Beranda » kisahku » Perjalanan ke Kelud (bag. 4)

Perjalanan ke Kelud (bag. 4)

Bagian 4

journey-to-the-center-of-the-earth3

Akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang, kami berhasil tiba dengan selamat di tujuan. Kami berempat segera menyusuri jalan menurun menuju objek wisata baru di gunung Kelud yang selama ini didengung-dengungkan oleh orang-orang, Anak Gunung Kelud yang lahir dari dalam kawah pada letusan tahun kemarin! Dalam perjalanan kami melewati sebuah tangga menurun menuju ke sumber air panas gunung Kelud. Kami memilih untuk mendatanginya nanti setelah melihat kawah Kelud dimana terletak anak gunung itu. Untuk menuju ke kawah Kelud, kami harus melewati sebuah terowongan di bawah bukit. Terowongan gelap nan dingin ini cukup panjang sebelum akhirnya mencapai kawah. Banyak wisatawan yang saling menakut-nakuti di dalam terowongan. Untungnya akn memiliki ponsel nokia 1208 yang memiliki fitur flash light (promosi ni ye….). Keluar dari terowongan, kami masih harus menuruni tangga untuk mencapai kawah dan…..tampak gundukan besar di depan kami. Anak Gunung Kelud! Akhirnya kami melihatnya! Ponsel adikku pun akhirnya mendapatkan peran pertamanya….

Sebelum letusan yang terakhir, di akhir tangga tersebut ada sebuah pemandian air hangat. Namun setelah Kelud meletus lagi, pemandian itu telah lenyap berganti gundukan tanah penuh asap berbahaya karena beracun yang diklaim sebagai anak gunung Kelud. Pengunjung dilarang keras untuk mendekati anak gunung tersebut karena bahayanya. Katanya, pernah ada seseorang yang nekat mengabaikan larangan tersebut dan mendaki anak gunung tersebut. Orang tersebut yang kebetulan lebih gemuk dari aku lalu terperosok dan terbenam di dalam lava yang membeku tersebut. Butuh biaya yang cukup besar untuk mengeluarkannya dari sana.

Kalau Anda ke Kelud dan tidak atau lupa membawa kamera, jangan khawatir karena di sana ada jasa foto digital yang relatif murah (apa mahal ya?). Di sana di jual juga pernak-pernik gunung Kelud seperti VCD, kalender, topi, dsb. Setelah puas memandangi keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tersebut, kami lalu beranjak naik menuju sumber air panas gunung Kelud. Namun sebelumnya kami beristirahat di depan terowongan. Di sana juga ada sebuah tangga menaiki bukit. Kami sebenarnya ingin menaikinya, namun karena ramai dan penuh dengan orang, kami pun mengurungkan niat itu.

Kami kembali melewati terowongan dingin yang kami lewati sebelumnya. Konon, ada sebuah kamar di dalam teriowongan gelap tersebut. Tahulah kamar untuk apa itu..

Keluar dari terowongan, lagi-lagi kami beristirahat di depan terowongan (dari sisi pertama kami datang). Saat itulah ada segerombolan anak-anak klub motor yang ingin berfoto mengabadikan kedatangan mereka ke Kelud. Ulah mereka sangat kocak hingga membuat kami tersenyum geli. Kami pun tak lupa foto bersama dan jadilah ”ASSE Gank Plus”. Plus, karena ada tambahan dua anak perempuan yaitu adikku Nurul dan temannya, Ria

Setelah cukup beristirahat, kami menuju ke sumber air panas gunung Kelud. Untuk mencapainya, kami kembali harus menuruni tangga. Namun sebelum itu, Ria merasa haus. Nurul lalu naik kembali ke atas untuk membeli minuman sementara kami bertiga menunggu di bawah. Lama menunggu, Nurul tak juga datang. Huda pun menyuruhku untuk menyusulnya. Aku kembali naik ke atas dan menemukan Nurul sedang menunggu minuman yang lama sekali disiapkan karena sedang banyak pelanggan. Nurul lalu menyusul Huda dan Ria sementara aku menggantikannya menunggu minuman dihidangkan. Sembari menunggu, kisah ini bersambung dulu….

Bersambung ke bagian 5


2 thoughts on “Perjalanan ke Kelud (bag. 4)

  1. Assalamu’alaikum wr. wb.

    Mas penuls typercat18.wordpress.com yang dirahmati Allah SWT. Perkenalkan saya Asep Teja Setia S. Aktivitas saya di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, sebagai santri. Saya sekarang lagi mencoba menyusun pengalaman-pengalaman umat Islam bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw. Saya mencoba mengangkat tema ini, karena pernah pula beberapa kali mengalaminya. Dan pengalaman2 tersebut, saya coba susun menjadi sebuah naskah buku. Dengan ini saya memohon ijin kepada Mas untuk bisa saya muat mengenai mimpi Mas yang terkait dengan mimpi berjumpa Rasulullah saw. Smoga pengalaman Mas akan menjadi bahan pelajara (Ibrah) bagi masyarakat lainnnya. Mudah-mudahan Mas bisa menyapa saya di alamat email: tejasetia@gmail.com atau di asepteja@dpu-online.com Oh ya nanti saya minta boleh ya minta ke mas biodata singkatnya aja via email untuk bahan pelengkap naskah buku tersebut.

    Terima kasih atas perhatian Mas Penulis.

    Jazakumullah khairan katsira.

    Teja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s