Beranda » kisahku » Perjalanan ke Kelud (bag.2)

Perjalanan ke Kelud (bag.2)

kawah

Aku melirik ke Huda. Aku tak yakin Huda membawa uang cukup, mengingat dia hanyalah seorang petani serabutan. Tak dinyana, Hudalah yang kemudian membayar semua tiket masuknya (yang kalau dijumlahkan semuanya mencapai 24.000 rupiah). Syukurlah, perjalanan ini nggak jadi batal. Untung Huda membawa uang lebih. Aku berterima kasih padanya dan mengatakan kalau akan menggantinya nanti. Tapi Huda menolaknya dengan halus. Ya udah, mau bagaimana lagi. Jadi perjalanan kali ini Hudalah yang mentraktir, setelah dalam perjalanan sebelumnya Andri yang mentraktir.

Ternyata jarak pintu gerbang kawasan wisata gunung Kelud dengan puncak wisata Kelud itu masih sangat jauh. Masih harus melewati jalan pegunungan yang menanjak dan menurun dengan bukit, pepohonan, dan jurang di kanan-kirinya. Tanjakannya cukup tinggi, sehingga gear motor hampir selalu konstan di angka dua. Shougun biruku yang telah memiliki tahun penyusutan enam tahun pun ketar-ketir dibuatnya. Kami tak sendiri menyusuri jalanan yang sudah beraspal itu. Riders beberapa klub motor dengan gilanya melintasi kami dan bahkan hampir menabrak kami.

Dalam perjalanan, sepeda motor Nurul yang terkenal borosnya mulai kehabisan bensin. Untung masih ada penjual bensin di atas gunung seperti itu. Setelah berhenti menunggu Nurul mengisi bensin, kulihat sebuah batu di tengah jalan yang menanjak. Menyadari bahaya tersebut, aku segera menyuruh Huda menghentikan motor. Aku langsung turun dan membuang batu sebesar kepalan tangan itu jauh-jauh. Namun motorku tak mau kompromi. Di tengah jalan yang menanjak itu Huda terpaksa menarik gas dan meninggalkanku di jalan. Aku pun terengah-engah mengejarnya hingga sampai di jalan yang cukup landai untuk Huda berhenti.

Namun jalan menanjak yang sulit tadi masih lumayan dibandingkan dengan jalan menanjak yang kami temui di wilayah terbuka dimana begitu banyak pengendara motor yang berkumpul di awal jalan itu. Ya, jalannya sangat menanjak dan menjulang ke atas dengan perkiraan bersudut tujuh puluh derajat. Ditambah lagi, jalan di atas sana berbelok menukik dan hilang di balik bukit. Kami pun berhenti melihat betapa susahnya medan yang akan kami tempuh tersebut. Raut wajah kami seketika berubah sama seperti wajah orang-orang yang berkumpul di situ. Wajah penuh tanya dengan keraguan sanggupkah sepeda motor kami dengan melewati jalan mendaki lagi sukar tersebut? Sedangkan di tanjakan sebelumnya motor kami sudah ketar-ketir?

Kulihat beberapa pengendara yang mencoba melewati jalan itu. Rata-rata yang berhasil melewati jalan itu adalah pengendara dengan sepeda motor yang ”bagus”. Sementara beberapa pengendara memilih berhenti sambil terus berpikir kemungkinan keberhasilan melewati jalan itu. Lha wong tingginya seperti itu, bagaimana kalau di tengah jalan motor tiba-tiba berhenti karena tak sanggup menahan beban ketinggian? Kan bisa jatuh bebas dan mengundang maut?

(PERHATIAN! Bila Anda memutuskan pergi ke gunung Kelud dengan bersepeda motor, pastikan sepeda motor Anda dalam kondisi baik dan siap untuk jalan menanjak)

Lama tak bisa memutuskan, kami pun terdiam. Aku sudah mulai menyerah dan berpikir untuk pulang. Nurul dan Ria sepertinya sependapat denganku sedangkan Huda hanya diam yang membuatku tak bisa menebak apakah dia sependapat denganku. Aku pun mengajak Huda untuk kembali pulang. Saat itulah Huda tersenyum misterius dan berkata, ”Tak ada salahnya mencoba….” Dan Huda lalu memacu gas motor dan bergerak ke depan, meninggalkanku yang masih berdiri terpaku. ”HUDA!!!” teriakku keras. Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada Huda. Dia terus memacu Shogun biruku menaiki jalan itu. Aku pun hanya bisa memandanginya dari jauh dan berharap dia baik-baik saja……

Bersambung ke bagian 3


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s