Iklan TV Parpol Terbaik

Dalam kampanye terbuka yang telah dimulai beberapa hari yang lalu, dapat kita saksikan telah banyak iklan partai politik yang menyapa kita melalui layar kaca. Membeli ruang dan waktu di media ini bisa dibilang cukup mahal. Namun televisi menjadi media yang dianggap efektif sebagai ajang kampanye sehingga banyak parpol yang rela mengucurkan dana demi menampilkan peragaan kampanye mereka di televisi.

Dari beberapa iklan parpol yang tayang di media televisi nasional, iseng-iseng saya telah memilih iklan mana saja yang menurut saya paling baik, paling buruk, paling membosankan, paling dinamis, dan paling biasa saja. Penilaian saya ini berdasar pertimbangan dengan melihat materi iklan yang ditampilkan. Kriterianya meliputi sisi kreatif, efektif, dan kejelasan materi serta penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan berikut daftarnya dimulai dari iklan parpol paling biasa, iklan parpol paling membosankan, iklan parpol paling dinamis, dilanjutkan iklan parpol terburuk, dan terakhir iklan parpol terbaik.

Iklan Tv Parpol Paling Biasa:

Anda pernah lihat seorang pengurus wanita dari Partai Bulan Bintang sedang berkampanye di samping logo partainya? Ya, itulah iklan paling biasa menurut saya karena sang pengurus partai tampil di samping lambang partai sembari menjabarkan kampanyenya secara singkat. Bukankah itu sangat biasa?

Iklan Tv Parpol Paling Membosankan:

Anda mungkin sering melihat ibu Megawati di televisi sambil mengatakan ”….perjuangkan sembako murah….”. Dari jauh-jauh hari kita pasti sudah mendengar kata-kata ini. Ya, sampai masa kampanye terbuka sekarang, topik yang diangkat PDI Perjuangan hanya satu, sembako murah. Kalaupun ada yang baru, itupun soal Kontrak Politik. Bukankah sangat membosankan?

Iklan Tv Parpol Paling Dinamis:

”Bergabunglah dengan sebuah gerakan baru…..Gerindra…..Gerindra…..Gerindra….” Mungkin Anda bosan dengan ucapan ”Gerindra” bersuara wanita yang menyela kampanye Pak Prabowo Subianto. Tapi kalau Anda perhatikan, setiap materi dan topik iklan yang ditampilkan Gerindra dengan ikonnya, Prabowo Subianto selalu baru. Gerindra pernah menampilkan topik Hari Raya, tkesejahteraan wanita, kesejahteraan petani, kesejahteraan pedagang, hingga membawa-bawa presiden Amerika Serikat, Barrack Obama (mungkin sedang latah dengan iklan-iklan serupa yang menampilkan Obama ”tiruan”). Dalam hal ini, Gerindra memenuhi syarat sebuah iklan yang baik, yaitu kebaruan (novelty). Dan sejauh ini, Gerindra yang paling banyak beriklan dengan topik berbeda, walaupun masing-masing kita lihat satu topik khusus ”Dari mata seekor garuda”.

Iklan Tv Parpol Paling Buruk:

Sebenarnya saya tidak mau menggunakan dua kata ”Paling Buruk” sebagai pernyataan nominasi ini. Nominasi ini lebih tepat bila menjadi Iklan Tv Paling ”Cape deh….”. Tapi pasti aneh bila sebuah nominasi seperti itu. Jadi saya terpaksa menggunakan dua kata ”Paling Buruk dalam nominasi ini. Bukan berarti saya tidak menghargai partai tersebut atau tidak menghargai pembuat iklan tersebut, hanya saja dari segi isi yang saya lihat, iklan tersebut tidak pantas saja ditayangkan di televisi karena ”geemana geetu….”. Baiklah, dan pemenang Iklan Tv Parpol Paling Buruk adalah…. iklam partai PKS sedang bernyanyi! Ups, jangan salah sangka dulu, bukan berarti saya sentimen atau ebnci terhadap PKS, tapi sekali lagi saya nyatakan kalau saya melihat dari materi iklannya. Dan nominasi ini sepenuhnya berdasarkan pandangan saya pribadi sehingga mungkin berbeda bila dilihat dari pandangan orang lain. Oke, sekarang saya jelaskan kenapa saya memilih iklan ini sebagai yang paling buruk. Coba Anda dengarkan lirik lagu tersebut ”Partai Keren Sekali….Pasti Koruptor Sebel….” Penggunaan inisial partai sebagai akronim bagi makna baru ini terasa sangat mengganjal. Seharusnya PKS menghindari cara kampanye seperti ini, karena orang yang tidak menyukai PKS bisa saja mengartikan PKS dengan ”Partai Koruptor Sejati”, ”Partai Komunis Sejahtera”, atau ”Partai Kebanyakan Sensasi” (di sini saya hanya mengandaikan dan tak memiliki sedikit pun niat untuk menghina PKS). Coba Anda pikir, bukankah hal tersebut mungkin? Menurut saya masih lebih bagus Partai Demokrat dalam kampanyenya ”Kenapa Demokrat? Relijius…kan partainya SBY….partai tengah……”. Selain itu, coba Anda dengarkan kesatuan lirik dalam iklan PKS yang bernyanyi tersebut ”Partai Keren Sekali….Pasti Koruptor Sebel….” Entah mengapa terdengar sumbang dan juga aneh di telinga. Penggunaan dua kata ”Keren Sekali” dan tiga kata ”Pasti Koruptor Sebel” ini terdengar sangat tidak pantas. Keren Sekali? Pasti Koruptor Sebel? Terdapat pula kesalahan Bahasa Indonesia di sini. PKS sebagai partai yang mencoba merangkul semua kalangan (terungkap jelas dalam iklan ”Emang biru bisa PKS? Emang kuning bisa PKS? Emang Hijau bisa PKS?” yang tampak di pinggir jalan) harusnya tak menggunakan bahasa ”Keren Sekali” dan ”Pasti Koruptor Sebel” sebagai lirik dalam lagu tersebut. Okelah, saya bisa membenarkan penggunaan ”Partai Keren Sekali” dan ”Pasti Koruptor Sebel” dalam iklan PKS sebelumnya yang menggambarkan beberapa orang membuat kepanjangan dari PKS seperti ”Partai Kita Semua” dan ”Palestina Kita Sayangi”. Penggunaan kepanjangan tersebut cukup relevan karena pernyataan tersebut dinyatakan oleh masing-masing kalangan mulai dari remaja, anak SMA, ibu-ibu, pegawai, dan lain sebagainya. Tapi penggunaan akronim itu dalam lirik lagu terasa aneh dan tidak tepat. Apakah Anda setuju dengan saya? Kalau tidak setuju, itu hak Anda, kita kan punya pandangan masing-masing.

Iklan Tv Parpol Paling Baik:

Meskipun saya menyebutkan bahwa iklan parpol berikut adalah yang paling baik, bukan berarti saya mendukung parpol tersebut. Sekali lagi, saya hanya menilai dari materi iklan, apakah kreatif, efektif, dan tepat. Dan ada dua iklan yang terpilih sebagai yang terbaik versi saya. Dan pemenangnya adalah…..Golkar versi Jusuf Kalla close-up dan PAN versi nyanyi dangdut. Mungkin Anda bingung kenapa saya memilih dua iklan itu sebagai yang terbaik. Baik, saya jelaskan sekarang. Pertama, Golkar versi Jusuf Kalla close-up atau bisa dibilang mau ambil air wudhu (soalnya Jusuf Kalla menyingsingkan lengan bajunya seperti orang mau wudhu – atau berantem?). Golkar menampilkan sang ketua umum secara jelas dengan posisi close-up dimana Jusuf Kalla mengucapkan pernyataan kampanye disertai gerakan meyingsingkan lengan baju, seolah siap untuk bekerja. Golkar menampilkan orang nomor satu yang tentunya paling kompeten dalam menebarkan kampanye. Pernyataan menggebu-gebu Jusuf Kalla sebagai personifikasi Golkar tampak penuh dengan optimistis, digambarkan wajah Jusf Kalla yang berseri layaknya pemimpin yang bijaksana. Sangat efektif dan cukup menggambarkan Golkar secara keseluruhan tanpa harus mengumbar janji-janji atau prestasi-prestasi. Kedua, PAN versi lagu dangdut. Siapapun yang melihat iklan ini pasti akan tertarik dan penasaran. Atau bahkan Anda akan menduga iklan tersebut adalah iklan salep sembilan-sembilan. Sang penyanyi menyanyikan angka sembilan berkali-kali ”lan, sembilan, sembilan, sembilan, sembilan, angka sembilan…..pendidikan terjangkau….pilih sembilan”. PAN tampaknya mengerti dengan kesukaan masyarakat Indonesia akan dangdut. Dengan lirik yang sederhana, jargon-jargon politik PAN akan mudah diingat. Ditambah lagi dengan penampilan penyanyinya yang cantik dan juga orang-orang yang ikut berdendang, benar-benar mencerminkan harapan masyarakat kebanyakan saat ini. Tak salah bila kedua iklan tersebut menjadi yang terbaik menurut saya. Bila Anda tak setuju, itu hak Anda. Pandangan setiap orang selalu berbeda, dan itu adalah anugerah. Yang penting, jangan jadikan hal tersebut sebagai penghalang memupuk persatuan. Justru sebaliknya, jadikan hal tersebut sebagai alat pemersatu bangsa.

Bagaimana menurut Anda? Manakah iklan terbaik dan terburuk menurut Anda?

Semoga insan iklan di Indonesia semakin menjadi kreatif dan mendidik masyarakat media ke arah yang lebih baik, bukan hanya bertujuan konsumerisme belaka.

Perjalanan ke Kelud (bag.5 – habis)

Bagian 5

walk

Setelah minuman yang berupa es teh tersebut sudah berada di tanganku, aku kembali turun ke bawah menuju ke tempat Huda, Nurul dan Ria menunggu. Kami lalu menuruni tangga yang sangat panjang. Bahkan turun pun rasanya melelahkan. Setelah menuruni tangga dengan beberapa kali istirahat, kami akhirnya tiba di sumber air panas gunung Kelud. Tampak sebuah jembatan penghubung yang masih dalam pembangunan. Rupanya sudah banyak pengunjung yang datang ke sini. Nurul yang berjalan paling awal melangkah menuju ke sebuah ujung dengan tangga mendaki tanpa mengindahkan kami. Sementara itu aku dan Ria tertarik untuk turun menuju ke sumber air panas yang sudah di depan mata. Huda pun menyusul adikku untuk memberitahukan bahwa aku dan Ria turun ke sumber air panas.

Di sumber air panas, terdapat banyak orang yang mandi dan beristirahat. Sumber air panas yang berasal dari kawah gunung Kelud pada akhirnya bertemu dengan mata air dingin dan menciptakan air yang hangat. Tentu hal ini sangat baik untuk kesehatan sehingga pengunjung pun tak melewatkan kesempatan untuk mandi. Tapi jangan coba-coba memasuki daerah dengan air yang panas, karena suhunya benar-benar panas! (kecuali buat latihan kalau nanti masuk neraka, silaken….nggak ada yang nglarang) Aku beristirahat sejenak sambil memasukkan kaki ke dalam air. Rasanya begitu menyegarkan setelah perjalanan panjang tadi. Sementara Ria asyik bercengkerama dengan pemuda yang baru dikenalnya di sumber itu.

Tak lama, Huda dan Nurul datang menyusul. Aku dan Huda lalu pergi ke muara air panas. Hawa di muara tersebut cukup panas dengan gumpalan asap yang menyelimutinya layaknya kabut di pagi hari. Tak lupa kami berfoto di sana.

Kami senang berada di sumber itu, tapi sudah waktunya kami kembali ke atas. Kmi berempat kini menghadapi tangga menanjak untuk kembali ke atas. Perjalanan menyusuri tangga terasa melelahkan dibandingkan saat menuruninya tadi. Banyak pengunjung yang klenger karena terlalu lelah memanjat tangga. Tak terkecuali kami berempat, terutama Ria yang berkali-kali meminta istirahat sehingga kami harus berhenti sejenak. Tampak juga seorang nenek-nenek yang sepertinya mau pingsan saat menaiki tangga curam itu. Tapi satu hal yang membuatku heran, ada seorang bocah kira-kira berumur lima tahun yang menaiki tangga dengan sangat entengnya (tentu saja ditemani orang tuanya). Anak itu bahkan sampai di atas hampir bersamaan dengan aku yang kemudian memutuskan lari menaiki tangga agar cepat sampai di atas (walaupun dengan setengah mati). Akhirnya, setelah bertahun-tahun menaiki tangga (hiperbola banget!), kami akhirnya sampai juga di atas. Kami pun memutuskan beristirahat di sebuah warung. Huda lagi-lagi mentraktir kami dengan membelikan mie goreng. Sebenarnya sih aku gak mau, tapi karena terus dipaksa dan juga kenyataan bahwa ini ditraktir, ya apa boleh buat…. aku nggak kuat nahannya!!!

Kenyang makan mi goreng, kami menyempatkan melihat atraksi wahana flying fox. Pengin nyoba juga sih, tapi biayanya itu lho yang nggak kuat (15.000 rupiah per-aksi).

Setelah puas dengan semua pesona gunung Kelud, kami memutuskan untuk pulang. Perjalanan pulang sama panjangnya dengan saat berangkat tadi. Kali ini Huda menunjukkan padaku jalan yang dijuluki ”jalan misteri”. Dijuluki demikian karena setiap mobil yang berhenti di jalan itu akan berjalan naik dengan sendirinya (Hiyy…ngeri bo!). Tak ada oleh-oleh berarti yang bisa dibawa pulang selain pengalaman baru yang mengasyikkan dan kenyataan bahwa….. shogun biruku rusak berat!!! Sepulang dari gunung Kelud, shogunku ngambek dan tak mau digas (gasnya tiba-tiba saja mati sendiri saat tengah berjalan). Maafin aku deh Shogun biruku karena telah memaksamu melewati medan yang berat……..(enak aja minta maaf! Emangnya gue apaan? Motor bagai manusia!!! – iklan spare part versi Serieus).

Selesai

Perjalanan ke Kelud (bag. 4)

Bagian 4

journey-to-the-center-of-the-earth3

Akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang, kami berhasil tiba dengan selamat di tujuan. Kami berempat segera menyusuri jalan menurun menuju objek wisata baru di gunung Kelud yang selama ini didengung-dengungkan oleh orang-orang, Anak Gunung Kelud yang lahir dari dalam kawah pada letusan tahun kemarin! Dalam perjalanan kami melewati sebuah tangga menurun menuju ke sumber air panas gunung Kelud. Kami memilih untuk mendatanginya nanti setelah melihat kawah Kelud dimana terletak anak gunung itu. Untuk menuju ke kawah Kelud, kami harus melewati sebuah terowongan di bawah bukit. Terowongan gelap nan dingin ini cukup panjang sebelum akhirnya mencapai kawah. Banyak wisatawan yang saling menakut-nakuti di dalam terowongan. Untungnya akn memiliki ponsel nokia 1208 yang memiliki fitur flash light (promosi ni ye….). Keluar dari terowongan, kami masih harus menuruni tangga untuk mencapai kawah dan…..tampak gundukan besar di depan kami. Anak Gunung Kelud! Akhirnya kami melihatnya! Ponsel adikku pun akhirnya mendapatkan peran pertamanya….

Sebelum letusan yang terakhir, di akhir tangga tersebut ada sebuah pemandian air hangat. Namun setelah Kelud meletus lagi, pemandian itu telah lenyap berganti gundukan tanah penuh asap berbahaya karena beracun yang diklaim sebagai anak gunung Kelud. Pengunjung dilarang keras untuk mendekati anak gunung tersebut karena bahayanya. Katanya, pernah ada seseorang yang nekat mengabaikan larangan tersebut dan mendaki anak gunung tersebut. Orang tersebut yang kebetulan lebih gemuk dari aku lalu terperosok dan terbenam di dalam lava yang membeku tersebut. Butuh biaya yang cukup besar untuk mengeluarkannya dari sana.

Kalau Anda ke Kelud dan tidak atau lupa membawa kamera, jangan khawatir karena di sana ada jasa foto digital yang relatif murah (apa mahal ya?). Di sana di jual juga pernak-pernik gunung Kelud seperti VCD, kalender, topi, dsb. Setelah puas memandangi keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tersebut, kami lalu beranjak naik menuju sumber air panas gunung Kelud. Namun sebelumnya kami beristirahat di depan terowongan. Di sana juga ada sebuah tangga menaiki bukit. Kami sebenarnya ingin menaikinya, namun karena ramai dan penuh dengan orang, kami pun mengurungkan niat itu.

Kami kembali melewati terowongan dingin yang kami lewati sebelumnya. Konon, ada sebuah kamar di dalam teriowongan gelap tersebut. Tahulah kamar untuk apa itu..

Keluar dari terowongan, lagi-lagi kami beristirahat di depan terowongan (dari sisi pertama kami datang). Saat itulah ada segerombolan anak-anak klub motor yang ingin berfoto mengabadikan kedatangan mereka ke Kelud. Ulah mereka sangat kocak hingga membuat kami tersenyum geli. Kami pun tak lupa foto bersama dan jadilah ”ASSE Gank Plus”. Plus, karena ada tambahan dua anak perempuan yaitu adikku Nurul dan temannya, Ria

Setelah cukup beristirahat, kami menuju ke sumber air panas gunung Kelud. Untuk mencapainya, kami kembali harus menuruni tangga. Namun sebelum itu, Ria merasa haus. Nurul lalu naik kembali ke atas untuk membeli minuman sementara kami bertiga menunggu di bawah. Lama menunggu, Nurul tak juga datang. Huda pun menyuruhku untuk menyusulnya. Aku kembali naik ke atas dan menemukan Nurul sedang menunggu minuman yang lama sekali disiapkan karena sedang banyak pelanggan. Nurul lalu menyusul Huda dan Ria sementara aku menggantikannya menunggu minuman dihidangkan. Sembari menunggu, kisah ini bersambung dulu….

Bersambung ke bagian 5


Dua Tewas Usai Jalani Ritual “pesugihan”

Antara – Rabu, Maret 11 Kediri (ANTARA) – Dua orang tewas usai menjalani prosesi ritual “pesugihan” (cari kekayaan) di bantaran Sungai Brantas tepatnya di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu pagi. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Mojoroto, Iptu Surono, dua korban tersebut diketahui usai melakukan ritual di bantaran Sungai Brantas dengan cara berendam hingga beberapa jam. “Mereka sengaja berendam di tepi sungai untuk melakukan prosesi ritual,” katanya. Ia mengemukkan, dua orang tersebut diketahui bernama Ngalijo (49) dan Yoto Utomo (42), warga Dusun Karangtengah, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Surono mengungkapkan, dari keterangan saksi, Eko, dua orang tersebut sengaja datang ke rumahnya (Eko) di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto. Dalam pertemuan tersebut, dua orang korban sempat menanyakan daerah yang dianggap keramat untuk melakukan ritual. “Oleh Eko, ditunjukkan lokasi keramat yaitu di belakang rumahnya tepatnya di bantaran Sungai Brantas,” katanya menirukan ucapan Eko. Sebelum prosesi ritual tersebut, dua korban dengan Eko terlebih dahulu belanja keperluan ritual berupa bunga dan dupa di Jalan Doho, Kota Kediri. Usai belanja, keduanya lantas memulai prosesi ritual dengan menyalakan dupa dan doa-doa sambil melepas pakaian dan bersiap berendam. Tepat tengah malam, Ngalijo, terlebih dahulu masuk ke sungai dan berendam hingga sekitar dua jam yang disusul oleh Yoto Utomo. Hingga pukul 02.00 WIB, mereka baru mengakhiri prosesi ritual tersebut. Surono mengatakan, usai prosesi ritual tersebut mereka mengeluh badannya sakit semua, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Gambiran, Kota Kediri. Namun aneh, oleh pihak rumah sakit yang memeriksanya dikatakan, kedua orang tersebut tidak sakit. Namun sayang, sekitar pukul 04.15 WIB ternyata keduanya telah meninggal dunia. Surono menduga, keduanya masuk angin setelah berendam semalaman di sungai. Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya pihaknya berencana meminta rumah sakit untuk melakukan “visum et repertum”. Sementara itu, hingga kini Polsek Mojoroto masih memeriksa Eko, yang diduga mengetahui persis kejadian tersebut. Hingga kini pihak keluarga korban masih dalam perjalanan untuk mengambil kedua jenazah tersebut. Namun, Kepala Desa Singopadu, Sutariyono yang sudah tiba ke Polsek mengatakan, pihak keluarga berencana untuk meminta hasil visum ke rumah sakit. Sutariyono mengungkapkan, dua warganya tersebut saat ini sedang terkendala masalah ekonomi. Beberapa hari lalu, mereka sempat bertemu dan mengeluh usaha jualan baju yang dijalaninya sedang sepi. “Saya sempat mendengar mereka akan mencari lokasi untuk `pesugihan`, tapi saya tidak menyangka mereka benar-benar melakukan dan akhirnya meninggal dunia,” katanya. Komentar Navilink47: hiy….dokter bilang mereka gak sakit….tapi kok akhirnya meninggal dunia? Jangan-jangan….

Command & Conquer: Tiberian Sun

Command & Conquer: Tiberian Sun

cncts-win-cover1

Tiberian Sun adalah game kedua dari serial Command & Conquer (C&C) seri Tiberian. Game buatan Westwood Studio ini adalah sekuel dari C&C: Tiberian Dawn dan prekuel dari C&C3: Tiberium Wars. Dirilis tahun 1999, Tiberian Sun mengambil setting tiga puluh tahun setelah kejadian dalam game Tiberian Dawn yaitu di bumi tahun 2030. Mineral alien misterius yang disebut Tiberium terus menyebar ke seluruh permukaan bumi dan membuat kehidupan umat manusia semakin terdesak. Global Defense Initiative (GDI) yang berhasil mengalahkan Brotherhood of NOD pada Tiberian Dawn pun kini disibukkan dengan usaha untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan. Namun, ternyata Brotherhood of NOD kembali muncul untuk menyelesaikan misinya, merebut kekuasaan atas Tiberium di muka bumi dan menjadi penguasa bumi. Kane, pemimpin kharismatik dari NOD secara misterius kembali hidup dan mengambil alih kekuasaan atas Brotherhood yang telah terpecah belah setelah kekalahan tiga puluh tahun yang lalu. GDI tak tinggal diam. Kini tugas mereka bertambah karena harus menghancurkan NOD. Dalam menghentikan ambisi Kane kali ini, GDI dibantu oleh The Forgotten, kelompok mutan hasil percobaan Tiberium NOD yang terlupakan dan kemudian memutuskan membalas dendam pada NOD.

soleiltiberium041

Seperti game sebelumnya, Tiberian Sun menawarkan dua campaign mission, yaitu versi GDI dan NOD. Untuk pertama kalinya dalam sejarah C&C, Tiberian Sun menawarkan skirmish mode yang memungkinkan pemain mengatur pasukan serta strategi demi memenangkan pertempuran dalam World Domination Tour. Pemain bisa memilih bermain sebagai protagonist GDI atau antagonist NOD. Perubahan secara radikal C&C terjadi pada seri ini, dimana gameplay lebih terasa hidup dengan berbagai elemen-elemen RTS yang baru dan terbilang kontroversial. Elemen-elemen inilah yang kemudian kembali digunakan dan dikembangkan pada Red Alert 2.

soleiltiberium07

Tentu saja terjadi perubahan besar dalam unit dan struktur yang dimiliki masing-masing kelompok, mengingat selisih waktu kejadiannya adalah tiga puluh tahun. Dalam Tiberian Sun, Westwood menawarkan unit-unit dan struktur-struktur baru yang lebih canggih dan futuristik, seperti Wolverine, Titan, dan Mammoth untuk GDI serta Cyborg, Devil Tongue, Cyborg Commander, dan Mutant Hijacker untuk NOD. Senjata-senjata canggih pun mengalami peningkatan level seperti Ion Cannon yang luar biasa untuk GDI dan Nuclear Missile yang mematikan dan beracun untuk NOD. AI komputer mungkin terasa tinggi dan sulit dikalahkan, tapi disitulah tantangan bagi pemain.

soleiltiberium10

Kualitas gambar Tiberian Sun tidak mengecewakan. Tampilannya jernih dan lebih baik dari prekuelnya. Suara dan efeknya pun terdengar serasi dengan skema pertempuran yang ditawarkan ditambah lagi dengan film pendukung yang menarik. Secara keseluruhan game ini tampil sederhana namun dengan kualitas terbaik. Sebuah game wajib untuk penggemar game bergenre strategi perang atau RTS.

soleiltiberium12

requirements Pentium 166 MHz, 32 MB RAM, Windows 95/98/ME/NT 4.0/2000/XP, 2 MB PCI direct draw compliant graphics card, DirectX 6 compatible sound card, 150 MB hard disk space, 4x CD-ROM drive


Perburuanku Selesai Sudah…..

Perburuanku Selesai Sudah

cncts-win-cover

(Perhatian! Artikel berikut mungkin mengandung penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah EYD karena ditulis menggunakan gaya bercerita secara langsung alias ngerumpi, jadi diharap maklum – seperti kalimat penutup surat izin kalau lagi sakit)

“Command Conquer: Tiberian Sun”. Akhirnya, setelah bertahun-tahun, aku berhasil menemukan game ini. Yup, nggak sengaja waktu jalan-jalan ke PGC buat cari DVD Pokemon, aku baru tahu kalau di lantai paling bawah ternyata telah dibuka kios penjual game komputer. Iseng melihat-lihat (wajib kalau nemu toko game komputer), eh ternyata ada CD koleksi spesial Command & Conquer (C&C)! Dan dalam daftar koleksinya tertera seri Tiberian Sun plus expansion pack-nya, Firestorm! Tapi, jangan senang dulu, siapa tahu game Tiberian Sun-nya gak bisa dimainkan seperti kejadian bertahu-tahun yang lalu saat aku membeli game Tiberian Sun yang dua CD. Saat itu waktu diinstall gak bisa soalnya butuh serial number. Tapi pas ditanyain ke Mas penjualnya ternyata gak punya serial number-nya. Di kasetnya juga nggak ada serial number. Kecewa deh. Tidak mau kejadian yang sama terulang, aku pun meminta izin untuk mencobanya terlebih dahulu di komputer si empunya toko. Dan….jreng-jreng-jreng…..bisa! Wah, senangnya hatiku….turun panas demamku…..(eh, bukan, itu sih iklan!). Bersamaan dengan kegembiraanku itu, tiba-tiba penjaga toko game komputer di sebelah toko yang tengah aku datangi kesurupan. Dia meronta-ronta dan menangis-nangis. Banyak orang yang berkumpul untuk melihatnya. Aku pun ikut-ikutan melihat. Tampak beberapa orang tengah menenangkan penjaga toko itu. Setelah penasaranku hilang, aku pun kembali ke toko game komputer tadi dan memasukkan kembali CD game ke dalam bungkusnya. Yups, aku beli juga game ini! Walaupun itu artinya, jadi bokek nih…..Gak papa, lagipula jarang-jarang kan….terakhir kali beli kaset game itu kan sudah bertahun-tahun yang lalu? Tapi ada satu kekurangan pada game yang aku beli ini. Versi lengkap dari Tiberian Sun itu seharusnya dua CD dan termasuk di dalamnya film pendukung game. Nah, karena yang aku beli edisi koleksi dan hanya satu CD, jadi tak ada film pendukungnya. Padahal aku kan pingin banget lihat mukanya si Kane yang keren abiss itu….(itu lho, si botak pemimpin Brotherhood of NOD, bahkan penampilannya lebih keren daripada Lex Luthor!) Tapi tak masalah bagiku. Aku pun mencoba mencari potongan filmnya di situs video favorit semua orang, apalagi kalau bukan “kamu pipa” alias You Tube. Ternyata banyak orang yang mosting lho! Hehehe…jadi tinggal download via you tube downloader deh…..(kalau mau software ini, silahkan klik pada attachment yang tersedia di bawah ini artikel ini).

Dan sesampainya di rumah, aku mainin deh tu Tiberian Sun, game kedua dari seri Command & Conquer. Ternyata lebih asyik dari seri pertama. Permainannya lebih sederhana. Jadi inget dulu pas lagi suka main Red Alert. Jadi penasaran bagaimana game sekuel yang ketiga, Tiberium Wars. Tapi komputer di rumah gak mampu memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan, sama seperti saat aku tak memenuhi semua persyaratan masuk secaba dulu….hiks….sedih euy….Andai ada yang mau memberikan BLT (Bantuan Laptop Tigadimensi) agar aku bisa memainkan Tiberium Wars dan juga Red Alert 3…. (mimpi kali yee….).

Berita gembiranya, serial Tiberian Sun dalam CD yang aku beli sudah termasuk expansion pack-nya. Kalau mau main pun mudah sekali aksesnya. Gak seperti waktu main Red Alert 2 bertahun-tahun yang lalu (suka banget ya pake istilah hiperbola “bertahun-tahun yang lalu”, kayak sudah tua aja…), waktu aku kesulitan untuk dapat mengakses expansion pack-nya, Yuri’s Revenge, gara-gara gak ngerti cara nginstallnya. Baru tiga tahun kemudian game itu bisa dimainkan pas kakak ipar coba-coba menginstall.

Sebenarnya perburuanku akan game-game strategi atau RTS (real-time strategy) sudah dimulai bertahun-tahun yang lalu (tuh kan, make kata-kata ini lagi!) saat tukang servis komputer memasukkan game “Command & Conquer: Red Alert 2” ke dalam komputer. Penasaran sama game ini, akhirnya aku pun main. Ternyata gamenya asik punya. Itulah pertama kali aku mengenal game strategi perang. Semenjak itu, aku sering berkelana dari satu toko game komputer ke toko game komputer lainnya (nggak jarang juga mampir dulu ke toko buku). Satu-persatu game strategi sudah pernah aku coba. Beruntung saat itu aku memiliki seorang teman yang maniak game (julukannya Master of Game), yang juga tertarik game strategi perang. Kami sering bertukar game (bukan pasangan lho…) yang kami punya. Aku meminjamkan Red Alert 2, sedangkan dia meminjamkan Ice Wind Dale (lho? Itu kan game RPG?), eh…bukan deh, dia meminjamkan Real War: Rogue State. Sudah banyak game strategi perang yang pernah kumainkan, di antaranya yaitu C&C: Tiberian Dwan, C&C: Red Alert 2, C&C: Generals, Yuri’s Revenge, Real War, Real War: Rogue States, Age of Empires 2: Age of Kings, Rise of Nation, Settler 2, Settler 3, Empire Earth, Warcraft 3: Reign of Chaos, dan lain sebagainya. Dari semua game strategi perang yang pernah kumainkan, menurutku Red Alert 2 dan Age of Empires 2 adalah yang terbaik. Sedangkan yang terburuk adalah Empire Earth (menurut kalian bagaimana?).

Ya….begitulah! Dengan keberhasilanku menemukan dan memainkan Tiberian Sun, rasanya perburuan game RTS-nya sudah selesai. Dengan begini aku bisa tenang (kayak orang mau mati saja) meninggalkan dunia game RTS karena sudah pernah melihat dan memainkan Tiberian Sun, game yang paling aku cari seumur hidupku. Hiks…. terharu rasanya, entah kenapa aku merasa sangat bahagia, apakah ini pencapaian terbesar dalam hidupku? (alaaaaa…..cukup dramatisasinya, wong cuma gitu aja mewek….). Sebenarnya sih, masih ada satu lagi game Strategi yang aku penasaran untuk memainkannya, yaitu Starcraft. Tapi biarlah, toh sekarang aku mengerti, kalau jodoh pasti takkan lari kemana alias pasti akan kudapatkan juga……Tapi kalau gak jodoh, itu berarti…..

Dari dulu beginilah cinta….

Deritanya tiada akhir…..

Lho, kok jadi mengutip puisinya Jenderal Tian Feng alias Cut Pat Kay? Emangnya Cut Tari, Cut Nyak Dien dan Cut Mini Theo kamana atu kang?

Oh ya, cerita ini bersambung ke bagian ulasan alias review. Klik di sini untuk meneruskan.