You are currently browsing the category archive for the ‘Uncategorized’ category.
Foto perpisahan dengan Mas Adi (nomor dua dari kiri/di sampingku)
Awal bulan lalu adalah awal bulan yang cukup sedih. Aku mesti berpisah dengan dua pegawai di kantor PLN area Bontang, pejabat SDM Mas Debby dan driver Mas Adi. Mas Debby dipindahtugaskan ke PLN Wilayah Kalimantan Timur di Balikpapan sementara Mas Adi mengundurkan diri untuk mencoba peruntungan lain di kota Samarinda. Kedua orang ini adalah pegawai yang baik yang disukai oleh rekan-rekan lainnya. Tak ayal bila kemudian perpisahan dengan mereka berdua bisa begitu emosional. Tapi setiap pertemuan memang selalu berakhir dengan perpisahan…
Pada tulisanku kali ini aku akan sedikit bercerita tentang Mas Adi, driver PLN. Aku sedang asyik mengetik di komputerku saat Mas Adi datang mengucapkan perpisahan pada rekan-rekan lainnya. Aku sendiri terkejut saat mendengar Mas Adi mengundurkan diri dan akan pindah ke Samarinda. Rasanya begitu sedih harus berpisah dengan Mas Adi yang sudah begitu baik padaku. Aku ingat waktu itu aku pernah merasa sakit, tidak enak badan, panas dan pusing. Kebetulan Mas Adi lewat di depanku dan aku iseng bertanya mengenai obat yang tepat untuk sakitku. Mas Adi menyarankan sebuah nama obat untuk kubeli di apotek. Tak lama kemudian dia kembali datang ke mejaku untuk memberikan dua tablet obat yang dimaksud, yang ternyata dia masih memilikinya. Aku berterima kasih padanya dan langsung meminumnya. Obat tersebut memang manjur karena tak lama setelah aku meminumnya, kondisi kesehatanku mulai membaik.
Hubunganku dengan Mas Adi bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan hubunganku dengan Mas Debby, namun bukan berarti hubunganku dengan Mas Debby tidak baik. Sebagai petugas bank yang numpang ngantor di PLN, posisiku tidak terlalu bagus sehingga acapkali mendapat pergantian tempat dikarenakan kebutuhan PLN. Aku pun sempat ditempatkan di satu ruangan bersama pegawai Naga Mas, perusahaan outsourcing dimana Mas Adi bekerja. Selain Naga Mas, di dalam ruangan itu juga terdapat koperasi PLN dan cleaning service. Bila sedang tidak nyetir, Mas Adi biasanya nongkrong di ruangan itu bersama teman-teman lainnya, termasuk dengan Mas Susilo, driver yang super kocak. Karena itulah kami pun sering ngobrol dan bercanda bersama sehingga menjadi akrab. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama ketika kemudian tempatku kembali dipindah dikarenaka ruangan tersebut akan digunakan menjadi ruangan asisten manajer pelayanan, Bapak Purwoko. Sebelumnya ruangan Pak Purwoko berada di lantai atas, namun sejak penyakit yang dideritanya menjadi parah, PLN memutuskan memindahkannya di lantai bawah demi alasan kesehatan. Para pegawai yang sebelumnya berada di ruangan itu pun posisinya menjadi terpecah. Aku dan pegawai koperasi PLN dipindahkan kembali di ruangan bagian Keuangan, sementara Naga Mas dipindahkan ke lantai atas. Sejak saat itu aku dan Mas Adi sudah jarang mengobrol. Paling-paling kalau ketemu saja kami saling menyapa singkat. Di luar kantor sendiri kami sempat beberapa kali tidak sengaja bertemu saat aku sedang berjalan-jalan cari makan.
Aku mungkin tidak terlalu mengenal Mas Adi, tapi aku tahu dan yakin betul bahwa dia orang yang baik. Karena itulah saat hari itu Mas Adi datang untuk berpamitan, entah kenapa rasanya begitu sedih. Tidak hanya diriku, tapi semua pegawai yang pernah mengenal Mas Adi pastilah mengakui kebaikan Mas Adi. Bu Cucu, asisten manajer keuangan sampai menangis tatkala Mas Adi berpamitan pada beliau. Aku yang melihatnya jadi ikut sedih. Ingin ikut menangis tapi tidak bisa, hanya saja dadaku sesak hingga beberapa kali terbatuk. Aku tak menyangka bila Mas Adi akan mengundurkan diri, membuatku harus menemui kembali sebuah perpisahan setelah sebelumnya di tahun lalu berpisah dengan Mbak Ratna, pegawai koperasi yang mengundurkan diri karena harus merawat putranya. Aku tak mau berprasangka buruk, kupikir Mas Adi pastilah punya alasan terbaik kenapa dia memilih resign dan memutuskan mencari pekerjaan lain di Samarinda. Apapun alasannya, aku selalu berharap yang terbaik untuknya. Pertemuan terakhirku dengan Mas Adi adalah malam itu, saat aku datang ke kantor untuk sekedar menghabiskan waktu. Aku menghampirinya yang sedang duduk-duduk di pos satpam. Kujabat tangannya dan entah kenapa aku hanya bisa mengucapkan, “Sampai Jumpa.”
Perpisahan memang berat, tapi itu adalah kenyataan yang harus diterima. Selama bekerja di kantor PLN ini sendiri aku telah bertemu dengan empat perpisahan. Perpisahan pertama di awal-awal masa kerjaku yaitu dengan Mas Erdi, supervisor akuntansi yang begitu vocal mengkritisi kinerja perusahaanku; perpisahan kedua dengan Mbak Ratna, manajer koperasi PLN yang ternyata bertetangga denganku; perpisahan ketiga dengan Mas Adi, driver PLN yang sudah kuceritakan di atas; dan perpisahan keempat atau yang terakhir untuk saat ini yaitu dengan Mas Debby, pegawai personalia PLN yang begitu polos dan baik hati. Keempat-empatnya adalah orang baik yang telah meninggalkan kenangan-kenangan indah selama bekerja di PLN area Bontang. Itulah kenapa perpisahan dengan mereka semua bisa begitu emosional dan tidak bisa dipercaya. Well, orang baik memang akan selalu dikenang dan perpisahan dengan mereka akan selalu diingat. Akan selalu ada kesedihan tatkala kita berpisah dengan mereka, dan kita seakan tidak rela saat menyadari hal itu. Kita tidak rela berpisah dengan mereka, kita akan berusaha menahan mereka agar tetap bersama kita, itulah yang dirindukan dari orang-orang berhati baik. Akan selalu ada air mata karena selalu ada kenangan yang telah tercipta. Tapi satu hal yang harus selalu diingat adalah kebaikan mereka, kebaikan mereka untuk dikenang dan diteladani… karena orang yang kita sayangi, akan hidup selamanya di hati kita…
Hmm… setelah melihat perpisahan yang mengharu biru dengan orang-orang tersebut, aku jadi berpikir dan bertanya…. Apakah kepergianku kelak akan ditangisi? Akankah mereka merindukanku? Apakah mereka akan berat melepasku? Entahlah, kupikir aku terlalu jauh dari itu….
Aku berjalan pelan menuju mushola…
Kudapati Mas Debby tengah duduk di ambang pintunya sembari melihat suatu tempat…
Saat aku menghampirinya, dia berkata…
“Mas Lukman, lihatlah burung-burung itu,”
Dengan gerakan kepalanya Mas Debby menunjuk satu arah…
Aku menoleh dan melihat ke tanah yang ditunjuknya,
Beberapa ekor burung tampak berebut minum air yang ada di kubangan…
“Mereka minum dengan senangnya, baru kali ini aku melihat pemandangan indah seperti ini…
Tadi mereka sempat pergi karena ada mobil yang datang, tapi kini mereka kembali lagi untuk minum. Pemandangan yang indah bukan?”
Aku hanya tersenyum mendengarnya. Ya, pemandangan yang indah…
Astronomer Michael H. Hart membuat daftar seratus tokoh paling berpengaruh di dunia dan secara mengejutkan Hart memasukkan Nabi Muhammad dalam urutan pertama. Apa yang menjadi landasan berpikir Hart? Inilah penjelasan Hart, dikutip dari buku ”Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” karangannya …
Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.
Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.
Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.
Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.
Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.
Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.
Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.
Tapi, penaklukan besar-besaran –di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab– itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.
Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.
Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.
Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.
Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia “pencatat” Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.
Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.
Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan
Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 – 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.
Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.
Diambil dari:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat
Aku merasa sangat beruntung. Masa laluku yang hitam sudah kutinggalkan. Seburuk apa pun masa laluku itu, aku jadi tahu bahwa hidupku sepenuhnya terserah padaku. Dulu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa bila aku bisa keluar hidup-hidup dari situasi yang menimpaku, aku harus berhasil melakukan sesuatu. Aku harus menjadi yang terbaik sesuai kemampuanku. Begitulah aku hari ini. Aku memastikan bahwa masa laluku sudah kulepaskan, dengan menerima fakta bahwa bagian dari kehidupan itu hanyalah sebagian kecil saja dari seluruh kehidupanku. Aku sadar bahwa lubang hitam itu ada disana, senantiasa menunggu untuk menghisap aku dan mengendalikan nasibku selamanya, tetapi itu kalau aku membiarkannya. Aku melakukan kendali positif atas hidupku.
Kemarin malam aku kembali dipanggil untuk bermain futsal. Seperti biasanya, aku berada di posisi kiper. Sudah lama aku tidak bermain futsal sehingga aku cukup kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan permainan. Pertandingan ini adalah pertandingan persahabatan untuk mencari formasi timnas Ningrat yang didominasi oleh pemain-pemain baru sebelum terjun ke turnamen.
Sudah lama aku tak bermain futsal sehingga aku takkan menyia-nyiakan kesempatanku untuk menjadi seorang kiper. Aku akan berusaha sekuat tenaga agar kemampuanku bisa terlihat.
Pada awal-awal permainan tim kami berhasil memimpin dua angka. Namun setelah itu, kami terus-menerus dibombardir oleh aksi trio ”Setan”, Didu, Rafid, dan Alif. Kerjasama ketiga pemain ini sangat baik sehingga memaksa tim kami berjuang lebih keras. Pada akhirnya gawangku kebobolan banyak gol akibat kerjasama yang kurang baik dari pemain timku. Meskipun begitu aku telah menunjukkan semangat juang tinggi yang membuat pemain lawan salut pada permainanku. Ya, seolah-olah permainan tim menjadi permainanku sendiri karena akulah yang berkali-kali berusaha mencegah trio ”Setan” untuk membobol gawangku. Bagaimanapun futsal adalah permainan tim, maka percuma saja bila hanya aku sendiri yang berjuang mati-matian. Permainanku sudah baik, sayang kerjasama tim kurang begitu baik. Sebenarnya begitu banyak peluang yang didapatkan oleh tim kami, namun tampaknya dewi fortuna belum berpihak pada kami sehingga beberapa kali tendangan yang menjadi peluang emas kami melenceng dari gawang. Ditambah lagi kiper tim lawan yang dipegang oleh Dani cukup tangguh untuk menahan berbagai gempuran dari tim kami. Aku sendiri mengakui kalau permainan Dani sebagai kiper lawan lebih bagus dari permainanku. Aku terkadang kesal saat bola-bola yang mestinya bisa kujinakkan justru gagal aku pertahankan sehingga gawangku dengan mudahnya kebobolan oleh tendangan maut Pak Alif. Bagaimanapun permainanku masih jauh dari sempura, karena itulah aku harus banyak berlatih.
Pak Alif adalah seorang pemain futsal yang hebat. Tendangannya begitu mematikan sehingga tak jarang tubuhku menjadi memar karena berusaha menangkap bola yang ditendangnya. Bahkan aku berpikir kalau Pak Alif sengaja menghajarku dengan tendangan-tendangannya yang begitu keras. Tercatat mata kiriku membiru karena tendangan mautnya. Malam itu benar-benar menjadi malam perjuangan untukku. Pak Dudi yang sedang mencari formasi tim mengatakan kalau itu semua adalah latihan agar aku bisa menjadi kiper yang hebat. Kalau dipikir memang benar. Berkali-kali aku terjatuh dan berjibaku dengan bola dengan aksi-aksi yang menawan yang membuatnya mengacungkan dua jempol padaku.
Setelah pertandingan selesai, Pak Didu mengatakan kalau tim Ningrat sedang mencari formasi untuk mengikuti turnamen. Beliau memuji permainanku dan memasukkanku dalam kandidat kiper timnas bersama dengan Dani. Katanya permainanku sudah bagus, hanya saja masih butuh banyak latihan dan pengalaman bertanding. Aku cukup senang dengan keputusannya karena selama ini aku selalu menjadi kiper pengganti yang diremehkan. Dengan terpilihnya aku menjadi kandidat kiper timnas Ningrat, kemampuanku pasti akan terlihat dan juga akan diakui oleh orang-orang. Untuk itu aku akan berusaha keras mengalahkan Dani dalam perebutan posisi kiper utama timnas Ningrat. Aku pasti akan terpilih menjadi kiper utama timnas dan membawa kemenangan dalam turnamen nanti!
Terima kasih tim Ningrat. Padahal, dosaku cukup banyak pada kalian, tetapi kalian masih mau menerimaku, bahkan memilihku sebagai kandidat kiper utama. Maafkan aku karena telah membuat banyak sekali kesalahan pada kalian. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membawa nama baik tim Ningrat, bersama-sama dengan wajah-wajah baru sebagai rekanku. Karena aku ingin menjadi seperti Oliver Kahn idolaku, karena aku adalah Labid sang Singa!
Entah mengapa aku jadi teringat petualanganku di dunia game. Apakah ini ada hubungannya dengan niatku untuk segera mengakhiri semua petualangan di dunia game dan memulai hidup baru di pedalaman sana? Entahlah, aku tak begitu tahu. Meski begitu, kali ini aku akan menuliskan lima game yang paling berpengaruh dalam hidupku.
Sebenarnya ada banyak judul game yang pernah aku mainkan, tetapi sepertinya sampai saat ini hanya lima judul game yang aku rasa sangat berpengaruh dalam perkembangan diriku. Uniknya, kelima game ini rilis untuk platform mesin yang berbeda satu sama lain. So, kita mulai hitungan mundurnya…
5
Harvest Moon
Developer: Pack in Video
Publisher: Natsume
Genre: Simulation RPG
Platform: Super Nintendo Entertainment System
Aku duduk di bangku SMP saat Harvest Moon sedang booming di Indonesia khususnya kalangan gamer PlayStation (PS) yang lagi tenar kala itu. Game Harvest Moon: Back to Nature (BTN) dibicarakan oleh banyak gamer PS di rental-rental PS terdekat sehingga membuatku penasaran dengan game yang berkisah tentang pertanian ini. Sayangnya, aku tak pernah memainkan game ini pada saat itu karena memainkan game Harvest Moon membutuhkan waktu yang panjang mengingat game ini bergenre RPG Simulasi sementara kala itu aku hanya bisa memainkan PS di rental-rental PS terdekat. Apalagi game ini membutuhkan memory card yang mana aku tak memilikinya. Itupun sebelum ibuku melarangku pergi ke rental PS setelah nilaiku anjlok akibat sering main ke rental PS. Jadinya aku hanya bisa iri saat teman sekelasku asyik membicarakannya kala istirahat jam pelajaran. Saat itu game ini memang jadi bahan pembicaraan d kelasku.
Beberapa tahun kemudian tepatnya saat aku duduk di semester kedua bangku kuliah, aku menemukan game ini. Bedanya game Harvest Moon yang aku temukan bukanlah game Harvest Moon: Back to Nature untuk PS, melainkan game Harvest Moon pertama dengan tajuk Harvest Moon yang rilis untuk mesin Super Nintendo (SNES). Itupun aku menemukannya dalam bentuk ROM sehingga aku memainkannya menggunakan emulator. Gambarnya lebih sederhana dibandingkan dengan BTN namun gameplay-nya tak kalah asyik dengan BTN. Inilah game yang menjadi cikal bakal serial game Harvest Moon yang terkenal itu.
Game ini membangkitkan impianku saat masih SMP dulu. Saat itu aku bercita-cita memiliki perkebunan tomat dan dari kebun tomat itu aku membuka sebuah pabrik saus tomat. Harvest Moon telah membawaku pada cita-cita itu karena dalam game ini aku bisa memiliki kebun dan aku menanaminya dengan tomat. Game ini semakin mempengaruhi cita-citaku untuk menjadi petani tomat, apalagi setelah aku memainkan BTN.


Game ini aku mainkan bersama dengan kedua saudara kandungku yaitu kakak dan adikku saat di saat liburan. Inilah game pertama yang berhasil menyatukan kami bertiga yang memiliki selera game berbeda. Kami bertiga memainkan game ini di komputer yang sama. Awalnya hanya aku dan adikku saja yang memainkannya, namun kakakku akhirnya ikut memainkannya sebagai pelepas bosan menunggu bulan kelahiran putrinya. Karena save memory file dalam game ini hanya dua, aku pun terpaksa menggandakan ROM game ini sehingga kakakku bisa memainkannya. Bersama-sama kami mendiskusikan game ini dan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menamatkan game ini. Itu adalah kenangan yang sangat indah karena kami bertiga berkumpul bersama setelah sebelumnya terpisah karena kesibukan masing-masing. Keceriaan saat memainkan game ini telah sangat memberikan pengaruh dalam hidupku, karena ini adalah game terakhir yang aku mainkan bersama mereka sekaligus menjadi game terakhir sebelum aku mengambil keputusan bodoh yang sangat kusesali hingga kini itu.
4
The Legend of Zelda: Ocarina of Time
Developer: Nintendo EAD
Publisher: Nintendo
Genre: Action RPG
Platform: Nintendo 64
Aku mengenal Zelda saat duduk di bangku SMP. Saat itu GamerTV yang ditayangkan di MetroTV pada hari Minggu tengah menayangkan ulasan game Zelda, aku lupa serinya tetapi mungkin Ocarina of Time atau Majora Mask. Saat itu aku berpikir apa menariknya memainkan game action dengan karakter seorang anak laki-laki berpakaian serba hijau layaknya Peterpan? Apalagi dalam tayangan itu dikatakan game tersebut adalah game terbaik.
Saat aku kuliah aku mengenal game ini lebih dekat. Saat itu yang aku kenal adalah seri pertamanya yang rilis untuk mesin NES yaitu The Legend of Zelda dan seri ketiganya yang rilis untuk mesin SNES yaitu A Link to the Past. Kedua seri tersebut aku temukan via emulator. Tapi berhubung dari awal aku malas memainkan game dengan tokoh berpakaian seperti peterpan tersebut, maka aku tak memedulikannya walaupun pada akhirnya aku memainkan kedua game tersebut dan menilainya dengan “lumayan”.
Dan perjalananku dalam dunia game membawaku untuk menemukan Ocarina of Time, seri The Legend of Zelda pertama dalam format tiga dimensi yang diklaim sebagai game terbaik sepanjang masa serta game of the year tersebut. Aku pun segera penasaran mengapa game dengan genre yang tidak aku suka tersebut dinobatkan sebagai game terbaik. Aku pun mulai berburu ROM game ini yang ukurannya lumayan besar untuk ukuran pemakai jasa warnet sepertiku. Walaupun akhirnya aku berhasil mendapatkan ROM-nya, namun aku belum bisa memainkannya karena komputer yang aku pakai di rumah tidak memiliki spesifikasi yang sesuai. Karena termakan rasa penasaran, aku pun nekat curi-curi kesempatan untuk memainkannya di laptop tanteku. Dan langsung saja aku terpesona oleh “sihir” game ini. Game ini memang layak menjadi game terbaik sepanjang masa. Kualitas suara dan gambarnya bagus, gameplay-nya pun menawan. Semenjak itulah aku jadi menyukai game Zelda dan menjadi penggemarnya walaupun aku sedih karena tak bisa memainkan Twilight Princess.
Game ini telah membawa perubahan tersendiri padaku. Aku yang sudah seperti mayat hidup setelah masalah besar itu kembali bisa ceria dan tertawa lagi, walaupun itu hanya untuk sejenak. Zelda dan dunia fantasinya telah membawaku pergi dari semua masalah yang aku miliki. Zelda telah menumbuhkan semangatku kembali, semangat untuk memulai hidup baru dengan status yang baru seolah Triforce telah menumbuhkan kekuatan, keberanian, dan kebijaksanaan pada diriku.
3
Pokemon Blue Version
Developer: Game Freak
Publisher: Nintendo
Genre: RPG
Platform: Game Boy
Aku mengenal Pokemon kira-kira di tahun 2000. Saat itu aku mendapatkan kartu hologram bergambar Pokemon dari menukarkan tiket permainan Time Zone. Saat itu aku mengincar kartu bergambar Sandshrew yang lucu, namun aku justru mendapat kartu Slowpoke yang jelek. Namun saat itu aku belum tahu nama-nama mereka. Di saat yang hampir bersamaan, saudara sepupuku mengajakku untuk menyaksikan VCD Pokemon episode pertama sampai ketiga dengan dubbing Inggris dan subtitle Indonesia kemudian dilanjutkan dengan calon kakak iparku yang membawakan VCD Pokemon the First Movie. Dari situlah aku mulai mengenal Pokemon walaupun hanya sebatas anime, bukan game. Aku kemudian berusaha melupakan Pokemon saat mendengar rumor yang menyatakan Pokemon adaah iblis.
Aku baru mengetahui bahwa Pokemon awalnya adalah sebuah game saat membaca majalah Diva milik adik sepupuku di tahun yang sama. Saat itu aku membaca ulasan game Pokemon versi Gold dan Silver. Meskipun begitu aku belum memainkan game Pokemon dan tak tertarik untuk memainkannya. Aku baru memainkannya saat secara tak sengaja mendapatkan gamenya dari CD kompilasi game yang dibeli adik sepupuku. Game yang aku mainkan itu adalah Pokemon Gold Version, namun aku tak memainkannya sampai tamat karena aku terhenti akibat tak mengerti dengan penulisan bahasa translasi dari bahasa kanji yang nampaknya mengalami kegagalan. Aku ingat saat itu starter pertamaku adalah Cyndaquil.
Lama aku melupakan Pokemon hingga aku kembali mendapatkan game Pokemon sebagai bonus dari CD kompilasi game yang aku beli (saat itu aku membeli CD game Harvest Moon). Kali ini aku mendapatkan versi Pokemon Ruby, namun sama seperti versi Gold, aku tak memainkannya sampai tamat karena aku tertahan dalam satu titik ditambah file save yang hilang sehingga aku jadi malas memainkannya kembali.
Untuk ketigakalinya aku memainkan game Pokemon versi berbeda, yang kali ini adalah versi Blue, versi pertama dari game Pokemon. Awalnya aku memainkannya untuk mengisi waktu karena penyakitku kambuh. Bedanya, kali ini aku berhasil menamatkan versi ini dengan baik. Aku ingat party Pokemon yang aku pakai melawan Elite Four adalah Blastoise, Graveler, Dugtrio, Articuno, Moltres, dan Zapdos. Articuno sendiri menjadi Pokemon legenda pertama yang aku tangkap dan itu menggunakan master ball. Pokemon Blue benar-benar game yang sangat menarik dan menantang dengan konsep baru, menjadikanku seolah memiliki Pokemon.
Keberhasilanku menamatkan Pokemon Blue membuatku menjadi menyukai game Pokemon. Aku bahkan membuat sebuah weblog grup komunitas pencinta Pokemon di Indonesia yang beralamat di http://pokemonindonesia.multiply.com. Awalnya grup ini aku dirikan sekedar iseng, namun tak kusangka grup ini akan menjadi sebesar sekarang dengan jumlah anggota mencapai 140 orang. Pokemon pun menjadi penghibur dan pengisi hidupku yang sepi ini. Karena Pokemon aku bisa melupakan sejenak beban dari keputusan yang aku ambil dulu. Karena Pokemon aku bisa sedikit optimis menghadapi hariku. Dan karena Pokemon pula aku merasa tidak sendiri.
2
Command & Conquer: Red Alert 2
Developer: Westwood Studio
Publisher: Electronic Arts
Genre: Real Time Strategy
Platform: PC
Genre yang dihadirkan oleh Red Alert 2 atau biasa disingkat RA2 tidak pernah aku kenal sampai suatu ketika saat aku duduk di kelas satu SMA, seorang teknisi komputer yang memperbaiki komputerku menawarkannya secara gratis bersama dengan game Counter Strike untukku. Awalnya aku heran dengan tampilan game ini yang aneh saat pertama kali melihatnya, namun aku akhirnya mampu memainkannya dengan baik dan mulai mengenal dunia baru game bergenre Real Time Strategy (RTS) atau yang lebih sering kusebut sebagai game strategi.
Setelah memainkan game ini dan merasakan nikmatnya permainan genre RTS, aku mulai memburu berbagai macam game dengan genre ini. Game-game RTS seperti Real War dan Age of Empires 2 sudah pasti pernah aku mainkan. Saat itu aku benar-benar kecanduan game bergenre RTS bahkan hingga lulus SMA. Adikku yang melihatku begitu senang memainkan RA2 pun jadi penasaran dan ikut mencoba memainkannya. Tak butuh waktu lama untuknya menggemari game genre ini sama sepertiku. RA2 benar-benar membawa petualangan baru dalam perjalananku di dunia game saat itu.
Aku memainkan game ini berjam-jam untuk menuntaskan misi ataupun bermain skirmish mission. RA2 menjadi permainan yang tepat untuk mengisi waktu luang saat itu. Dan karakter-karakter seperti Conscript, Desolator, serta Chrono Leggionaire langsung menjadi favoritku. Anehnya, permainan ini tak mengganggu konsentrasi belajarku. Konsentrasiku pada saat belajar justru meningkat dan aku rasa itu karena aku memainkan game ini. Game ini seolah mengajarkanku untuk melatih konsentrasi karena memang dibutuhkan konsentrasi untuk memainkan game ini. Mungkin aku perlu berterima kasih pada RA2 yang telah membawaku menjadi juara kelas saat SMA dulu.
Sampai saat ini game ini masih memiliki kesan di hatiku. Pertemuanku dengan game ini benar-benar takkan aku sesali. Terkadang aku bahkan rindu untuk mengendalikan manusia menggunakan Yuri. Aku benar-benar rindu masa-masa indah itu….
Dan game yang paling berpengaruh dalam hidpuku adalah………
1
Super Mario Bros.
Developer: Nintendo EAD
Publisher: Nintendo
Genre: Platform Adventure
Platform: NES
Kenapa game si tukang ledeng ini menjadi yang paling berpengaruh dalam hidupku? Alasannya tak lain tak bukan karena inilah video game pertama yang aku mainkan. Aku ingat saat ayahku membawa mesin legendaris NES atau yang saat itu akrab disebut Nintendo. Saat itu aku masih kecil dan duduk di kelas satu SD. Ayahku adalah seorang gamer dan tentu saja suka sekali bermain game. Tak heran bila kegemaran beliau ini kemudian turun pada semua anaknya. Aku masih ingat saat ayahku memainkan game ini padahal dia baru saja pulang bekerja di malam hari sehingga aku tak bisa tidur hanya karena ingin melihat ayahku memainkannya.
Aku yang masih bocah tersihir dengan aksi Mario dan saudaranya Luigi. Aku dan kakakku berkali-kali memainkannya di rumah panggung kami yang terbuat dari kayu. Itu adalah saat-saat indah bersama ayah kami. Saat-saat itu pasti akan aku rindukan karena tak lama kemudian aku berpisah dengan ayahku untuk selamanya. Mario seolah menjadi kenangan akan ayahku, kenangan akan kebersamaan dengan ayah yang sangat singkat. Singkat, karena aku tak sempat bermain bersamanya. Singkat karena aku tak sempat membicarakan game dengannya. Karena itulah aku begitu menyukai game Mario. Bagiku memainkan game Mario membawaku pada kenangan saat bersama ayahku. Andai ayahku masih ada, aku pasti takkan seperti ini.
Itulah tadi lima judul video game yang memiliki pengaruh besar dalam hidupku selama ini. Kelima game tersebut yang rilis untuk mesin yang berbeda memiliki kenangan tersendiri di hatiku. Aku takkan melupakan kelima game tersebut karena mereka adalah dan pernah menjadi bagian dalam hidupku.
Aku sebenarnya ingin menerbitkan artikel ini di navilink47 terlebih dahulu, namun berhubung multiply lagi pindahan, jadi terpaksa diterbitkan di typercat18.
Maaf ya Typercat18, kok kayaknya kamu jadi aku anaktirikan begitu…
Kejadian ini terjadi saat saya tengah menumpang di sebuah busway. Kebetulan seluruh kursi busway telah penuh oleh penumpang sehingga penumpang yang baru masuk terpaksa untuk berdiri. Saya sendiri terpaksa berdiri karena tidak mendapat. Bus terus melaju hingga berhenti di sebuah shelter. Dari shelter itu masuklah rombongan ibu-ibu bersama anak-anak mereka yang masing berusia balita. Tentu saja ibu-ibu dan anak-anak itu terpaksa berdiri. Saat busway melaju kencang dan (terasa) ugal-ugalan, ibu-ibu dan anak-anak itu tak dapat bertahan dalam pegangannya hingga mereka terguncang di dalam bus dan hampir terjatuh. Melihat hal itu, petugas busway merasa iba dan menyarankan beberapa orang yang duduk di tempat duduk di bagian depan untuk mau memangku anak-anak yang masih kecil tersebut. Para penumpang yang disarankan oleh petugas tersebut tampak enggan walaupun seorang dari mereka lalu memangku salah seorang anak. Penumpang yang lain bersikukuh tidak mau memangku anak-anak itu. Bahkan seorang bapak yang duduk di tempat duduk itu membela diri dengan berasalan ia telah membayar dan berhak atas tempat duduk yang ada di busway. Ia bahkan membentuk angka empat menggunakan jari-jari tangannya yang melambangkan kalau ia telah membayar empat ribu (lebih lima ratus dari harga asli) untuk dapat duduk di situ. Dia tak mau tahu perihal penumpang lain dan tetep keukeuh dengan pendiriannya. ”Itu sudah resiko bagi penumpang yang datang belakangan,” tambahnya. Saya terkejut mendengar reaksinya. Padahal petugas busway hanya meminta beliau untuk memangku anak-anak balita tersebut, tidak lebih. Petugas busway sendiri yang mendengar hal itu lalu memutuskan menghentikan usahanya dan diam. Sepertinya petugas itu tidak ingin memperumit masalah.
Memang benar apa yang dikatakan oleh bapak itu, dia memang memiliki hak untuk duduk di tempat duduk di busway karena telah membayar tiket, karcis, atau apalah sebutannya. Tapi apakah dengan membayar itu beliau lalu kehilangan nurani dengan lebih mendahulukan haknya tersebut? Lupakah beliau akan kewajibannya?
Kita jelas tahu sebuah etika saat menaiki kendaraan umum yaitu mendahulukan kepentingan orang tua, ibu hamil, orang cacat, dan anak-anak dengan memberikan kursi kita bila tempat duduk telah penuh terisi. Kewajiban kita adalah bentuk kepedulian kita terhadap orang lain. Lalu apakah kita harus menggadaikan nurani kita demi memenuhi hak kita sendiri, dengan mengorbankan kebaikan orang lain karena kita telah membayar?
Satu hal yang saya pesankan, jangan sampai kita kehilangan nurani hanya karena kita telah membayar….

Tuhan, sembuhkanlah Yasuko….
Yasuko adalah adik sepupuku yang berdarah campuran Jepang. Dia adalah anak yang pintar, rajin belajar, baik hati, dan suka menolong serta gemar menabung. Tak jarang dia mengorbankan kepentingannya demi kepentingan orang lain. Dia adalah kakak yang baik dan selalu menjaga adik-adikknya. Tapi kini dia sedang terbaring lemah tak berdaya di ruang ICU. Dokter belum berhasil mendeteksi penyakit yang menyerangnya. Awalnya, dokter mengira penyakit itu adalah demam berdarah. Gejala awal yang tampak yaitu susah bernafas, menggigil, demam tinggi, dan tubuh sangat lemas. Namun, ternyata bukan demam berdarah. Ada sebuah virus yang menyerang tubuhnya. Virus itu mulai merusak struktur darahnya dan juga menutupi paru-parunya. Perkiraan sementara, Yasuko terkena virus yang disebarkan melalui binatang. Yasuko adalah penyayang binatang. Dia memiliki peliharaan seekor kelinci yang ia letakkan di kamarnya. Tak hanya dia, adik-adiknya punya masing-masing punya satu. Orang-orang mengira kedekatannya dengan kelinci itulah yang menyebabkan Yasuko jatuh sakit. Aku pun mengira demikian karena di hari dia sakit, kelincinya meninggal secara misterius dengan bola mata yang hilang. Ibu Yasuko kemudian segera memerintahkan untuk menyingkirkan binatang-binatang peliharaan yang ada di dalam rumah.

Kemungkinan yang menyebabkan Yasuko sakit adalah daya tahan tubuhnya yang semakin lama semakin menurun. Menjelang ujian akhir nasional SMA, Yasuko belajar dengan tekun. Dia bahkan ikut bimbingan intensif. Kesibukannya inilah yang membuat ketahanan tubuhnya melemah ditambah lagi Yasuko sendiri yang jarang makan. Sebenarnya sudah dari jauh hari Yasuko merasakan penyakitnya itu. Namun, karena ketekunannya dalam menuntut ilmu, dia tetap saja memaksakan masuk sekolah dan bimbingan dengan menyembunyikan penyakit tersebut. Bagi Yasuko, sangat disayangkan bila harus tidak masuk sekolah barang sehari saja. Hingga akhirnya dia tak memiliki ketahan tubuh lagi menahan penyakitnya itu.Dan virus itu pun menyerang Yasuko dengan mudah. Dia langsung jatuh dan dibawa ke rumah sakit. Ibunya yang berada di luar kota pun pulang dan menemaninya hingga kini. Sampai sekarang telah satu minggu dia dirawat di rumah sakit. Kondisinya kritis dan koma. Dia tak sadarkan diri dan jarum infus menempel di tubuhnya. Hasil sinar X menunjukkan bahwa paru-parunya terselubung zat berwarna putih, dan zat itu terus bergerak ke lambung dan seluruh tubuhnya. Sementara kini dia membutuhkan tranfusi darah karena darahnya telah rusak dan tak dapat lagi mengikat oksigen. Ada perkiraan dia terkena flu burung. Tapi semoga saja tidak.
Medengar kabar keadaan Yasuko yang kritis dan koma, sanak saudara datang membesuk. Teman-teman hingga guru sekolah tak luput ikut menjenguk. Sahabatnya bahkan datang jauh-jauh dari luar provinsi demi menjenguk Yasuko. Mereka merasa memiliki Yasuko yang terkenal akan kebaikannya. Semuanya berdoa semoga Yasuko segera sadar dan sembuh dari sakitnya dan dapat berkumpul kembali dengan mereka. Aku sendiri tak tega melihat keadaannya. Dia tampak terbaring lunglai dengan selang infus di wajah dan tangannya. Sangat menyedihkan.
Yasuko yang ceria dan selalu tersenyum, kini terbaring di tempat tidur rumah sakit. Yasuko tengah berjuang melawan virus mematikan yang tengah menggerogotinya. Kami semua terus berdoa untuk kesembuhannya. Kami ingin dia segera berkumpul kembali bersama kami.

Sebelum jatuh sakit, Yasuko pernah bercerita bahwa dia sangat merindukan ibunya yang tengah bekerja di luar kota. Dan kini ibunya telah datang, dan menemaninya dari pagi hingga malam, hingga malam kembali berganti pagi. Seolah ingin menjadi orang pertama yang melihat Yasuko sadar. Dan ketika Yasuko nanti tersadar, ingin rasanya mengatakan, ”Ini Mama nak….Mama akan selalu ada di samping kamu…Maafin Mama ya……” Apakah ini jawaban dari kerinduan Yasuko?
Ya Tuhan, Kau Maha Penyembuh, maka sembuhkanlah dia….
Buatlah dia kembali bersama kami seperti sedia kala. Berikanlah dia kekuatan untuk menghadapi penyakitnya. Berikanlah kami ketenangan dalam menunggunya. Berikanlah dia kebaikan sebagaimana dia telah berbuat baik untuk kami semua. Kami bahkan bersedia menukarkan kebahagiaan kami demi kesembuhannya. Semua demi gadis baik hati yang telah mengukir kenangan indah di hati kami semua. Tuhan, dengarkanlah doa kami ini….
Yasuko, aku sedih melihatmu seperti ini…..
Bangkitlah Yasuko….
Jangan kalah oleh penyakit itu….
Aku yakin kau memiliki kekuatan untuk mengalahkannya….
Jangan membuatku cemas dan juga bersedih…..
Di sini terasa sepi tanpa kehadiranmu…..
Yasuko, cepatlah sembuh….
Kakakmu ini rindu membuatkan cerpen untukmu….
Kakakmu ini rindu untuk bermain tebakan denganmu….
Kakakmu ini rindu untuk membantu mengerjakan tugasmu….
Kakakmu ini rindu untuk mengetikkan setiap pekerjaanmu….
Kakakmu ini rindu berpetualang bersamamu….
Kakakmu ini rindu membelikanmu sebuah film…..
Kakakmu ini rindu membelikanmu gorengan…..
Kakakmu ini rindu meminjam uang padamu…..
Kakakmu ini rindu untuk mengganggumu…..
Kakakmu ini rindu padamu……
Pada senyummu, tawamu, dan keberadaanmu….
Tak hanya kakak yang rindu….
Tapi kami semua….kami semua yang pernah mengenalmu……
Ayah ibumu rindu keberhasilanmu meraih nilai tertinggi di kelas….
Saudaramu rindu bermain denganmu….
Sahabatmu rindu berbagi denganmu…..
Teman-teman dan guru-gurumu rindu belajar bersama denganmu….
Kami semua rindu padamu…..
Dan kami semua berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa….
Ya Tuhan, sembuhkanlah Yasuko……
10 Februari 2009


















