biasa:

Anda pernah lihat seorang pengurus wanita dari Partai Bulan Bintang sedang berkampanye di samping logo partainya? Ya, itulah iklan paling biasa menurut saya karena sang pengurus partai tampil di samping lambang partai sembari menjabarkan kampanyenya secara singkat. Bukankah itu sangat biasa?

Iklan Tv Parpol Paling Membosankan:

Anda mungkin sering melihat ibu Megawati di televisi sambil mengatakan ”….perjuangkan sembako murah….”. Dari jauh-jauh hari kita pasti sudah mendengar kata-kata ini. Ya, sampai masa kampanye terbuka sekarang, topik yang diangkat PDI Perjuangan hanya satu, sembako murah. Kalaupun ada yang baru, itupun soal Kontrak Politik. Bukankah sangat membosankan?

Iklan Tv Parpol Paling Dinamis:

”Bergabunglah dengan sebuah gerakan baru…..Gerindra…..Gerindra…..Gerindra….” Mungkin Anda bosan dengan ucapan ”Gerindra” bersuara wanita yang menyela kampanye Pak Prabowo Subianto. Tapi kalau Anda perhatikan, setiap materi dan topik iklan yang ditampilkan Gerindra dengan ikonnya, Prabowo Subianto selalu baru. Gerindra pernah menampilkan topik Hari Raya, tkesejahteraan wanita, kesejahteraan petani, kesejahteraan pedagang, hingga membawa-bawa presiden Amerika Serikat, Barrack Obama (mungkin sedang latah dengan iklan-iklan serupa yang menampilkan Obama ”tiruan”). Dalam hal ini, Gerindra memenuhi syarat sebuah iklan yang baik, yaitu kebaruan (novelty). Dan sejauh ini, Gerindra yang paling banyak beriklan dengan topik berbeda, walaupun masing-masing kita lihat satu topik khusus ”Dari mata seekor garuda”.

Iklan Tv Parpol Paling Buruk:

Sebenarnya saya tidak mau menggunakan dua kata ”Paling Buruk” sebagai pernyataan nominasi ini. Nominasi ini lebih tepat bila menjadi Iklan Tv Paling ”Cape deh….”. Tapi pasti aneh bila sebuah nominasi seperti itu. Jadi saya terpaksa menggunakan dua kata ”Paling Buruk dalam nominasi ini. Bukan berarti saya tidak menghargai partai tersebut atau tidak menghargai pembuat iklan tersebut, hanya saja dari segi isi yang saya lihat, iklan tersebut tidak pantas saja ditayangkan di televisi karena ”geemana geetu….”. Baiklah, dan pemenang Iklan Tv Parpol Paling Buruk adalah…. iklam partai PKS sedang bernyanyi! Ups, jangan salah sangka dulu, bukan berarti saya sentimen atau ebnci terhadap PKS, tapi sekali lagi saya nyatakan kalau saya melihat dari materi iklannya. Dan nominasi ini sepenuhnya berdasarkan pandangan saya pribadi sehingga mungkin berbeda bila dilihat dari pandangan orang lain. Oke, sekarang saya jelaskan kenapa saya memilih iklan ini sebagai yang paling buruk. Coba Anda dengarkan lirik lagu tersebut ”Partai Keren Sekali….Pasti Koruptor Sebel….” Penggunaan inisial partai sebagai akronim bagi makna baru ini terasa sangat mengganjal. Seharusnya PKS menghindari cara kampanye seperti ini, karena orang yang tidak menyukai PKS bisa saja mengartikan PKS dengan ”Partai Koruptor Sejati”, ”Partai Komunis Sejahtera”, atau ”Partai Kebanyakan Sensasi” (di sini saya hanya mengandaikan dan tak memiliki sedikit pun niat untuk menghina PKS). Coba Anda pikir, bukankah hal tersebut mungkin? Menurut saya masih lebih bagus Partai Demokrat dalam kampanyenya ”Kenapa Demokrat? Relijius…kan partainya SBY….partai tengah……”. Selain itu, coba Anda dengarkan kesatuan lirik dalam iklan PKS yang bernyanyi tersebut ”Partai Keren Sekali….Pasti Koruptor Sebel….” Entah mengapa terdengar sumbang dan juga aneh di telinga. Penggunaan dua kata ”Keren Sekali” dan tiga kata ”Pasti Koruptor Sebel” ini terdengar sangat tidak pantas. Keren Sekali? Pasti Koruptor Sebel? Terdapat pula kesalahan Bahasa Indonesia di sini. PKS sebagai partai yang mencoba merangkul semua kalangan (terungkap jelas dalam iklan ”Emang biru bisa PKS? Emang kuning bisa PKS? Emang Hijau bisa PKS?” yang tampak di pinggir jalan) harusnya tak menggunakan bahasa ”Keren Sekali” dan ”Pasti Koruptor Sebel” sebagai lirik dalam lagu tersebut. Okelah, saya bisa membenarkan penggunaan ”Partai Keren Sekali” dan ”Pasti Koruptor Sebel” dalam iklan PKS sebelumnya yang menggambarkan beberapa orang membuat kepanjangan dari PKS seperti ”Partai Kita Semua” dan ”Palestina Kita Sayangi”. Penggunaan kepanjangan tersebut cukup relevan karena pernyataan tersebut dinyatakan oleh masing-masing kalangan mulai dari remaja, anak SMA, ibu-ibu, pegawai, dan lain sebagainya. Tapi penggunaan akronim itu dalam lirik lagu terasa aneh dan tidak tepat. Apakah Anda setuju dengan saya? Kalau tidak setuju, itu hak Anda, kita kan punya pandangan masing-masing.

Iklan Tv Parpol Paling Baik:

Meskipun saya menyebutkan bahwa iklan parpol berikut adalah yang paling baik, bukan berarti saya mendukung parpol tersebut. Sekali lagi, saya hanya menilai dari materi iklan, apakah kreatif, efektif, dan tepat. Dan ada dua iklan yang terpilih sebagai yang terbaik versi saya. Dan pemenangnya adalah…..Golkar versi Jusuf Kalla close-up dan PAN versi nyanyi dangdut. Mungkin Anda bingung kenapa saya memilih dua iklan itu sebagai yang terbaik. Baik, saya jelaskan sekarang. Pertama, Golkar versi Jusuf Kalla close-up atau bisa dibilang mau ambil air wudhu (soalnya Jusuf Kalla menyingsingkan lengan bajunya seperti orang mau wudhu – atau berantem?). Golkar menampilkan sang ketua umum secara jelas dengan posisi close-up dimana Jusuf Kalla mengucapkan pernyataan kampanye disertai gerakan meyingsingkan lengan baju, seolah siap untuk bekerja. Golkar menampilkan orang nomor satu yang tentunya paling kompeten dalam menebarkan kampanye. Pernyataan menggebu-gebu Jusuf Kalla sebagai personifikasi Golkar tampak penuh dengan optimistis, digambarkan wajah Jusf Kalla yang berseri layaknya pemimpin yang bijaksana. Sangat efektif dan cukup menggambarkan Golkar secara keseluruhan tanpa harus mengumbar janji-janji atau prestasi-prestasi. Kedua, PAN versi lagu dangdut. Siapapun yang melihat iklan ini pasti akan tertarik dan penasaran. Atau bahkan Anda akan menduga iklan tersebut adalah iklan salep sembilan-sembilan. Sang penyanyi menyanyikan angka sembilan berkali-kali ”lan, sembilan, sembilan, sembilan, sembilan, angka sembilan…..pendidikan terjangkau….pilih sembilan”. PAN tampaknya mengerti dengan kesukaan masyarakat Indonesia akan dangdut. Dengan lirik yang sederhana, jargon-jargon politik PAN akan mudah diingat. Ditambah lagi dengan penampilan penyanyinya yang cantik dan juga orang-orang yang ikut berdendang, benar-benar mencerminkan harapan masyarakat kebanyakan saat ini. Tak salah bila kedua iklan tersebut menjadi yang terbaik menurut saya. Bila Anda tak setuju, itu hak Anda. Pandangan setiap orang selalu berbeda, dan itu adalah anugerah. Yang penting, jangan jadikan hal tersebut sebagai penghalang memupuk persatuan. Justru sebaliknya, jadikan hal tersebut sebagai alat pemersatu bangsa.

Bagaimana menurut Anda? Manakah iklan terbaik dan terburuk menurut Anda?

Semoga insan iklan di Indonesia semakin menjadi kreatif dan mendidik masyarakat media ke arah yang lebih baik, bukan hanya bertujuan konsumerisme belaka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s