Beranda » kisahku » Perjalanan ke Kelud (bag.3)

Perjalanan ke Kelud (bag.3)

santai1

Bagian 3

Ternyata usaha Huda berhasil. Dia berhasil menaiki tanjakan tersebut! Dari atas sana, dia melambaikan tangannya. Nurul lalu tergerak untuk mencoba. Dia memacu motornya dan bergerak ke menyusul Huda. Aku dan Ria cemas menanti apakah Nurul dapat mengikuti jejak Huda. Dan Nurul pun berhasil! Aku pun mengajak Ria untuk segera menyusul mereka dengan berjalan kaki. Jalan menanjak itu mungkin sulit dilewati motor, namun pastinya mudah bila berjalan kaki. Saat itu Huda turun kembali dari ujung tanjakan untuk menjemput Ria sementara aku masih terus berjalan. Aku menaiki tanjakan itu dengan susah payah. Maklum, sudah lama aku tak naik gunung. Sebuah mobil melewatiku dan dari jendela mobil itu tampak seorang ibu memberikan semangat padaku. Aku pun tergerak untuk terus naik. Huda dan Ria mulai menyusulku. Iseng aku menengok ke bawah. Tampak seorang bapak dan ibu bersepeda motor ikut mencoba menaiki tanjakan itu. Mereka saling bercanda dan bergurau saat menaiki tanjakan. Tanpa diduga, tiba-tiba bapak itu tak bisa mengendalikan motornya dan dengan cepat keduanya jatuh ke dalam selokan yang ada di tepi tanjakan. Motor itu kemudian menindih mereka berdua di dalam selokan. Aku terkejut. Secara reflek aku membuang helm yang aku bawa dan berlari ke bawah untuk menolong bapak dan ibu tersebut. Aku lupa kalau aku tengah berada di tanjakan sehingga aku kesulitan menghentikan langkahku. Segera aku tarik motor bapak itu dengan susah payah sementara ibu itu merintih kesakitan karena kepalanya terbentur selokan. Beberapa pengendara yang melintas pun berhenti dan ikut membantu. Setelah berhasil mengeluarkan motor dan kedua orang tersebut dari selokan dan memastikan bahwa kedua orang tersebut selamat, aku segera kembali menaiki jalan itu. Aku mencari helm yang tadi kubuang begitu saja. Untunglah helm pemberian kakekku itu bersangkut di dalam selokan, karena kalau sampai terjatuh dan menggelinding ke bawah, aku bakalan lelah sekali untuk mengambilnya. Huda, Nurul, dan Ria yang menunggu di atas dan melihat kecelakaan itu langsung bertanya mengenai keselamatan bapak dan ibu pengendara motor itu. Dan setelah aku menjawab bahwa keduanya baik-baik saja, kami pun melanjutkan perjalanan. Ternyata, menurut Huda dan Nurul, jalan menanjak itu tak terlalu sulit. Kalau terlihat dari bawah memang mengerikan, namun ternyata hampir sama dengan tanjakan yang sudah dilewati tadi.

Di balik bukit itu kini jalannya berbalik menurun drastis. Tanpa kami sadari, sebuah mobil berhenti di tengah jalan. Untung kami dapat menghentikan laju motor dan menghindari mobil tersebut. Dan setelah beberapa tanjakan dan turunan, sampailah kami di objek wisata gunung Kelud.

Ternyata begitu banyak orang yang datang berwisata ke gunung Kelud hari itu (ya iyalah! secara hari Minggu gitu lho…). Tampak banyak sekali sepeda motor dan mobil berjejer di area parkir. Di samping kiri tempat parkir tampak warung-warung kecil penjual makanan sementara di samping kanan wahana flying fox. Kami pun ikut memarkir motor dan selanjutnya, ada tempat wisata yang harus kami datangi…..

Bersambung ke bagian 4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s