Beranda » berita » Dua Tewas Usai Jalani Ritual “pesugihan”

Dua Tewas Usai Jalani Ritual “pesugihan”

Antara – Rabu, Maret 11 Kediri (ANTARA) – Dua orang tewas usai menjalani prosesi ritual “pesugihan” (cari kekayaan) di bantaran Sungai Brantas tepatnya di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu pagi. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Mojoroto, Iptu Surono, dua korban tersebut diketahui usai melakukan ritual di bantaran Sungai Brantas dengan cara berendam hingga beberapa jam. “Mereka sengaja berendam di tepi sungai untuk melakukan prosesi ritual,” katanya. Ia mengemukkan, dua orang tersebut diketahui bernama Ngalijo (49) dan Yoto Utomo (42), warga Dusun Karangtengah, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Surono mengungkapkan, dari keterangan saksi, Eko, dua orang tersebut sengaja datang ke rumahnya (Eko) di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto. Dalam pertemuan tersebut, dua orang korban sempat menanyakan daerah yang dianggap keramat untuk melakukan ritual. “Oleh Eko, ditunjukkan lokasi keramat yaitu di belakang rumahnya tepatnya di bantaran Sungai Brantas,” katanya menirukan ucapan Eko. Sebelum prosesi ritual tersebut, dua korban dengan Eko terlebih dahulu belanja keperluan ritual berupa bunga dan dupa di Jalan Doho, Kota Kediri. Usai belanja, keduanya lantas memulai prosesi ritual dengan menyalakan dupa dan doa-doa sambil melepas pakaian dan bersiap berendam. Tepat tengah malam, Ngalijo, terlebih dahulu masuk ke sungai dan berendam hingga sekitar dua jam yang disusul oleh Yoto Utomo. Hingga pukul 02.00 WIB, mereka baru mengakhiri prosesi ritual tersebut. Surono mengatakan, usai prosesi ritual tersebut mereka mengeluh badannya sakit semua, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Gambiran, Kota Kediri. Namun aneh, oleh pihak rumah sakit yang memeriksanya dikatakan, kedua orang tersebut tidak sakit. Namun sayang, sekitar pukul 04.15 WIB ternyata keduanya telah meninggal dunia. Surono menduga, keduanya masuk angin setelah berendam semalaman di sungai. Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya pihaknya berencana meminta rumah sakit untuk melakukan “visum et repertum”. Sementara itu, hingga kini Polsek Mojoroto masih memeriksa Eko, yang diduga mengetahui persis kejadian tersebut. Hingga kini pihak keluarga korban masih dalam perjalanan untuk mengambil kedua jenazah tersebut. Namun, Kepala Desa Singopadu, Sutariyono yang sudah tiba ke Polsek mengatakan, pihak keluarga berencana untuk meminta hasil visum ke rumah sakit. Sutariyono mengungkapkan, dua warganya tersebut saat ini sedang terkendala masalah ekonomi. Beberapa hari lalu, mereka sempat bertemu dan mengeluh usaha jualan baju yang dijalaninya sedang sepi. “Saya sempat mendengar mereka akan mencari lokasi untuk `pesugihan`, tapi saya tidak menyangka mereka benar-benar melakukan dan akhirnya meninggal dunia,” katanya. Komentar Navilink47: hiy….dokter bilang mereka gak sakit….tapi kok akhirnya meninggal dunia? Jangan-jangan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s