Beranda » opini » Ketika Jembatan Penyeberangan Tak Lagi Menjadi Pilihan

Ketika Jembatan Penyeberangan Tak Lagi Menjadi Pilihan

14

Ketika Jembatan Penyeberangan Tak Lagi Menjadi Pilihan Jembatan Penyeberangan adalah fasilitas umum yang diperuntukkan bagi pejalan kaki agar dapat menyeberang ke seberang jalan. Tentu jembatan penyeberangan sangat berguna karena dapat mengurangi kemacetan dan juga kecelakaan yang diakibatkan pejalan kaki menyeberang jalan. Khususnya di ibukota Jakarta, keberadaan jembatan penyeberangan menjadi objek vital bagi kelancaran transportasi. Padatnya jalan raya dengan berbagai macam kendaraan yang lalu lalang dengan kecepatan penuh membuat akan sulit bagi pejalan kaki untuk menyeberang. Nah, disinilah jembatan penyeberangan menjadi sangat membantu. Namun, ternyata jembatan penyeberangan belum sepenuhnya menjadi pilihan bagi para pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Masih banyak pejalan kaki di ibukota yang lebih memilih menyeberang jalan tanpa menggunakan jembatan penyeberangan. Mereka lebih memilih berhadapan langsung dengan kendaraan-kendaraan yang melaju di jalanan. Alasan mereka untuk tidak menyeberang melalui jembatan penyeberangan cukup masuk akal. Mereka beralasan kalau meyeberang melalui jembatan penyeberangan lebih melelahkan dan juga memakan waktu yang lama. Kebanyakan mereka malas atau terlalu lelah untuk menaiki tangga demi tangga yang ada pada jembatan penyeberangan. Memang kebanyakan jembatan penyeberangan memiliki banyak tangga dikarenakan tingginya dari jembatan tersebut. Bahkan untuk jembatan penyeberangan halte Busway, ada yang memiliki panjang yang lumayan melelahkan. Selain itu, keadaan jembatan penyeberangan yang tampak kotor, penuh sampah, jalan yang berlubang, banyak pedagang dan pengemis menjadikan pejalan kaki enggan melewatinya. Tapi, tahukah Anda bahwa menyeberangi jalan melewati jembatan penyeberangan memiliki banyak kebaikan? Mari kita urai satu persatu. Pertama, tentu saja mengurangi kemacetan lalu lintas. Jakarta sudah cukup macet oleh banyaknya kendaraan bermotor. Akan semakin parah macetnya bila kendaraan-kendaraan harus berhenti untuk penyeberang jalan. Kedua, Anda lebih sehat karena banyak berjalan menaiki tangga jembatan penyeberangan. Lebihnya sih mungkin sedikit, tapi bukankah lebih baik? Ketiga, mempercepat Anda. Bayangkan bila Anda harus menunggu cukup lama agar jalanan menjadi sepi. Dan terakhir, yang keempat, menyelamatkan nyawa Anda. Saya serius dengan alasan terakhir ini. Saya mendapatkan alasan ini sedang menunggu bus di halte Universitas Negeri Jakarta tanggal 26 Februari lalu. Dari seberang jalan, saya melihat banyak orang yang menyeberang jalan tidak melalui jembatan penyeberangan, padahal jelas sekali di sana ada jembatan penyeberangan halte busway. Tak jarang para penyeberang itu berkelompok saat menyeberangi jalan. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa yang akan menuju ke UNJ. Saya heran, kenapa para mahasiswa yang katanya terpelajar itu lebih memilih menyeberang secara langsung di jalan. Seharusnya mereka dapat memberi contoh kepada yang lain agar selalu menggunakan jembatan penyeberangan untuk menyeberang jalan, kecuali tak ada jembatan penyeberangan tentunya. Karena tak sabar menunggu bus yang menuju ke Lebak Bulus, saya pun berniat mencoba rute baru busway TransJakarta. Saya segera naik jembatan penyeberangan menuju halte busway. Saat itu saya melihat sekelompok ibu-ibu berada di dekat halte busway dan berniat menyeberang ke arah UNJ. Saat tengah mengambil uang untuk membeli tiket busway, saya dikejutkan oleh suara benda jatuh yang sangat keras diikuti suara jeritan yang juga keras tepat di samping saya. Saya langsung menoleh. Rupanya seseorang dari kelompok ibu-ibu yang akan menyeberang tadi tengah terjatuh di tepi jalan dan seorang pengendara motor tengah bangkit dari tengah jalan. Tampak sepeda motor pengendara tersebut tergeletak di tengah jalan. Rupanya pengendara motor tersebut tak dapat mengendalikan motornya saat si Ibu tersebut baru mulai menyeberang jalan. Tampaknya pengendara tersebut terkejut dengan langkah si ibu yang menyeberang secara tiba-tiba. Pengendara tersebut pun menyerempet si Ibu dan kemudian terjatuh di tengah jalan. Sandal si ibu bahkan terlempar cukup jauh. Ibu-ibu yang lain segera saja menolong si ibu yang mengalami kecelakaan tersebut sementara pengendara motor tersebut mencoba mendirikan sepeda motor. Dengan kesal si pengendara motor memaki si ibu. Sepeda motor itu terlihat mengalami kerusakan yang parah. Sepertinya sepeda motor itu jatuh dengan cukup keras mengingat aspal jalan terkelupas dengan kasar. Untuk beberapa lama terjadi kemacetan. Pengendara sepeda motor itu berhasil mendirikan sepeda motornya dan setelah memastikan keadaan dirinya dan sepeda motornya, dia segera saja meluncur pergi. Sementara itu si ibu segera mendapat pertolongan dari warga. Untunglah si ibu dan pengendara tersebut tidak mendapat luka yang serius. Untung pula saat kecelakaan tidak ada kendaraan yang melaju cepat di belakang pengendara tersebut. Benar-benar sebuah kejadian yang menegangkan. Peristiwa tadi harusnya menjadi pelajaran bagi kita untuk menaati peraturan yang berlaku. Menyeberang melalui jembatan penyeberangan termasuk di dalamnya. Marilah kita jaga keselamatan di jalan dengan menyeberang melalui jembatan penyeberangan. Biarlah kita sedikit lelah menaiki tangga jembatan, daripada kita mengalami kecelakaan nantinya. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Mulai sekarang, marilah kita hidup berdisiplin. Pemerintah telah membangun jembatan penyeberangan demi kepentingan kita. Maka, sudah seharusnya kita mendukung pemerintah dengan menyeberang menggunakan jembatan penyeberangan. Masa kalah sama sapi dan kebo? (ingat tragedi Idul Qurban tahun kemarin?).Pemerintah pun harus mendukung usaha kita dengan membenahi jembatan sehingga menjadi baik dan aman. Mari bersama sukseskan gerakan disiplin nasional. Kita pasti bisa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s